Wilayah Adat

Kampung Sungai Binti

 Teregistrasi

Nama Komunitas Balai Sungai Binti
Propinsi Kalimantan Selatan
Kabupaten/Kota HULU SUNGAI SELATAN
Kecamatan Loksado
Desa Kamawakan,
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 860 Ha
Satuan Kampung Sungai Binti
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Balai Bidukun (Desa Malinau), Kecamatan Loksado
Batas Selatan Balai Lahung Kipung (Desa Belawaian – Kab. Tapin)
Batas Timur Balai Bumbuyanin (Desa Kamawakan), Kecamatan Loksado
Batas Utara Balai Bumbuyanin (Desa Kamawakan), Kecamatan Loksado

Kependudukan

Jumlah KK 26
Jumlah Laki-laki 48
Jumlah Perempuan 58
Mata Pencaharian utama Pekebun Karet Kayu Manis, Keminting (Kemiri)

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Nama Sungai Binti Berasal Dari Nama Sungai, Tokoh Yang pertama kali memimpin Balai ini bernama Datu Matangking, kemudian dilanjutkan oleh Bancolok (Pang Kusui), kemudian Asum, selanjutnya Balai ini dipimpin oleh Idar sampai sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pahumaan : Tempat untuk menanam padi yang berhubungan dengan ritual adat.

Kabun : Termasuk hutan produksi lokal misalnya (Kemiri, Kayu Manis dan kebun karet).

Jurungan : Hutan yang bisa dimanfaatkan untuk Pehumaan kembali setelah jangka waktu 5-7 tahun.

Kayuan : Hutan yang tidak bisa di ganggu tanpa ada kesepakatan warga setempat dan hutan kayuan tidak boleh di tebang atau keramatkan oleh warga setempat.

Karamat : Tempat yang di sakralkan oleh warga setempat seperti kuburan dan tempat bertapa,dan tempat tersebut tidak boleh di rusak oleh masyarakat setempat termasuk orang luar.
 
1. Hak Perorangan : Hak yang di dapatkan dari proses jual beli atau membuka ladang baru.
2. Hak Komunal : Hak yang di kelola bersama.
3. Hak Waris : Hak yang diturunkan dari nenek moyang atau orang tua.
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Balai Sungai Binti
Struktur Tutuha Balai, Pangulu
Tutuha Balai :
1. Pengambil keputusan tertinggi untuk yang berhubungan dengan pihak luar.
2. Memimpin Upacara adat pada tingkat komunitas.
3. Mengetahui batas batas wilayah dengan wilayah adat lain.
4. Mengetahui batas batas pemanfaatan lahan sesuai dengan pemanfatan tradisi dan adat yang berlaku.
5. Melakukan pemantauan pemanfaatan lahan komunitas maupun individu.
6. Mengetahui batas batas kepemilikan lahan secara perorangan.

Pangulu :

1. Pengambil keputusan pada tingkat internal wilayah Balai Adat.
2. Melaksanakan mandat aturan aturan adat dari Pangulu.
3. Pelaksana ritual ritual adat seperti perkawinan, kematian dan kelahiran.
 
Musyawarah dan di putuskan oleh Penghulu Balai apabila tidak selesai baru ketingkat Damang  

Hukum Adat

1. Dalam areal keramat seperti kuburan, keberadaannya tidak ada boleh diganggu dalam bentuk apapun.
2. Dalam kawasan Kayuan (sebuah kawasan perlindungan tradisi), pemanfaatan kayu sangat di batasi. Hanya diperbolehkan untuk kebutuhan subsiten seperti rumah dan balai adat. Tidak diperbolehkan sama sekali untuk alasan komersial.

Jika melanggar, maka akan diputuskan dalam peradilan adat yang dipimpin oleh Tatuha Balai. Diputuskan jenis pelanggarannya dan di tetapkan denda adat dengan ukuran tahil. Hukuman paling berat adalah di usir dari komunitasnya.
 
Perselisihan karena tapal batas tanah orang per orang, maka tuha Balai atau Pangulu yang akan memutuskan siapa yang bersalah dengan berembuk. Yang bersalah dikenakan denda dalam bentuk tahil (bisa di nilai dengan uang atau barang), sesuai dengan tingkat kesalahan yang di tetapkan. 
Mencuri kayu dari kawasan kayuan untuk alasan komersial, akan mendapatkan denda adat sesuai dengan besar kayu dan jenis kayunya. Bahkan jika kesalahan diulangi lagi, anggota komunitas bisa di usir dari wilayah komunitasnya. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Karbohidrat : Padi, Umbi-Umbian, Jagung, Sagu Protein : Kacang Tanah Vitamin : Sawi, Labu, Pepaya, Madu
Sumber Kesehatan & Kecantikan Akar Arau : Untuk obat keputihan Pasak Bumi : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Buah Limpaso : Untuk obat penghilang bekas jerawat Laos : Untuk obat penyakit kulit ( panu ) Akar Pikajar : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Butuh Ulin : Untuk obat sakit pinggang dan vitalitas Sintuk Dll
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbia : Untuk atap rumah Pohon Bambu : Untuk dinding rumah Pohon Sungkai : Untuk tiang rumah
Sumber Sandang Pohon Kumut : Digunakan untuk pembuatan tali sandang lanjung Alangam (tumbuhan pakis) : Digunakan untuk pembuatan gelang dan cincin Simpai tradisional Rotan : Digunakan untuk pembuatan barang-barang kerajinan tangan.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kemiri, Serai, Kunyit, Jahe dan Kencur.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kayu Manis, Karet, Talas, Pisang, Umbi kayu, kacang tanah, cabe rawit, keminting (kemiri), Sintuk, madu lebah hutan.

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 SK No. 140/90/411.43/Tahun 2019 tentang pembentukan panitia No. 140/90/411.43/Tahun 2019 tentang pembentukan panitia SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen