Wilayah Adat

Kenegerian Air Tiris

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kenegerian Ayu Tiyi (Air Tiris)
Propinsi Riau
Kabupaten/Kota KAMPAR
Kecamatan Kampar & Kampar Utara
Desa Batu Belah,Tanjung Rambutan,Simpang Kubu,Limau Manis,Naumbai,Tanjung Berulak,Airtiris,Ranah,Bukit Ranah,Ranah Singkuang,Ranah Baru,Penyasawan,Sungai Tonang,Muara Jalai,Sungai Jalau,Sawah,Naga Beralih,Kampung Panjang,Sendayan
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Kenegerian Air Tiris
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Kenegerian bangkinang ( batasnya bagian barat sebelah kiri tobiong songgok siabu berbatasan dengan kenegerian bangkinang ( darat ), bagian kanan barat ditandai dengan bukit tambaian ).
Batas Selatan Bagian selatan berbatasan dengan Kampar kiri yang ditandai imbo basibak.
Batas Timur Bagian timur berbatasan dengan kenegerian rumbio yaitu pulau singkawang yang berada pada desa penyasawan.
Batas Utara Bagian timur berbatasan dengan kenegerian rumbio yaitu pulau singkawang yang berada pada desa penyasawan.

Kependudukan

Jumlah KK 40000
Jumlah Laki-laki 32634
Jumlah Perempuan 32768
Mata Pencaharian utama Petani padi, petani karet dan sawit, berdagang, dan PNS

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Airtiris adalah salah satu kenegrian yang termasuk ke dalam limo koto, nama airtiris berasal dari kejadian di temukannya aliran air sungai yang tembus ke sungai kampar kiri yang diceritakan oleh datuok panglimo khotif yang di tarik oleh ikan tapa, air tiris berarti air bocor. Kenegrian airtiris di pimpin oleh niniok mamak yang terdiri dari beberapa suku besar yaitu, suku domo, putopang, kampai, dan piliong. Suku-suku ini terbagi lagi menjadi dua belas suku.
Pada awalnya pemukiman masyarakat airtiris berada hanya di tepian sungai kampar, karena dahulu sekitar abad 18 hanya alat transportasi air yang memadai untuk berpergian jauh sehingga tepian sungai menjadi pusat transportasi. Adapun pusat awal berdirinya kenegerian airtiris berada di Desa Tanjung Berulak yang kita tau peninggalan sejarahnya adalah Masjid Jami’. Desa tanjung berulak( kenegerian airtiris) menjadi tempat persinggahan para pedagang, dan niniok mamak dari pangkalan Koto Baru ke Kuok, kemudian ke bangkinang, singgah di Airtiris, melanjutkan perjalanan ke Rumbio dan berakhir di Teratak Buluh.
Diantaranya ada pedagang yang menetap 2-7 hari sampai dagangan mereka habis, dan banyak pula diantara pedagang ini yang menyunting anak gadis di tempat yang mana menurutnya perdagangan disitu menjanjikan keuntungan besar.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Area kelola lading/sawah ( tanah paladang ),
2. areal pemukiman ( kampuang )
3. areal tanah pekuburan ( tanah pakubun )
4. areal perkebunan masyarakat, ( sawit milik individu )
5. ada sebagian tanah ulayat yang dimiliki secara komunal masyarakat adat, namun dikelola system sewa sama PT dengan ditanami sawit masa berlakunya sampai 2020, setelah itu akan dikembalikan kepada ninik mamak.  
1. Wilayah kecamatan Kampar bagian Barat dikuasai oleh datuk Indokomo
2. Wilayah kecamatan Kampar bagian Timur dikuasai oleh datuk Majo Kayo
3. Wilayah kecamatan Utara bagian Barat dikuasai oleh datuk Rajo Malano
4. Wilayah kecamatan Utara bagian Timur merupakan tanah ulayat kenegrian Airtiris yang dikepalai oleh datuk Panghulu Bosou
 

Kelembagaan Adat

Nama Kenegerian Airtiris
Struktur 1. PUCUOK SUKU: 1. Datuok Panghulu Bosou (Suku Mandailiong) 2. Datuok Tumpo Komo ( Suku Kampai) 3. Datuok Paduko Maajo ( Bendang) 4. Datuok Ijo Puto ( Putopang) 5. Datuok Kiayong ( Putopang Piangan) 6. Datuok Sindo Dirajo (Putopang) 7. Datuok Bandaro Hitam (Domo Dalam) 8. Datuok Rajo Malano (Domo Piangan) 9. Datuok Indo Komo (Domo) 10. Datuok Majo Kayo ( Pilionng Paik) 11. Datuok Jalo Anso ( Piliong Limuobuang) 12. Datuok Botua ( Piliong Doe) 13. Datuok Bijak Simano ( Piliang Piangan ) 2. 4 JINI: 1. Penghulu 2. Malin 3. Dubalang 4. Pegawai/ monti 3. KOONG KAMPUONG
1. pucuok suku bertugas sebagai kepala suku dikenegerian
2. 4 Jini bertugas sebagai bawahan pucuok suku yang mengatur urusan persukuan di kenegerian
3. koong kampuong bertugas untuk mengatur urusan persukuan disetiap kampung
 
Musyawarah yang dihadiri oleh semua niniok mamak setiap persukuan 

Hukum Adat

Larangan menjuala tanah soko ( tanah peninggalan orangtua) tanah soko hanya boleh dimiliki sebagai hak pakai.  
Larangan nikah sasuku 
Jika ada anak keponakan menikah sesuku maka keluarga itu akan diabaikan dari pranata suku, tidak akan dianggap ada kecuali membayar denda satu ekor kerbau putih ke adat.(balope jonjang balumuik , diputus tali silaturrahmi atau tidak dikunjungi lagi) 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Padi dari sawah, ikan dari sungai, sayuran dari berkebun, daging dari berternak.
Sumber Kesehatan & Kecantikan 1. Daun kayu bagak obat untuk pasca keguguran 2. daun sidukuong anak obat untuk panas tinggi
Papan dan Bahan Infrastruktur Berasal dari hutan, yang biasanya dikelolah oleh perorangan, kemudian di perjual belikan. Selain itu juga ada yang berasal dari daerah lain.
Sumber Sandang Untuk pakaian masyarakat kenegerian Airtiris mendapatkan dari pusat perdagangan yang dibawa oleh para pedagang dari berbagai daerah.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Daun tapak leman untuk memasak rendang
Sumber Pendapatan Ekonomi Pohon karet, sawit, kolam ikan, keramba, dan sawah

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Kampar Nomor 12 Tahun 1999 Tentang Hak Tanah Ulayat Nomor 12 Tahun 1999 Perda Kabupaten Kampar Nomor 12 Tahun 1999 Tentang Hak Tanah Ulayat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen
2 Keputusan Bupati Kampar Nomor 660/DLH-IV.2/32 Tentang Pembentukan Tim Registrasi Penetapan Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat di Kabupaten Kampar Nomor 660/DLH-IV.2/32 Keputusan Bupati Kampar Nomor 660/DLH-IV.2/32 Tentang Pembentukan Tim Registrasi Penetapan Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat di Kabupaten Kampar SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen