Wilayah Adat

Toriomog Sidole

 Terverifikasi

Nama Komunitas Sidole
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota PARIGI MOUTONG
Kecamatan Ampibabo
Desa Sidole Timur, Sidole Induk, Sidole Barat, Tombi, Pangku. Tanampedagi, Aloo.
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 9 Ha
Satuan Toriomog Sidole
Kondisi Fisik Pegunungan,Perairan
Batas Barat Sebelah Barat berbatasan dengan , Kec. Sindue Kab. Donggala
Batas Selatan Sebelah Selatan dengan WA Towera,
Batas Timur Sebelah Timur dengan , Desa Ampibabo utara, Desa Ampibabo timur, Desa Ampibabo, Desa Paranggi, Desa Ogolugus, Desa Toga, Desa Tolole Raya dan Desa Tolole Induk
Batas Utara Sebelah Utara dengan, Desa Buranga, Desa Lemo, Desa Lemo Tengah dan Desa Lemo Utara

Kependudukan

Jumlah KK 750
Jumlah Laki-laki 2431
Jumlah Perempuan 1432
Mata Pencaharian utama Bertani dan berkebun

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Konon ada sepasang suami istri yang bernama linduala dan tandilino. Linduala yang berarti genangan air kuasa allah dan tandeilino artinya jemputan siang, dan ada sebuah kayu yg bernama sidole, yg menjadi nama kampung sidole namun seiring dengan kedatangan penjajah belanda Sejak tahun 1695 nama desa toriomong diganti oleh belanda menjadi torilore yang artinya orang bodoh. Sepasang suami istri yang merupakan orang pertama di sidole memperanakan 7 orang yaitu

1 remeinta (perempuan) artinya keterangan yang jelas
2 lasalemo (laki-laki) kebersamaan
3 intarame (perempuan) artinya jelas terang
4 mulajadi (laki-laki) pertama ada
5 mulahu (laki-laki) artinya mulai kerja
6 indalara ( perempuan) artinya baik hati
7 mogundu (laki-laki ) harum

Dari ke tuju orang anak sepasang suami inilah penduduk desa torilore semakin banyak, reme inta intarame mendapatkan jodoh dari suku mandar dan bugis namun setelah menikah mereka mengikutiti tempat suaminya dilahirkan dikampung halaman suaminya sedangkan lasalemo mulajadi dan mulahu merantau ke pante barat, tanah bugis dan sebagainya sehingga munculah somba ri goa (rumah dalam goa) mangkao ri bone 9 raja di bone pajung ri luwu sompa raja tana kailisedangkan indalara dan mangundu menetap tinggal di kampungnya dan menikah dengan nuru sakit maga dengan mengunakan adat kayori yang berasal dari keturunan indolara serta di tamba dengan keturunan saudara-saudara mereka pulang dari merantau di negeri orang sampai ke kampung halamannya

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Pampa : Kebun kecil
- Jong : Perkebunan yang lebih luas
- Ulat : Bekas Kebun
- Alas : Hutan Rimba

 
Komunal dan Individu

Komunal : Penguasaannya ialahss orang tua dahulu membagi tanah berdasarkan ntina/marga kepada keturunannya. Pengelolaanya berdasarkan keputusan marga yang memiliki tanah dan melibatkan lembaga adat.
 

Kelembagaan Adat

Nama Tomogulang nuada Sidole
Struktur Balengga ntinuvu nuada Tomaoge nuada Bambara pangulu nuada Polisa Pasipinjidi Pasipinggana
Balengga ntinuvu nuada : Koordinator
Tomaoge nuada : Penasehat
Bambara pangulu nuada : Ketua
Polisa : Bendahara
Pasipinjidi : Wakil ketua dua
Pasipinggana : wakil ketua satu
 
Kasiromu 

Hukum Adat

Ritual Nompakoni adalah ritual sebelum dilakukan penanaman dalam sebuah lahan 
- Nisasa atau Nosimpogau
Perbuatan asusila yang dilakukan antara bapak dan anak
- Gumpate atau Petunai: Perbuatan seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang mengakibatkan perempuan itu malu. Bila hal ini terjadi dikenakan givu satu ekor kerbau
- Pemakodi: Perbuatan penghinaan pada seseorang baik dari segi agama, suku, bahasa maupun dalam rumah tangga dikenakan givu satu ekor kerbau
 
- Pemakodi
Perbuatan penghinaan pada seseorang baik dari segi agama, suku, bahasa maupun dalam rumah tangga dikenakan givu satu ekor kerbau
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Kacang (canggore), Ubi (kasubi), Jagung (Jole), Sagu (labia), Pisang (loka), Ubi Hutan (ombot), Durian (dulian), Langsat (lonsat), Enau (bagis), Kenari (palado), Papaya (papaya), Kelapa (niu), Manga (taipa), Nenas (nenasi), Kambing (Auda), Sapai (saping), Ayam (manu), Ikan (bau ), Udang (lamale), Ikan gabus (tintinong), Sidat (masapi), Ulat sagu (abato), Kepiting (takeke) Keong danau (atapo), Siput (bibiah), Pakis (pau ), Rebung (robu), Ujung rotan (uvu ), Daun singkong (long kasubi), Bayam (sabala), Bunga papaya (bansa papaya), Kangkung (tango), Kelor (ramongge ), Sayur lilin (bio baku), Kacang Panjang (tambue).
Sumber Kesehatan & Kecantikan Daun bengkudu / long bengkodo : penyakit dalam Bunga belimbing / bansa takule : sakit gigi Kencur /sul : magh Daun srikaya / long sarikaya : darah tinggi Bunga sirsak / bansa sarikaya : darah tinggi kolestrol
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu : untuk tiang konseng (pintu jendela ), pintu Bambu: rangka bagian atas rumah Pasir, Batu Kali : campuran semen Daun Rumbia : atap Rotan : mengikat Batang Kelapa : rangka atas bangunan rumah
Sumber Sandang Kulit kayu
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kunyit (unit), Kemiri (capili ), Lengkuas (balintua), Serey (tibabanoy), Jahe (ula), Burica (marica )
Sumber Pendapatan Ekonomi Petani Coklat, Kopi, Cengkeh, Ubi, jagung, mangga