Wilayah Adat

Lebu Batilap

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Bakumpai
Propinsi Kalimantan Tengah
Kabupaten/Kota BARITO SELATAN
Kecamatan Dusun Hilir
Desa Batilap
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 21.339 Ha
Satuan Lebu Batilap
Kondisi Fisik Dataran,Lahan Basah
Batas Barat ........??? Kabupaten Kapuas
Batas Selatan Dusun Muara Puning di .....?????
Batas Timur Lebu Teluk Betung Jalan P2D
Batas Utara Lebu Batampang di......????

Kependudukan

Jumlah KK 249
Jumlah Laki-laki 247
Jumlah Perempuan 349
Mata Pencaharian utama Nelayan Ikan Rawa, Danau dan Sungai

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Penduduk Batilap berasal dari pecahan masyarakat Rangga Ilung kecamatan jenamas kabupaten barito selatan di perkirakan masyuknya orang Rangga Ilung ini di perkirakan pada tahun 1940 kemudian berusaha dan bermukim pertama kali di Batilap. Usaha penduduk pada waktu itu mencari ikan selain itu menebang kayu pada musim air banjir. Nama Batilap menurut asal-usulnya diambil dari nama sungai Batilap, karena di sekitar pinggiran sungai tersebut banyak pohon-pohon kayu tilap. Pada tahun 1945-1950 usaha penduduk cukup banyak, kondisi sumberdaya alam masih relatif utuh. Pada waktu itu cara pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan dengan menggunakan alat tangkap tradisional seperti lokah, pangilar, banjur, rawai, hampang rengge, dan tabing ukuran jarang yang tertentu. Jika musim kemarau panjang penduduk mengambil atau memanen ikan dibeje/sumur ikan.
Pada musim banjir menebang kayu dengan ukuran panjang tertentu seperti pohon balanggiran dengan ukuran 6 depa sampai 12 depa jenis karuwing, lanan dan madang 8 meter panjangnya, sedangkan alat penebangan secara tradisional seperti beliung dan gergaji. Pada tahun 1960-1970 penduduk semakin bertambah, berdatangan dari kampung lain seperti Rangga Ilung, Mengkatip, Damparan dan lainnya. Pada tanggal 10 pebruari tahun 1980 Batilap menjadi Desa Depenitip.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pematang digunakan untuk kebon rotan irit dan rotan dandan
Tayap ; wilayah tangkapan ikan masyarakat pada saat musim banjir dan musim kemarau
Padang ; tempat pengelolaan beje
Janah ; tempat mencari kayu dan mencari kulit gemur
 
Dapat dari warisan orang tua. Kebun palaku (kebun palaku ini di berikan oleh martua atau orang tua mempelai laki laki untuk menantu perempuan), membeli.
Membuka lahan baru.
 

Kelembagaan Adat

Nama Dewan Adat Dayak (DAD)
Struktur 1. Ketua Mantir Adat (Mantir Ha'I); 2. Sekretaris dan Wakil Sekretaris; 3. Bendahara dan Wakil Bendahara; a. Komisi Penggalian, Pengkajian, Pengembangan Pelestarian Adat-Istiadat dan Budaya Dayak : b. Komisi Pengaturan dan Pengurus HakHak Masyarakat Adat (Individu/Kelompok) : c. Komisi Penyelesaian Perselisihan/Persengketaan/PerkaraPerkara Perdata/Pidana yang Diselesaikan dengan Hukum Adat :
Mantir dan anggotanya menginventarisasi lahan kepemilikan dan menerbitkan SKTA bila ada permintaan dari warga, menyelesaikan atau mendamaikan perselisihan antara warga  
Lembaga adat atau mantir adat melakukan rapat  

Hukum Adat

Manyanggar atau manengga lewu (selamatan) dan maancak (memberikan sesajen untuk penunggu hutan) bila melakukan penggarapan atau pembukaan lahan atau
masyarakatnya bila dapat rejeki melimpah.  
Basalamatan bila melakukan pembukaan lahan atau untuk memulai pekerjaan yang berkaitan dengan alam atau hutan contohnya membuat Beje dan menebanga kayu. Basalamatan dilakukan juga bila salah sorang warga membangun rumah atau batajak tiang rumah, mandi-madi pasangan calon pengantin sebelum pelaksanaan hari”H”, palaspidan bagi bayi yang baru lahir dan sudah berumur 2 minggu  
Memutuskan Penyelesaian perwatasan (batas Tanah) hak milik atau kebun dan sungai, perkelahian, Singer atau denda adat bagi pasangan muda-mudi yang melakukan kawin lari “ HATAMPUT” dari kampung lain atau sebaliknya bila masuk wilayah Lewu hal ini bisa menimbulkan Lewu sial dan panas.  

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan Jenis sembako Berasal dari luar Lewu yang di bawa oleh pedagang dari Hulu Sungai (Hamuntai) ikan diperoleh dari sungai, namun ada warga juga memnafaatkan halamat rumah untuk Tanaman Lombok, mangga, jambu biji, obi kayu, labu kuning, buah karawela, buah pare, kacang, lengkuas dan kunyit jenis tanaman musiman ini pun hanya di lakukan saat musim kemarau.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Daun galinggang untuk obat kulit, kumpai enyak untuk penghitam dan penyubur rambut, akar rahwana untuk kejantanan pria, akar dan kulit ehang untuk obat diare atau sakit perut.
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Balangiran, Teras Balangiran, kapur naga, lanan, karuing, parupok, cemara, mahang, tilap, jingah.
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Asam bujuk, humbut Rotan, daun taya, pucuk kayu mampai, pucuk tagarun, kenyem (buah Gunalo), kunylengkuas, serai.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kebun Rotan, Beje (kolam Ikan Rawa), sungai dan ikan