Wilayah Adat

Bakalewang Kanar

 Teregistrasi

Nama Komunitas Komunitas Adat Bakalewang
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota SUMBAWA
Kecamatan Labuhan Badas
Desa Labuhan Badas
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.062 Ha
Satuan Bakalewang Kanar
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran
Batas Barat Lokasi unter lemak sanokleng Pohon kemiri besar, Lahan Desa Luk
Batas Selatan Pegunungan Batu Lante
Batas Timur Lokasi Otak Unter Banye di Batu Kuta, Sampar Maras. A
Batas Utara Laut Teluk Saleh

Kependudukan

Jumlah KK 786
Jumlah Laki-laki 1
Jumlah Perempuan 1
Mata Pencaharian utama Berburu, Bertani, Berladang, Beternak, Nelayan dan Industri Jasa.

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Dahulukala Komunitas Bakalewang adalah yang awal mulanya berasal dari Desa Remolong. di Desa Remolong Saat itu ada salah satu seorang yang bernama Poro yang dianggap orang yang paling tua didesa tersebut, kemudian Poro juga disebut sebagai Nyaka atau Datu yang menjalankan hukum adat didesa tersebut. Pada tahun (1815), akibat meletusnya Gunung Tambora mengakibatkan sebagian tidak bisa bertahan hidup atau meninggal dunia dan sebagian penduduk Desa Remolong berpindah ke Batu Lante yang dikenal dengan sebutan saat ini Desa Batu Dulang, Kelungkung, Pelat dan Punik untuk mencari kehidupannya masing-masing, namun warga desa Remolong yang telah pindah ke desa tersebut tidak tau cerita perjalanan kehidupannya. Pada tahun 1942, salah satu warga Desa Punik (M Yasin) sempat dijadikan tentara untuk melawan penjajahan Belanda. Sehingga Pada tahun 1965, kembali lagi ke Desa Remolong. Setahun kemudian warga pindah lagi ke tempat baru yang diberi nama Kanar salah satu seorang bernama (Boya), yang jaraknya 3 km darin desa Remolong.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Kampung (Pemukiman) adalah tempat tinggalnya warga komunitas Bakalewang.
Rauh (Ladang) adalah hutan yang sudah selesai ditebang dan dibakar dan dimiliki oleh perkepala rumah tanga.
Omal adalah lahan yang sudah digarap setelah satu tahun dan dimiliki kemudian dikelolah oleh satu kepala rumah tangga.
Keban (Kebun) lahan yang dikelolah oleh masing kepala keluarga.
Orong (Sawah) hanya dimiiki oleh sebagian warga dan dikelolah oleh perkepala keluarga
 
Milik pribadi perkepala rumah tangga, dikelolah dan dimiliki oleh keturunan secara turun temurun. 

Kelembagaan Adat

Nama Bakalewang
Struktur Penasehat atau Tetua Adat, Ketua Adat (Nyaka), Wakil Ktua Adat, Sandro, Pemuda Adat
Penasehat sebagai penasehat seluruh suku
Ketua Adat sebagai pengambilan keputusan
Wakil Ktua Ada sebagai yang menjalankan aturan Adat.
Yang dipercayai untuk menjalankan kegiatan seperti adat-istiadat baik didalam maupun diluar kampung.
Pemuda adat berfungsi sebagai menjaga juga melestarikan tradisi-tradisi dan meningkatkan tingkat solidaritas antar penuda dengan orang tua 
Ketua adat yang kita kenal dengan sebutan nyaka, akan memerintahkan kepada seluruh warga untuk menghadiri musyawarah adat atau kumpulan adat sehingga dlm proses pengambilan keputusan secara terbuka dan akan disaksikan secara bersama 

Hukum Adat

Sesuai dengan aturan- aturan adat yang telah kita sepakati bersama, bahwa setiap kepala keluarga berhak mendapatkan 2 ha tanah yang untuk dikelolah dan dimiliki secara turun temurun. Disisi lain juga bahwa stiap tanah yang telah dimiliki dari leluhur tidak dapat diperjual belikan, apabila oraturan adat dilanggar maka siap akan menerima sangsi dari Nyaka atau Ktua Adat 
Dari dulu hingga sekarang aturan Adat yang berlaku dipranatasosial masih sangat aktif dikalangan masyarakat adat Bakalewang, yang telah diwarisi secara turun temurun dari nenek moyangnya. Bahwa setiap masyarakat berhak untuk saling membantu dalam mufakat adat. 
Mufakat Adat.
Mufakat adat adalah semacam kegiatan adat istidat warga Bakalewang yang diikuti oleh semua warganya.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, kacang-kacangan, talas, kedelai dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, pinang, Kunyit, Lengkuas, Daun Kelor, Daun Kemangi.
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Gaharu dan Bambu
Sumber Sandang Kapas, randu,
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengkeh, laos, kunyit, sere, cabe, terong, tomat, sekur, dan pandan
Sumber Pendapatan Ekonomi Petani, nelayan dan Industri jasa.