Wilayah Adat

marga Semangus

 Teregistrasi

Nama Komunitas Marga Bulang Tengah Semangus
Propinsi Sumatera Selatan
Kabupaten/Kota MUSI RAWAS
Kecamatan Muara Lakitan
Desa Semangus
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 136.022 Ha
Satuan marga Semangus
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Marga Sukutengah Bingin
Batas Selatan Marga Bulang Tengah Suku Ulu
Batas Timur Marga Benakat, Marga Sungai Keruh
Batas Utara Marga Sangadesa, Air Bawi

Kependudukan

Jumlah KK 595
Jumlah Laki-laki 1415
Jumlah Perempuan 1381
Mata Pencaharian utama Petani, Pekebun dan Pedagang

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Jauh Sebelum merdeka, Marga BTSC Bulang Tengah Semangus, pada abadi. Marga Bulang Tengah telah berdiri pada tahun 1800-an. Jauh sebelum merdeka Marga Bulang Tengah Semangus Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan telah mendiami Wilayah Adat mereka. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan sejarah berupa makam-makam leluhur, makam Pahlawan Pejuang Kemerdekaan, kampung tua, kebun-kebun, rumah adat termasuk Stambom yang dikeluarkan oleh Depati Muhammad Agen sekitar tahun 1950an.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Wilayah yang dikelola masyarakat untuk pertanian, perumahan, perkebunan dan aktivitas lainnya untuk menunjang kehidupan masyarakat 
Tanah komunal tanah yang dikelola oleh komunitas 

Kelembagaan Adat

Nama Marga Bulang Tengah Semanggus
Struktur 1. Pemangku adat 2. Kepala Desa 3. Kepala Dusun Dalam Kitab Stambom Marga Bulang Tengah Semangus (.dokumen marga), Pemerintahan Marga Bulang Tengah Semangus tercatat telah memerintah lebih dari 200an tahun.Kelembagaan adat Marga Bulang Tengah Semangus dikepalai oleh seorang Pesirah (Pemimpin Marga), dibawah Pesirah , dikenal beberapa jabatan adat seperti gindo, pembarap, hulu balang , krio, kemit, ketib, dukun adat, dll
1. Pemangku adat mengurusi perkara adat dan perkawinan
2. Kepala Desa mengurusi roda pemerintahan
3. Kepala dusun mengurusi dusun, membantu kepala desa
 
Musim tanam, yang diatur oleh tua-tua dan pemangku adat 

Hukum Adat

Tidak boleh menebang pohon sembarangan
Tidak boleh meracuni sungai-sungai
• Apabila seseorang mengambil kayu, mengambil rotan, damar , dan jelutung di hutan untuk membuat perahu dengan tujuan untuk di jual, maka harus membayar pancung alas (retribusi) kepada adat. Sedangkan apabila hanya digunakan untuk keperluan sendiri maka dibebaskan dari pancung alas dan cukup mendapat persetujuan dari pesirah.
• Dalam hal berladang atau berume harus dilakukan secara bersama-sama, gotong royong dan diwaktu musim yang telah disepakati.
• Dalam hal pegambilan sumber daya alam harus memperhatikan potensi yang ada, bila potensinnya baik boleh diambil, yang rusak harus diperbaiki, yang belum siap harus dipersiapkan.
• Seluruh SDA didalam marga harus tetap dipertahankan Kelestariannya.
• Lahan kritis harus dilakukan penghijauan kembali.
• Setiap pemanfaatan SDA dikenakan sumbangan untuk pembangunan marga.
• Setiap orang yang membunuh binatang liar yang halal dimakan maka wajib memberikan sebagian ke tetangga sekitar.
• Pengambilan ikan disungai hanya boleh ditangkap melalui pancing, jala, bubu, pukat, najur, anteban dan jarring
• Larangan menebang pohon tempat bersarangnya lebah penghasil madu, dan menebang pohon didaerah lereng/curam atau didaerah mata air, dan hutan larangan.


 
Pernikahan, larangan pencurian kayu-kayu, perkelahian dan pencurian lainnya
Pencak silat, senjang dan terbangan untuk persembahan pernikahan, pengobatan dengan oleh dukun kampung untuk mengobati orang sakit dan melahirkan, setiap awal tahun diadakan sedekah kampung (Sedekah Bumi) oleh masyarakat adat di dalam marga.

 
Pencurian: diarak-arak keliling kampung
Bujang-gadis berzina: dikenakan denda memotong hewan kambing
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Sawah tada hujan (padi), madu lebah sialang, ikan. Madu, gula aren, padi, kedelai, jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kunyit:untuk menghilangkan penyakit lambung; Temu lawak: menambah nafsu makan
Papan dan Bahan Infrastruktur atap rumah: Serdang Kayu: Racuk
Sumber Sandang Getah Sontek (bahan merah)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Pucuk bunga putat, kemangi, kayu serai
Sumber Pendapatan Ekonomi Karet, kayu, kopi, getah danar, getah menyan, getah Jernang, getah sonte, madu lebah Sialang, rotan, getah karet, ikan.