Wilayah Adat

Kenegerian Umbio

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kenegerian Umbio
Propinsi Riau
Kabupaten/Kota KAMPAR
Kecamatan Kampar & Rumbio Jaya
Desa Pulau Tenggi, Koto Tibun, Padang Mutung, Rumbio, Tambusai, Bukit Keratai, Palau Payung, Teratak, Simpang Potai, Bukit Keratai, Alam panjang, Batang Batindih, pulau sarak
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Kenegerian Umbio
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Kenegerian air tiris ( kampung bukik/penyasawan)
Batas Selatan Kampar kiri (pematang bangkinang, gugusan bukit barisan )
Batas Timur Kerajaan siak ( sungai siak )
Batas Utara Tapung (sialang 7 salegheng/batang batindih( nama sungai) )

Kependudukan

Jumlah KK 6
Jumlah Laki-laki 14
Jumlah Perempuan 14
Mata Pencaharian utama berladang/berkebun dan Nelayan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sekitar abad ke 4 atau ke 5 kenegerian umbio pada awalnya hanya terdiri dari dua pulau,pulau ini disebut dengan Koto Tinggi yang mana Koto ini dihuni oleh masyarakat adat dari suku pitopang petinggi dari suku ini adalah Datuok Nan Sakti, sedangkan pulau yang lainnya di sebut dengan Koto Tibun yang mana koto ini dihuni oleh masyarakat adat dari suku domo, petinggi dari suku domo ini adalah Datuok Andiko.
Asal usul leluhur / nenek moyang kenegerian rumbio pada awalnya dimulai oleh ninik mamak dari 2 persukuan yakninya ninik mamak dari suku domo dan ninik mamak dari suku putopang. Menurut informasi yang di dapat kampung pertama yang ada di kenegerian Rumbio itu ada 5 yaitu Kuok, Bangkinang, Air Tiris , Rumbio, Tambang terantang. Nama-nama daerah ini disebut dengan 5 (limo) koto lamo. Untuk daerah Kuok masyarakatnya dikenal Kalimpuong mandi (mengibas air sungai ketika mandi), untuk masyarakat bangkinang terkenal dengan kecantikan dan ketampanan masyarakatnya, untuk daerah air tiris masyarakatnya terkenal pandai baundiong ( pintar dalam berurusan), untuk masyarakat rumbio terkenal tahan mati pancuong dalam artian mayarakatnya kuat, tidak takut mati, dan untuk masyarakat Tambang terantang terkenal dengan istilah lobo ka powik maksudnya tidak peduli dengan agenda/ acara apapun yang dilakukan oleh ninik mamak, mereka akan tetap pergi bekerja mencari nafkah. Sementara untuk sekarang ini penamaan 5 koto daerahnya sudah berubah menjadi Kuok, Salo, Bangkinang, Air Tiris dan Rumbio.
Dahulu untuk penamaan tempat di kenegerian rumbio ini dikenal dengan istilah RK (Rukun Kampung), istilah untuk sekarangnya lebih kurang sama dengan desa. Rukun kampung yang ada di kenegerian rumbio berjumlah sebanyak 14 rukun kampung:

1. Penyasawan
2. Pulau Sarak
3. Pulau Sialang
4. Kampung Tongah
5. Pulau Baru
6. Pauo
7. Pulau Tenggi
8. Tanjung Pulau Tenggi
9. Pulau Kampuong
10. Solok
11. Pulau Payung
12. Pasubilah
13. Teratak
14. Kubu Cubodak

Satuan – satuan sosial terkait sistem kekerabatan pada kenegerian rumbio tertinggi dipegang oleh ninik mamak. Di kenegerian rumbio terdapat 5 suku yakni suku domo, suku putopang, suku piliang, suku kampai dan suku caniago. Tiap suku memiliki 2 orang datuk sebagai pemimpin untuk urusan keluar (ekstern) dan urusan kedalam (intern).

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pembagian ruang menurut aturan adat terbagi 2:
1. Hutan ulayat merupakan wilayah yang dikelola masyarakat meliputi :
a. pertanian,
b. perumahan/pemukiman warga
c. areal pemakaman umum, yang dibagi menurut suku-suku yang ada didalam kenegerian
d. perkebunan ( karet, sawit, jeruk nipis, kebun durian, kebun kelapa dll.
e. dan aktivitas lainnya untuk menunjang kehidupan masyarakat yang dikelola individu maupun komunal.
2. Gimbo larangan merupakan wilayah yang dikelola masyarakat yang hanya boleh diambil hasil hutannya berupa kayu, buah dan memanfaatkan mata air secara wajar, tidak boleh dialih fungsikan.
 
Hak atas kepemilikan tanah dimiliki oleh perorangan, jika tanah itu peninggalan orangtua dinamakan tanah soko, ha katas kepemilikan tanah soko jika tanahnya masih 3 tingkat keluarga itu bisa dibagi sesuai dengan ketentuan adat, akan tetapi jika tanahnya sudah smpai pada 5 tinggat keluarga dan tanahnya tidak memenuhi syarat untuk dibagi, maka tanah tersebut menjadi tanah hibah atau wakaf yang bisa digunakan untuk kepentingan umum. (TANAH ONGGUN-ONGGUN)
1. Tanah individu, merupakan wilayah yang dikuasi oleh perorangan dari kumpulan masyarakat
2. Tanah soko merupakan tanah milik keluarga persuku, sistem penguasaannya jika tanah perkampungan itu di kelola oleh anak perempuan, yang terakhir,laki-laki mengelola tanah perkebunan.
3. TANAH ONGGUN-ONGGUN (ALEH
SINGGULUONG)
4. Tanah Umpuok/Powuik ( Tanah satu ibu )
 

Kelembagaan Adat

Nama Kenegerian umbio
Struktur 1. Penghulu nan Sapuluo a. Datuk godang dan datuk ghindo maghajo (suku domo) b. Datuk ulak simano dan datuk rajo mangkuto (suku pitopang) c. Datuk putio dan datuk rajo bosau (suku piliang) d. Datuk sinaro dan datuk paduko ( kampai) e. Datuk ghindo malano dan datuk pito malano(suku caniago) 1. 40 JINI 1. Penghulu 2 orang 2. Malin jo kotik 2 orang 3. Dubalang 2 orang 4. Pegawai 2 orang Masing-masing suku dari yang lima suku yaitu domo, pitopang, piliang, kampai dan caniago memiliki struktur diatas, jika semuanya di jumlahkan ada 40 orang, itulah disebut 40 Jini
1. penghulu nan sapuluo membuat aturan adat di masing-masing suku
2. 40 jini:
a. Penghulu duduk di pintu usual (usul) bertugas melihat kondisi dan memperhatikan kondisi negeri akan tetapi tidak membuat keputusan sebelum benar-bnar datang melihat secara langsung terhadap suatu perkara.
b. Dubalang tugasnya menjalankan semua perintah penghulu
c. Pagawai bertugas dibagian administrasi, menyampaikan surat menyurat dan memberikan informasi
d. Malin jo kotik, malin membaca doa sedangkan kotik berkhutbah.
 
Musyawarah yang dihadiri oleh semua niniok mamak setiap persukuan 

Hukum Adat

Larangan menjual tanah soko ( tanah peninggalan orangtua) tanah soko hanya boleh dimiliki sebagai hak pakai.  
Larangan nikah sasuku 
Jika ada anak keponakan menikah sesuku maka keluarga itu akan diabaikan dari pranata suku, tidak akan dianggap ada kecuali membayar denda satu ekor kerbau putih ke adat (balope jonjang balumuik / diputus tali silaturrahmi/tidak dikunjungi lagi). 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan Padi dari sawah
Sumber Kesehatan & Kecantikan Pasak bumi/pitalo bumi sebagai obat darah tinggi Akar simbolik sebagai obat sakit pinggang Batang sice`ek sebagai obat sakit perut Daun belimbing sebagai obat demam (puasan)
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbia : sebagai bahan atap rumah warga
Sumber Sandang -
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Daun tapak leman dan daun teh untuk rending
Sumber Pendapatan Ekonomi Pohon karet, sawit, kolam ikan, keramba, sawah, kebun ubi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Kampar Nomor 12 Tahun 1999 tentang Hak Tanah Ulayat Nomor 12 Tahun 1999 tentang Hak Tanah Ulayat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen