Wilayah Adat

Kampung Lanso

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Kanayatn Kampung Lanso, Binuang
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota LANDAK
Kecamatan Sangah Temila
Desa Paloatn
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 891 Ha
Satuan Kampung Lanso
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran,Lahan Basah
Batas Barat Gantekng bts alamnya Gunung Sinyabung &Gn;.Talinse
Batas Selatan Ansekng, Desa Paloan bts alamnya Gunung Soari
Batas Timur Saaban, Desa Keranji Paidang bts alamnya Gunung Sideet
Batas Utara Dusun Oto Basa bts alamnya Gunung Sideet

Kependudukan

Jumlah KK 105
Jumlah Laki-laki 232
Jumlah Perempuan 207
Mata Pencaharian utama Petani karet, sawah dan Ladang

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah kedatangan penduduk di kampung Lanso ini mula-mula 5 keluarga yaitu Nek Kaco’, Tanjung, Ganjeng, Saja dan Idam. Mereka mulanya dari Timawakng Magin lalu pindah ke Timawakng Ubah, Setelah itu mereka pindah lagi ke Timawakng Ngubi lalu ke kampung Riapm. Setelah dari kampung Riapm barulah pindah ke Lanso. Orang yang pertama kali membuka wilayah ini adalah Nek Kaco’ dari Ngubi. Lalu bertambahlah menjadi 6 orang yang membuat pondok pertama kali di wilayah ini yaitu: Nek Kaco’, Tanjung, Ganjeng, Saja, Idam dan Nek Banting.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

(1) tempat keramat; (2) timawakng; (3) parene’atn; (4) kabon gatah; (5) patunuan atau pasuburatn; (6) bawas; (7) kompokng; (8) Pemukiman 
Secara adat, kepemilikan atas tanah atau lahan dapat dibagi menjadi 4 (empat), yaitu: Pertama: kepemilikan seko menyeko atau kepemilikan perseorangan/individu maupun satu keluarga. Warga atau keluarga yang membuka tanah, lahan, baik yang masih berupa hutan maupun bukan hutan di kawasan tertentu untuk ladang maupun kebun yang diolah terus-menerus dapat dijadikan dasar kepemilikan tanah dan lahan bagi warga atau keluarga tersebut; Kedua: kepemilikan parene’atn yaitu tanah/lahan warisan di mana segala isisnya menjadi milik dari beberapa keluarga dalam satu garis keturunan. Dan, untuk generasi berikutnya dari warga atau keluarga pada poin a di atas, kepemilikan tersebut bisa dijadikan dasar bagi kepemilikan tanah atau lahan untuk beberapa keluarga dalam satu keturunan dan keluarga tersebut; Ketiga: kepemilikan saradangan adalah kepemilihan tanah/lahan dengan segala isisnya menjadi milik satu kampung tertentu; Keempat: kepemilikan binua adalah kepemilikan tanah atau lahan dengan dengan segala isinya dimiliki oleh beberapa kampung di dalam wilayah kesatuan hukum adat atau ketemenggungan. Kemudian, berdasarkan keadaan tanam-tumbuh yang terdapat di atas tanah atau lahan, tanah digolongkan sebagai tanah jerami’, pantusatn, pararo’atn, rame tuha, magokng, udas pekarangan (yang dekat dari kampokng), udas palasar palaya’ (yaitu tanah yang letaknya jauh dari kampokng), kompokng/timawakng.  

Kelembagaan Adat

Nama Pasirah Kampung Lanso di bawah naungan Ketemenggungan Binua Soari
Struktur Timanggong Pasirah Pangaraga
Timanggong Menangani perkara adat dengan nilai 5 tahil
(1 tahil = 8 singkap pingatn/piring putih, alasnya jalu dengan jumlah yang disesuaikan)
Pasirah menangani perkara adat dengan nilai 3 tahil (3 tahil alasnya jalu 20 kg)
Pangaraga menangani perkara adat dengan nilai sabuah siam.
(minimal 1½ tahil & 12½ kg jalu)
 
Musyawarah adat sesuai tingkatan yang paling bawah (sesuai besaran kasusnya berapa tahil) jika tidak dapat diselesaikan di tingkat paling bawah maka dinaikan lagi ke atas nya sesuai tingkatan nya sampai di dapatkan keputusan nya. 

Hukum Adat

Cara menguasai tanah, lahan dan hutan pada masyarakat Kanayatn terkait erat dengan sejarah pembukaan hutan oleh leluhur atau generasi pendahulu sehinga hal ini menghasilkan warisan leluhur. Itulah dasar cara penguasaan tanah/lahan, masyarakat Kanayatn memiliki warisan leluhur. Hal ini berlaku terutama pada level keluarga, beberapa keluarga, warga se-kampung hingga warga dalam satu binua. Cara penguasaan tanah di dalam masyarakat Dayak Kanayatn terdiri dari: (1) warisan leluhur; (2) tukar-menukar; (3) Sewa-menyewa; (4) jual-beli. Warisan leluhur. ini lebih longgar berlaku bagi mereka yang tidak lagi tinggal bersama di dalam wilayah adat kampung Lanso, baik karena mengikuti suami atau isteri atau tinggal menetap di daerah lain karena alasan pekerjaan maupun alasan merantau. Tukar-menukar. Masyarakat Kanayatn mengenal praktik pertukaran (barter) barang, seperti tukar-menukar beras dengan sayur-mayur atau dengan ikan, ayam dengan beras dan sebagainya. Ini masih berlangsung sampai sekarang. Pertukaran ini kadangkala juga berlaku dalam konteks tukar-menukar (penguasaan) tanah/lahan di antara warga setempat. Sewa-menyewa. Sewa-menyewa tanah/lahan dikenal di kalangan masyarakat Kanayatn. Akan tetapi, seorang warga atau keluarga dapat saja mengutarakan keinginannya kepada warga tetangganya untuk membuka ladang atau kebun di tanah/lahan warga tetangganya itu. Seperti biasanya, permintaan sewa-menyewa tersebut diijinkan. Dalam hubungan sewa-menyewa ini tidak ada keharusan bagi hasil antara si penggarap dengan si pemilik tanah/lahan itu kecuali ada pembicaraan sebelumnya. Bagi hasil di kalangan masyarakat Dayak Kanayatn disebut “tasih”. Jual-beli. Masyarakat Dayak Kanayatn di kampung Lanso adalah masyarakat yang terbuka dan dinamis. Oleh karena itu, penduduk tidak luput dari pengaruh ekonomi uang. Keadaan demikian membuka peluang bagi warga kepada hubungan jual-beli tanah meskipun bisa dikatakan hanya segelintir warga yang melakukannya. Pengaruh ekonomi uang, bila tanpa kendali yang bijaksana bisa menjadi ancaman bagi kepemilikan tanah dan lahan masyarakat berdasarkan hak ada.
1) tempat keramat; (2) timawakng; (3) parene’atn; (4) kabon gatah; (5) patunuan atau pasuburatn; (6) bawas; (7) kompokng;
 
Terlampir 
Contoh kasus adat: Adat Pamancet Tubuh
Adat yang mengatasi masalah berkelahi.
Pengurus adat yang mengadili adalah pasirah/pangaraga, yang harus hadir yaitu ahli waris yang berperkara dari kedua belah pihak dan warga kampung (tidak wajib hadir).
Nilai adat nya : - sabuah siam jalu sekok
- Poe, manok, baras sunguh, talok manok, angkabakng, baras banyu, duit setali, topokng (alat sirih).
- Barang pengganti, piring bisa diganti duit.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Buah-buahan - Durian - Kamayo - Sinto - Kalawit - Rambe - Rawikng (antaan) - Nangka - Satol - Kasiat - Sarikatn - Limpahong - Ngubi - Kase - Coer - Kalampe - Lalu - Redan - Kepayang - Langir - Singkutu - Kalapa - Kelengkeng - Saluwakng - Sukun - Lanset - Sibo Kara’ - Kalaweh - Pehangan - Paluntatn - Jamu/Jambu - Pantingan - Jarikng - Kuranyi - Tampi - Mintawa - Barangan padi - Angkadan - Rambutan : - Rambutan- Redan- Saumang - Singkutu - Miramun- Sibo kara’ - Sibo - Kunjiji - Sango - Padi Mototn/Ladang Padi Sunguh Padi Poe/pulut Sakado (tuha) Lalon Barua (tuha) Calup Ambe (tuha) Rabung Salon Nibung Sabente Kamayo Bure (tuha) Arakng Eko’ - Padi Bancah/Sawah Padi Sunguh Padi Poe Siam PB Salangko Ruhan Bungkuk Arakng Katumbar Biti Labu Kasisir Eko’ Sarandah (B) Ciherang (B) Cisadane (B) Pabentan Pantat ulat Banjar talo PB. Impara Padi Itapm Hewan buruan: - Kijang - Kara’ - Biotong - Tupe - Munsang - Landak - Pilanuk - Tikus - Angkis - Ucikng batu - Rega - Tangilikng - Binturun - Kukakng - Renseng - Kasadu Jenis Ikan - Tahuman - Tapah - Tabilikng - Jolo - Patulang - Dungan - Pohan - Bawal - Merah pipi - Rihi - Baung - Loyekng - Kale - Dodok - Umpel - Tilan - Bintutu - Sujin/batok - Lalakat - Nila - Tutup talak - Linsodo - Saluang - Mas - Sampulayang - Karan Sanga - Kabadi - Lele Jumbo
Sumber Kesehatan & Kecantikan Obat Jukat/Nayo: ~ Jaring ~ Kakaune ~ Limidikng ~ Kambang Bulu ~ Tubaakng ~ Rinyuakng ~ Porakng - Labatu, kaladi, cakur, kunyit (obat melahirkan) - Kakompa, dadoyot (Obat Sesak Nafas) - Jamu karusik (Obat sakit perut) - Jirak , sinahe (Obat sakit mata) - Bambadi (laki + bini) (Obat patah tulang) - Pangkimar sobat (Obat sakit gigi) - Timpasule, paku mamuraja & angkabang (Obat bisul) - Tungari (Obat sakit pinggang) - Kakantut - Carone - Kasimibit - Pasak bumi - Putar wali - Kumis kucing - Paya babi
Papan dan Bahan Infrastruktur - Takam (langka) - Angkabakng - Pansi - Tarete - Tamo - Kelengkeng - Mahaja - Madang - Kase - Keladan - Saro - Jahanang - Ubah Timpurung - Pulai - Nyato - Malaban - Natakng - Bintangor - Barangan
Sumber Sandang -
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Tikala - Barangan - Ringkang - Sinopo - Langan - Loyekng - Kabau - Sinere - Padi
Sumber Pendapatan Ekonomi Jenis Rotan Simamu - Jaranang - Tapah - Palades - Lahoa - Roa - Saga - Tingkas - Morong - Pulut - Jalayau - Terais Jenis Bambu - Batukng - Aur - Bulu Bala - Munti’ - Tarekng - Tumiang - Anyakng - Curit - Bagare - Buluh - Pasa’