Wilayah Adat

Kasepuhan Sindang Agung

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kasepuhan Sindang Agung
Propinsi Banten
Kabupaten/Kota LEBAK
Kecamatan Sobang
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 160 Ha
Satuan Kasepuhan Sindang Agung
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Gunung Bongkok
Batas Selatan Kasepuhan Pasireurih
Batas Timur Kasepuhan Pasireurih
Batas Utara Sungai Cisimeut

Kependudukan

Jumlah KK 166
Jumlah Laki-laki 280
Jumlah Perempuan 248
Mata Pencaharian utama Pertanian dan perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah singkat mengenai kasepuhan, menurut pemaparan Jaro Sindang Laya, terdapat dua orang pinter yang memiliki jalur yang berbeda berpencar ke dua tempat yaitu pasireurih dan sindangagung. Sehingga terdapat seren tahun di pasir eurih dan di sindang agung muludan. Orang pinter itu tidak tahu asalnya dari mana, menurut cerita orang pinter kesaktiannya yang satu menjadi burung dan yang satu lagi menjadi air. Yang minum air menjadi hamil yang makan burung hmenjadi hamil begitu kesaktiannya tutur jaro pasir eurih. Sejarah ini terlalu dalam , dan karena disini ada seren tahun yang pekerjanya itu turunannya sekertaris dan palawarinya. Sindang agung yang di besarkan harinya adalah 7 likur (27 mulud). Terdapat muludan dan ruahan serta seren BRWA-F021.1.0/300115 Halaman 2 dari 1 tahun gabung dan mengikuti dengan membawa sembako dan bahan makan. Kesepakatan itu terjadi sejak dulu. Menurt ceritanya, seren tahun seren tahun, mulud ka hilir, haol ke sajra. Kepemimpinan yang diketahui yaitu Uyut Permana lanjut di titipkan kepada Bapak Gapur, lalu ke Bapak Sarda dan saat ini ke Olot Solihin. Pergantian kepemimpinan pada Kasepuhan ini berganti pada saat pemimpin adat meninggal dunia dan digantikan dengan keturunannya. Hal yang dapat dilihat langsung adalah adanya makan kramat yang berada di Rumah Adat. Selain itu, ada beberapa prasasti dan alat-alat perkakas dan barangbarang keturunanpun ada di turunkan untuk dijaga dan disimpan oleh pemimpin adat

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pembagian Ruang menurut pemaparan ketua adat, kawasan kasepuhan terdiri dari dua yaitu Hutan titipan dan kawasan tanah kasepuhan yang terdiri dari rumah kramat, rumah warga, persawahan, dan kebun. Kasepuhan ini termasuk yang memiliki wilayah yang cukup kecil dengan total mencapai 160,26 Hektar (Ha). Wilayah titipan ini terjadi sejak dahulu dengan kesejarahan para pemimpin kasepuhan sindang agung diberikan amanah titipan untuk dijaga dan dilestarikan hutan titipan tersebut. Titipan ini diberikan pada penerus selanjutnya dan olot solihin dengan pengelolaan hutan lebih kepada mengikuti yang sudah ada dan terjadi sejak dulu. Pengaturan pengelolaan batasan dipegang oleh keluarga yang memanfaatkan lahan tersebut jadi ketua adat hanya mengontrol saja. Semua jenis pelarangan dan pantangan di pegang tiap-tiap warga. 
Tanah Individu : Tanah yang di kuasai dan di
kelola oleh per orangan
 Tanah adat : tanah perorangan yang di kuasai
dan di kelola oleh masyarakat adat
 Sawah : budidaya tanaman pangan (padi),
budidaya ikan dan belut
 Ladang atau kebun : budidaya kopi, kakoo,
BRWA-F021.1.0/300115 Halaman 3 dari 1 rindu, pedes, lada, palahijo, pisang, singkong
 Hutan :tanaman kayu dan cengkeh
 Pemukiman : rumah warga, fasilitas social dan
umum 

Kelembagaan Adat

Nama Kaolotan Sindang Agung
Struktur Ketua AdaT (Olot)  Sekertaris Kasepuhan  Bendahara Kasepuhan  Urusan Kasepuhan  Palawari Dalam - Tukang Masak - Tukang Suluh (Kayu Bakar) - Tukang Goa (Tempat Penyimpan makanan) - Tukang Beberes - Tukang Piring - Tukang Nyuguhkeun kaemaman (Bagian Prasmanan)  Palawari Luar - Tukang Beberes halam luar - Tukang pergi kaluar kabutuhan kasepuhan (Pergi keluar Rumah kasepuhan seperti membeli kebutuhan dapur, rumah sampai bila ada kekurangan) - Urusan diluar Imah Kasepuhan (Semua urusan penugasan yang diluar rumah kasepuhan)  Bengkong  Tukang Doa  Tukang Motong Hewan
Musyawarah dan mufakat 

Hukum Adat

Dilarang memasuki hutan berikut dengan kegiatannya seperti mengambil hasil hutan kayu dan non kayu dihari selasa, jumat dan sabtu. Menurut penuturan ketua adat, akibatnya seperti kualat biasa seperti panas tinggi, pusing, meriang dan susah jalan itu terjadi begitu saja bila melanggar aturan adat. Kualat itu datang dari hutan titipan itu sendiri.
- Boleh mengambil dan memanfaatkan hutan tetapi tidak boleh merusak seperti mengambil berlebihan kayu nya dan non kayunya.
- Pamali yang ada di hutan titipan, dilarang meludah, dilarang koncolah (aktifitas yang berlebihan) bila melihat atau ada hewan buas seperti ular diemkan
saja jangan di ganggu (ceritanya, bisa jadi hewan tersebut jadijadian atau hantu penunggu)
 Pengelolaan persawahan
- Larangan beraktifitas di sawah
pada hari Jumat dan minggu. Berikut alesannya hanya pamali dan melanggar akan mendapatkan kualat seperti sakit kepala dan panas badan mendadak. Proses hukuman yang melanggar itu dadakan dan bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga warga yang melanggar harus menemui ketua adat dan meminta maaf kepada alam atau leluruh yang
menjaga kawasan. 
Apabila ada yang melanggar aturan maka langkah pertama ditegur dan dinasihati, jika dua kali berturut turut tetap melanggar maka kasepuhan menyeraahkan kepada pemerintah desa untuk dibina 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Sumber pangan terdapat padi sebagai sumber pangan utama kasepuhan ini serta terdapat umbiumbian yang ditanam warga. Selain itu terdapat tanaman kacang-kacangan yang ditanaman di pinggiran sawah. Terdapat pohon kepala yang dimanfaatkan untuk dikonsumsi dan keperluan warga.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sumber kesehatan terdapat di kasepuhan ini seperti kencur, kunyit, palawija dan lainnya yang ditanam oleh warga
Papan dan Bahan Infrastruktur Sumber papan terdapat jenis kayuan seperti jabon kiamon/jenjeng dan aprika yang dipergunakan untuk keperluan papan dan ekonomi dijual di desa atau luar desa
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi sumber pendapatan ekonomi seperti hasil kayu yaitu jabon, jenjeng/kiamon dan afrika. Hasil non kayu yaitu memanfaatkan pohon aren untuk dijadikan gula merah.

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 PERDA kabupaten Lebak Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat kasepuhan Nomor 8 Tahun 2015 PERDA kabupaten Lebak Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat kasepuhan SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen