Wilayah Adat

Leu Karamuan Jaga Leket

 Teregistrasi

Nama Komunitas Masyarakat Dusun Malang Leu Karamuan
Propinsi Kalimantan Tengah
Kabupaten/Kota BARITO UTARA
Kecamatan Lahei Barat
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 19.909 Ha
Satuan Leu Karamuan Jaga Leket
Kondisi Fisik Perbukitan
Batas Barat Batas Lukun Pendreh Kecamatan Teweh Tengah (Km 62 Jalan Lintang Puruk Cahu dengan Muara Teweh...
Batas Selatan Batas pinggir Hungei Barito dan Hungei Melalali Naik mengikuti kuntur tanah tembus di jalan negara km 25 jalan lintas muara teweh - puruk cahu...
Batas Timur Batas Hungei Witu (Sungai Barito) dengan Leu Benao Hulu.
Batas Utara Batas dengan Desa Makunjung ke arah timut dipinggir sungai barito bukit pemancar, dan lurus mengikuti kuntur tanah arah barat hulu hungei blang, dan hungei tidien

Kependudukan

Jumlah KK 224
Jumlah Laki-laki 440
Jumlah Perempuan 440
Mata Pencaharian utama menyadap karet, memotong rotan dan berladang serta mencari getah damar).

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat Adat Karamuan telah lama mendiami wilayahnya sejak abad ke 17 masehi. Namun resmi menjadi sebuah komunitas/ kampung pada tahun 1900 atau abad ke 19 masehi. yang pada masa itu dipimpin oleh seorang yang bernama "Leket" dengan jabatan sebagai "Jaga" oleh pemerintah jaman Belanda dan "Leket" adalah orang pertama yang menjadi pemimpin di karamuan. Wilayah yang dikuasai air, daratan dan udara diatasnya. Berdasarkan kesepakatan para pemimpin dan mastarakat adat kkomunitas bersambitan, maka sebelah timur berbatasan langsung dengan sungai Barito, Sebelah barat berbatasan dengan komunitas Pendreh j;/ Negara km 62-32 dan 32 batas alam. Sebelah selatan berbatasan denga komunitas Nihan Hilir pinggir kali Barito sungai Malalai darat Km 25 jl. Muara Teweh Puruk Cahu. Sebelah utara berbatasan dengan komunitas mangkunjung, pinggir kali Barito, sungai muhun, Km 62 jl. Muara Teweh -Puruk Cahu. Dengan luasan wilayah 19.908.5 Ha. Komunitas masyarakat adat Karamuan terletak di Wilayah kecamatan lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalomantan Tengah.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Karengkang Adat adalah hutan yang dilindungi untuk anak cucu/ generasi selanjutnya
2. Karengkang Uneng Karamat adalah Tempat roh-roh gaib
3. Karengkang Uneng Tawas Tumbar adalah Tempat mencari obat-obatan tradisional
4. Karengkang Uneng Usaha adalah tempat berusaha mencari rotan, damar dan berburu
5. Karengkang Uneng Sungkume adalah hutan cadangan untuk berladang
6. Kebun Raba Masyarakat adalah kebun campuran seperti karet, rotan dan buah buahan
7. Karengkang Uneng Eha Kenah adalah tempat khusus berburu ikan dan binatang 
Tane lau Karamuan, Tane de la taka de kenelola leu Karamuan (Wilayah Komunitas Adat di Karamuan pada waktu dulu zaman jaga lenket dalam penguasaanya dan pengelolaannya terdiri dari
- Warisan Turunan Taka (Tanah Milik Bersama)
- Tane warisan dimiliki oleh keluarha (Dimiliki/dikelola secara kekeluargaan, dan bisa dimiliki perorangan berdasarkan kesepakatan dalam keluarga)
-Milik perprangan berdasarkan kesepakatan membuka lahan Sendiri
 

Kelembagaan Adat

Nama Leu Karamuan Dambung Sirang Dusun Malang Kedamangan Lahei Barat
Struktur Mantir Adat : 1. Ketua Adat 2. Wakil Ketua Adat 3. Sekertaris Adat
Mantir Adat:
1. Ketua Adat bertugas memimpin musyawarah adat dalam memutuskan perkara adat baik masalah sosial, tanah adat dan hak adat;
2. Wakil Adar berfungsi membantu ketua adat dalam pelakasanaan perkara adat dan jika kepala adat tidak ada ditempat maka musyawarah digantikan oleh wakil adat
3. Sekertaris adat berfungsi mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan oleh mantir adat di desa dan melamporkan kepada damang di kecamatan
4. Penghulu Adat berfungsi menangani masalah pernikahan dan perceraian 
Simpun Dudun : Dilaksanakan di Balai/ Bentang Karamuan untuk musyawarah mufakat. 

Hukum Adat

1. Barangsiapa yang merusak kelestaran dan keutuhan kerenkangAdat keramat, SImpung Kerenkangm Baling Ume dan Pulau Raba sebagaimana dimaksud pada ayat 3 diatas dikenakan denda adat bulot bahanoi dengan jumlah nilai 7000 bulot bahanoi 
1. Kalau ada orang meninggal tidak boleh membuat keramaian, kalau melanggar akan dikenakan sangsi 10 keping/ Rp. 100.000
2. Pada saat pelaksanaan upacara tiwah mengakibatkan adanya meninggal dunia karena diseruduk atau ditabrak kerbau akan diberikan santunan berupa piring putih dan kerak nasi
3. Apabila terjadi perselingkuhan denga orang yang sudah berkeluarga maka akan mendapat sanksi mengganti dua kali lipat dari seluruh biaya pernikahan sebelumnya 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, umbi kayu, ubi jalar, holtikultura, kacang, jagung, terong, humbut manau, humbut irit, humbut sawit, lombok, bayam, kangkung, sawi, rambutan, durian, cempedak, manggis
Sumber Kesehatan & Kecantikan Akar Mengkudu dan BUah Mengkudu Jangkut Kucing,, Akar Pasak Bumi 9 Sakit Pinggang, Akar Saluang Belom, Akar Kuning( Biri Biri atau penyakit kuning) Tawas Urun dan Lamping Ayou (Sakit Perut), Pucuk Nangka Belanda, Kulit Kapuk (Obat Diabetes), Pucuk Kayu Kareho (Obat Sakit Mag), Akar Tawar Seribu (malaria), RUmput Buncar (Obat mencret), Akar Pohon Mengkudu hutan (Obat Kena Sembelit), Bungo Dusun (obat panas dalam), Akar Cocok Bebek (Obat Batuk dan diare), Akar Sangkarukut (Obat Demam dan Sakit Perut), Kulat Jala Langit (pupur wajah)
Papan dan Bahan Infrastruktur - Pohon Kayu Ulin Digunakan untuk tiang dan tongkat bangunan - Pohon Kayu Batu/ Pangin Jungau digunakan untuk gelagar, galang dada, guntung, malang, kasau, papan, bangunan - Pohon kayu meranti/ kayu kerenkang digunakan untuk reng, malang bangunan
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu sarai/ serei, kunyit, kencur, lengkuas, jahe, bawang, sahang
Sumber Pendapatan Ekonomi Karet/ Raba dan Uwei/ Rotan