Wilayah Adat

Modang, Pasir

 Teregistrasi

Nama Komunitas Modang Long Way Lung (Dayak Modang)
Propinsi Kalimantan Timur
Kabupaten/Kota PASIR
Kecamatan Busang
Desa Long Bentuk, Long Nah, Long Tesak, Long Beleh, Long Mahlay.
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 10.567 Ha
Satuan Modang, Pasir
Kondisi Fisik
Batas Barat Long Lees
Batas Selatan Belayan
Batas Timur Long Melah
Batas Utara Long Tesak

Kependudukan

Jumlah KK 20
Jumlah Laki-laki 883
Jumlah Perempuan 920
Mata Pencaharian utama belum ada

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Bahwa masyarakat adat Modang Long Way Lung secara umum bermukim di kampung Long Bentuk, Melan, Long Nah, Long Tesak, Long Boleh, Long Mahlay kecamatan Busang dan tersebar di Kabupaten Kutai Timur karena disebabkan oleh perkawinan maupun pekerjaan.

Komunitas Modang Long Way Lung mula-mula bertempat tinggal di daerah pertengahan sungai Atam di sebelah Mijen (kampung) bersama Suin Leing Long Beaq dan Raja (Hipui) bernama Domliah Leiju, Mein (kampung) tersebut dikutuk oleh Dewa (Kenlet) karena membuat ritual yang salah dan Mein (kampung) tersebut tenggelam menjadi danau, sebagian warga yang dapat menyelamatkan diri dan ada yang tidak dapat menyelamatkan diri. Bagi warga yang dapat menyelamatkan diri berpindah dari tempat tersebut ke kepala sungai Atan yaitu membuat Mein (kampung) bernama Diaq Hengaq Mendea. Di Mein (kampung) ini dipimpin oleh Raja (Hipui bernama Delei Dieng Laing, dari sini berpindah lagi beberapa warha untuk membentuk Mien (kampung) di daerah Guang Teweng yang biasa disebut Mein (kampung) Long Maedang dengan Raja (hipui) benrma Pok Heijang Baing Lewing. Komunitas ini juga tidak begitu lama bertempat tinggal di Mien (kampung) yang baru, mereka berpindah lagi menuju Long Wetung (senyiur) di bawah pimpinan Het Ding Hejaing anak dari Hejaing Baing Lewing dan membentuk Mien (kampung) Long Wetoung tempatnya dalam sungai Senyiut dan sampai saat sekarang masih ada pohon buah-buahan serta tiang-tiang besar itu merupakan tiang lamin. Dari Mien (kampung) berpingah lagi menyusuri sungai Menwea dan membentuk lagi Mien (kampung) Long Menwea (sekarang Muara Ancalong) Mein (kampung) ini dipimpin oleh Baw Leung Keleh. Sepeninggalnya Baw Leung Keleh maka kepemimpinan digantikan oleh anaknya bernama Hejaing Baw Leung Keleh di masa ini juga komunitas Modang Long Way Lung berpindah lagi ke hulu sungai yaitu membentuk Mei (kampung) bernama Long Tekau. Tidak lama kemudian keuasaan jatuh ke Beit Eng Yaeng di masanya juga warga dibawa berpindah lagi ke sungai Menwea yaitu membentuk Mien (kampung) bernama Long Letea. Dari Mein (kampung) ini berpindah lagi ke Long Tekung yang rajanya (hipui) bernama Lenget Lung Helaq, dari sinilah bermula adanya kerjasama dengan kesultanan Kutai karena komunitas Modang Long Way Lung membentu Sultan dalam peperangan. Sebagai tanda terimakasih Sultan tehadap Langet Lung Helaq diberi gelar Raja Dindak serta diangkat menjadi saudara, gelar ini juga merupakan lambang dari keuasaan wilayah pemerintahan yaitu mulai dari Lebaung Tellen/Muara Siran sampai air menitis. Dari Long Tekung komunitas ini berpindah lagi ke Mein (kampung) Long Juon masih dipimpin oleh Lenget Lung Helaq, kemudian berpindah lagi ke Ding Jiu Bag masa perpindahan ini dipimpin oleh Eng Yaiang anak dari Lenget Lung Helaq. Setelah dari sini maka perkampungan yang sudah membesar terpecah menjadi 2 (dua):
1. Mein (kampung) bernama Leleing Benguon dibawah pimpinan Siang Liah
2. Mein (kampung) Long Bentuk di bawah pimpinan Gah Long Tethean.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Hutan/lahan pribadi yaitu tempat untuk bercocok tanam bagi setiap individu anggota komunitas.
- Hutan klan/keluarga yaitu tempat perburuan dan pengambilan madu, gaharu, getah jelutung, pengambilan rotan alam, pengambilan kayu oleh klan/keluarga itu sendiri. Apabila klan/keluarga lain yang mau mengambil hasil hutannya maka harus ada ijin dari klan/keluarga tersebut.
- Hutan keramat yaitu merupakan hutan yang dianggap bagi suku Modang Long Way Lung adalah banyak penunggu dan roh para leluhur yang menjaga hutan berserta tanahnya. Hal ini jaman dahulu sampai saat ini harus ada ijin kepada tetua adat karena harus dibuatkan upacara agar bisa memasuki areal tersebut.

 
- Kepemilikan komunal yaitu kepemilikan secara umum oleh komunitas Modan Long Way Lung di tanah tersebut siapa saja boleh memasuki dan mengambil manfaat dari hutan tersebut namun tetap menjaga kelestariannya.
- Kepemilikan klan/keluarga yaitu tanah yang kepemilikannya berdasarkan pembersihan pohon madu dan pohon buah-buahan alam, tetapi apabila ada yang menggarap maka harus meminta ijin kepada klan/keluarga yang membersihkan pohon madu atau buah-buahan. Apabila mereka mengijinkan maka orang tesebut boleh menggarap dengan perjanjian dibuat oleh kedua belah pihak.
 

Kelembagaan Adat

Nama belum ada
Struktur Kepala Adat Sekretaris Staf
- Kepala adat bertugas sebagai hakim, pembina hakim adat di komunitas, mengadakan upaya perdamaian apabila ada permasalahan di komunitas.
- Sekertaris lembaga adat bertugas sebagai pencatat dan pemandu dalam segala upacara adat sekaligus membantu tugas-tugas kepada adat, juga sebagai haim di peradilan adat.
- Ada 3 (tiga) staf lembaga adat mereka bertugas untuk menghubungi masyarakat baik dalam upacara adat maupun dalam hal orang-orang yang bersengketa agar dapat menghadiri undangan dari Kepala Adat.

 
- Bagaimana sistem peradilan adat di komunitas anda:
Peradilan adat di komunitas Modang Long Way Lung tidak selalu ke lembaga adat namun dapat juga dibawa ke orang-orang yang dianggap mengerti adat istiadat (tokoh-tokoh adat). Apabila diantara para yang dianggap bersalah atau yang tidak bersalah merasa belum cukup penerapan hukum adatnya, maka dapat membawa sengketanya ke Lembaga Adat.
- Jelaskan tahapan penyelesaian/peradilan sengketa tersebut:
bagi masyarakat adat yang merasa haknya dirugikan oleh pihak lain maka dapat mengajukan permasalahan tersebut baik ke tokoh masyakat adat maupun langsung ke Lembaga Adat. Setelah itu maka yang keberatan memenuhi syarat-syarat terlebih dahulu, jika telah memenuhi syarat. Selanjutnya pihak yang dianggap merugikan haknya oleh si penuntut hak tadi dihubungi oleh tokoh atau Lembaga Adat agar menggapi persoalan.
- Apa nama tempat diadakan peradilan/musyawarah di komunitas anda? Lamin

 

Hukum Adat

belum ada 
belum ada 
belum ada 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan belum ada
Sumber Kesehatan & Kecantikan -
Papan dan Bahan Infrastruktur belum ada
Sumber Sandang belum ada
Sumber Rempah-rempah & Bumbu belum ada
Sumber Pendapatan Ekonomi belum ada

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 PERDA Kabupaten Paser Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Nomor 4 Tahun 2019 PERDA Kabupaten Paser Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen
2 Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2015 Tentan Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Kalimantan Timur 1 Tahun 2015 Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2015 Tentan Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Kalimantan Timur Perda Provinsi Daerah  Dokumen