Wilayah Adat

Legong

 Teregistrasi

Nama Komunitas Legong
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota KETAPANG
Kecamatan Simpang Hulu
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 6.576 Ha
Satuan Legong
Kondisi Fisik Perbukitan
Batas Barat Kuala Randau, Desa Semandang Hulu
Batas Selatan Desa Kenanga
Batas Timur Desa Tembaga
Batas Utara Kualan Hulu

Kependudukan

Jumlah KK 347
Jumlah Laki-laki 105
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Paling awal berasal dari daerah Tamak Rawang, kecamatan Sukadana, di pantai selatan Karimata sekitar abad 16-17 mereka bermigrasi ke pedalaman, menuju daerah Banua Simpakng atau Tonah Simpakng Sakayu dengan pemimpin suku bernama Mangkgu Lurah, Perbindahan diakibatkan daya dukung hasil alam yg tidak memadai serta terdesak akibat konflik dengan para pendatang suku melayu yg berasal dari Riau dan Semenanjung Malaka.Mereka tidak mau dijajah dan tidak mau masuk agama Islam. selanjutnya Perpindahan, dari wilayah sungai Sibo, Hulu Kuala Randau. Zaman itu Temenggungnya Kek Kenuroh.

Kek kenuruh mencari lahan baru untuk berladang, berburu dan menangkap ikan. Tempat baru yang dituju adalah hulu sungai Semandang. Tepatnya di Legong. Dari mulai membuat pondok --- Dukuh --- kampung Legong.

Mendirikan Keramat ‘ di Legong, dengan gelar “ Orang Kaya Mungku Bumi”
Keramat ini digunakan tempat :
1. Adat Ngangko ---Kesehatan
2. Adat Beniat Buleh padi
3. Adat Mapak Buah
4. Adat Mulakng Buah
Setelah “ Legong “ /Teluk dgn air yg berpusar rusak, akibat erosi tanah dari hulu akibat beroperasinya perusahaan HPH PT . Erna. Logpond PT.Erna berada di kayu Tunu Kabupaten Sanggau. Masih aktif sampai sekarang.

Karena lokasinya rusak, maka masyarakat mendirikan keramat baru , tidak terlalu jauh dari tempat keramat sebelumnnya. Keramat ini didirikan Pebantatn dan terdapat durian yang unik, Unik karena pohonnya rendah, walaupun umurnya sudah tua. Keramat ini disebut “ Keramat pebantatn” dan gelarnya Patih Hitam Pelindung Kampung Ria Muda Jaga Benua ( 2010)

Pak Lepan, Sebagai Domong, Mendirikan Tiang Bendera. Pendirian tiang bendera dengan adat 4 real, dengan barang adatnya: Bokor tembaga, Tuak setempayan, ayam 7 ekor dan babi 2 ekor.
Bendera diberi oleh Demang dari Simpang Dua. Bendera Merah Putih yang diberi berukuran 2 M X 3 M. Untuk mengibarkan bendera masyarakat menggunakan tali rotan.

Mendirikan sekolah partikelir, dengan fasilitas 1 lokal bangunan, berlantai Tanah dan berdinding bambu. Gurunya 1 orang, bersal dari kampung Baya—Sekarang di daerah Desa Mekaraya, kecamatan Simpang Dua.

Rumah betang di kampung Legong dibongkar, Pak Ami menjabat Lurah. Pembongkaran rumah betang terjadi disaat Zaman Pak LIMPO, sebagai Camat di Simpang Hulu, alasan pembongkaran karena kebakaran dan adanya issu PENEBOK. Penebok akan mudah menombak dari bawah rumah.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pemukiman
Durian
Rimba
Karet
Tembawang
Tengkawang
 
Praktek pengelolaan dan usia tembawang secara luas menentukan komposisi tumbuh-tumbuhan. Tembawang dapat dibedakan menurut pola kepemilikannya yang berubah seiring dengan usia, dan berpengaruh terhadap praktek pengelolaannya :
1. Tembawang milik bersama; hak pemanfaatannya dimiliki bersama-sama penduduk satu kampung atau lebih.
2. Tembawang warisan tua; berusia 3 sampai 6 generasi yang dimiliki oleh kelompok keturunan.
3. Tembawang warisan muda; berusia 1 sampai 2 generasi dan hak pemanfaatannya dimiliki bersama-sama oleh keluarga besar.
Tembawang pribadi, tembawang muda yang dimiliki secara perorangan
 

Kelembagaan Adat

Nama -
Struktur • Rangkaya • Kenuroh • Petinggi • Pateh • Tomongokng • Singa • Domong

Hukum Adat

Denda adat jika melakukan hal berikut;
Membunuh – Sengaja Pohon Buah.
Membunuh – Tidak Sengaja
Menbakar Tembawang ( Tapi pohon tidak mati)
Mencuri buah
Mau Meladangi Lahan – Bawas Muda
Mau Meladangi Rimba
Mencuri Penginget/ lebah
Menuba
Luka Kerja di ladang
Menutup Jalan Usaha Orang Lain
Nongku Dori ( Mencuri Babi)
Mencuri Ikan di Penangkap ikan ( Bubu, Tekalak, dll)
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Kaman **** Santan Aih Jawa Kapar Sarang Kaloi Tae Ramanse Mayang Mengurai Tungkat Rondah Kamayauw Tungkis Kelampai Kumpang Rosa’ Kemora + Empangi hitam Empangi Rosat Sawa’ Sengkuang Arang Lambui Ulat Remayong Sambas Lele Banjar Simpur Garimis Sorai Kebaokng Jala Miaju Simbal
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi