Wilayah Adat

Op Ronggur Simanjuntak

 Teregistrasi

Nama Komunitas Op Ronggur Simanjuntak
Propinsi Sumatera Utara
Kabupaten/Kota TAPANULI UTARA
Kecamatan Sipahutar
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 47.487 Ha
Satuan Op Ronggur Simanjuntak
Kondisi Fisik
Batas Barat Sipahutar
Batas Selatan Desa Tapian Nauli
Batas Timur Desa Parlombuan
Batas Utara Batu Garaga

Kependudukan

Jumlah KK 133
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama Bertani (Ladang, Kebun, Sawah), Beternak (ayam, babi, kerbau, anjing,).

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Tombak & Parhaminjonan

Pemukiman

Parhaumaan (Persawahan)

Perladangan

Parjampalan (Tempat Penggembalan Ternak) 
Ripe-ripe: Kepemilikan secara komunitas/serumpun.

Panguppolon: Kepemilikan secara keturunan.

Parjappalan: Tanah untuk penggembalaan ternak.

Panjaean: Tanah yang diwariskan kepada anak laki-laki.

Pauseang: Tanah yang diwariskan kepada anak perempuan.Raja 

Kelembagaan Adat

Nama Dalihan Na Tolu.
Struktur Dongan Tubu (Kelompok Se-Marga), Boru (Kelompok Marga yang mengambil istri dari Suatu Marga), Hula-hula (Kelompok pemberi wanita)
Dongan Tubu : Pihak yang membantu suatu marga dalam suatu hajatan atau pembahasan. Biasanya Dongan tubu itu berperan sebagai teman bermusyawarah dan juga dianggap sebagai suhut paduahon (empunya hajatan kedua) karena masih dalam suatu kelompok marga yang sama.

Boru : Pihak yang mengambil istri/ wanita dari sebuah marga, biasanya menjadi Parhobas (panitia) dalam suatu hajatan dari marga istrinya.

Hulahula : ialah kelompok marga istri, diyakini sebagai sumber berkat. Hulahula sebagai sumber hagabeon/keturunan. Keturunan diperoleh dari seorang istri yang berasal dari hulahula. Tanpa hulahula tidak ada istri, tanpa istri tidak ada keturunan.
 
Melalui Musyawarah Mufakat yang disebut dengan Tonggo Raja 

Hukum Adat

Tombak Raja (Hutan yang dimiliki secara ripe-ripe atau kolektif) tombak ini disepakati sebagai hutan larangan yang tidak bisa diganggu karena merupakan penyedia air bagi masyarakat adat. 
Maniti ari atau melihat dan menentukan hari yang tepat dalam menyelenggarakan suatu hajatan, seperti memulai masa tanam dan lain sebagainya, melalui parhalaan (penanggalan atau kalender batak) yang berdasarkan pergerakan bulan dan bintang. Jadi semua masyarakat harus mengikuti aturan ini.

Marsiadapari atau gotong-royong ( biasanya dilakukan oleh masyarakat secara bersama-sama untuk mempercepat kerja-kerja dan memupuk rasa solidaritas. Contoh ladang si A yang sudah ditentukan dalam musyawarah untuk dikerjakan terlebih dahulu, akan dikerjakan oleh semua masyarakat, begitu pula seterusnya ketika ladang si A sudah selesai maka Si A akan membantu mengerjakan ladang si B.

Tombuk tano : raja bius membuka pekerjaan (pertama sekali mengelola tanah) lalu masyarakat huta memulai bekerja di sawah

Pesta Panaburnaburon : membawa benih ke gereja untuk didoakan agar hasil panen berlipat ganda

Marhontas : Doa syukuran supaya berhasil dalam upaya pencarian kemenyan (membawa ituk gurgur dan aging)

Mangamotamoti : ritual keluarga bersyukur atas padi yang baru dipanen

Pesta gotilon : membawa hasil panen ke gereja untuk ucapan syukur atas panen
 
Contoh :

Jika ternak babi masuk ke ladang maka pemilik ladang berhak membunuhnya, mengambil kepala babi dan memberikan dagingnnya kepada pemilik babi tersebut

Jika ternak kerbau merusak ladang maka pemiliknya akan didenda sesuai dengan kerugian yang diderita oleh pemilik ladang

Dalam Hal perselisihan batas tanah maka proses penyelesaiannya dilakukan oleh Tetua Adat dimana kedua belah pihak yang berselisih diwajibkan membuat perjamuan makan untuk perdamaian (marindahan sampur).

Jika seseorang melakukan suatu tindakan yang membuat kampung malu, maka sanksi yang dikenakan adalah “mangindahani”atau memberikan orang satu kampung makan.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Padi, Umbi-umbian, Jagung, Kacang Tanah, Nenas, Alpukat, Coklat
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tanaman obat seperti Jahe, kunyit, Ampapaga (tanaman yang daunya seperti tapal kuda) Kemenyan (Tanaman Endemik Tanah Batak) yang menjadi bahan baku berbagai produk kosmetik dan parfum serta sekaligus obat-obatan
Papan dan Bahan Infrastruktur Pinus, Meranti, Anti Api, Rotan.
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, Rias atau Lengkuas, Kunyit, cabai, kemiri,
Sumber Pendapatan Ekonomi Paling banyak dari bertani tanaman nenas, padi dan kopi