Wilayah Adat

Nua Paumere

 Teregistrasi

Nama Komunitas Paumere/Waja Nata (Uzu Watu Manu Eko Raka Tupa)
Propinsi Nusa Tenggara Timur
Kabupaten/Kota ENDE
Kecamatan Nangapanda
Desa Paumere
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.697 Ha
Satuan Nua Paumere
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran
Batas Barat Sanga Teke
Batas Selatan Ekotana
Batas Timur Rete Remi
Batas Utara Watu Manu

Kependudukan

Jumlah KK 365
Jumlah Laki-laki 662
Jumlah Perempuan 851
Mata Pencaharian utama Petani/Peladang/Pekebun, Pedagang, Buruh

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejak dahulu melalui leluhur mereka yang bernama wajah nata berasal dari Kepi Ditawarkan oleh anak cucu dari Mbotu Mbari untuk menjadikan weja Poe sebagai suami waja nata.

Waja nata dan waja Poe Masih memiliki hubungan ipar. Persoalan ini di adakan Pemulihan melalui Pemberian tanah sekaligus menetap di mbotu, mbari. Lalu beralih ke paumere, perjalanan sejarah itu kemudian Waja Nata Menetap di tanah paumere. Selain itu perjalanan sejarah di tanah waja Nata memiliki pertarungan yang sangat berat, karena dalam masa penjajahan terjadi pengklaiman dan perebutan dengan sesama komunitas yang berbatasan dengan suku itu. Dalam perebutan dan juga mempertahankan tanah kemudian tanah tesebut berhasil tipertahankan oleh Waja Nata. Keturunan Waja Nata yang mendiami tanah Waja nata yang disebut dengan Paumere memiliki pembagian wilayah tanah Paumere menjadi tiga kekuasaan penuh. Pembagian Tiga bagain itu di sebut Uzu, Ora dan eko. Dengan sebutan paumere wawo, paumere ora, paumere Wena. Dari masing-masing ini di kuasai oleh keturunan Waja Nata hanya sistem pembagian masih di didalam rumah adik dan kakak. Dari ketiga kuasa wilayah tanah ini kemudian dikuasai oleh satu kepala suku yang di sebut dengan suku Paumere. Sekarang ini diwaris oleh Yohanes Brekmans sebagai kepala suku yang menggantikan posisinya Babapknya Andrea Bajo.

Untuk kuasa di Uzu dari keturunan waja nata di kuasai M. Ali ndate. Kuasa di Ora di bagian puumbindi oleh Petrus Peti dan Eko/wena di kuasai oleh Kepala suku sendiri Yohanes Breksman dengan adik kakaknya.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Hutan Adat
Hutan adat yang dimaksudkan adalah hutan yang di jaga dan di gunakan pemanfaatan bagi seluruh masyarakat anggota suku yaitu ditempat-tempat sakral dan bersejarah. Selain itu adalah hutan yang di pergunakan untuk tempat pembuatan seremonial adat dan juga sebagai bahan baku dalam proses pembuatan rumah adat. Perlakuan atas hutan adat ini di jaga dan di lindungi oleh kepala suku dan mosalaki yang melaksanakan seremonial adat.

Hutan Lindung
Hutan lindung yang dimaksudkan oleh masyarakat adat suku Waja Nata paumere adalah Daerah aliran sungai dan hutan yang di dalamnya terdapat mata Air. Selain itu sebaran hutan ini terletap pada pusat hidupnya mata air. Jadi menurut masyarakat / tokoh adat bahwa harus di lindung oleh aturan adat jika dilanggar maka akan mendapatkan sangsi atas berlakunya hukum adat.

Hutan produksi
Sesuai penjelasan kondisi yang terjadi di komunitas bahwa hutan produksi lebih pada hutan yang di penuhi dengan tanaman umur panjang dari masyarakat. Sebab dari hasil itu dapat di nikmati dandi kelola oleh masyarakat adat. Selain itu hutan produksi ini lebih pada kebun-kebun milik petani yang didalamnya sudah di penuhi tanaman komoditi. Dan penguasaan itu dimiliki oleh secara individu sesuai pembagian dari kepala suku atau mosalaki. 
b. Sistem Penguasaan dan Pengelolaan Wilayah Bentuk-bentuk kepemilikan tanah dari suku waja Nata paumere terdiri dari Dua bentuk yaitu :
• Tanah larangan/lahan kosong yang diesbut dengan hutan adat '
yaitu, bisa di tentukan oleh tokoh adat kepala suku atau /mosa Laki dan izinan sesuai kesepakatan mosa laki, tujuannya jika disitu adat hutan dan mempunyai pohon besar maka akan menjaga volume debet air, menjaa erosi dan bisa menjadi pengatur sirkulasi alam
• Tanah Produksi yang di isi dengan hasil pertanian dan perkebuanan
Tanah ini dibagi sesuai dengan semampu komunitas adat bekerja. Dan sisitem pembagiannya dilihat dengan lahan bekasan warisan pendahulu. Dan luas lahan danhasil diatas tanah menjadi milik individu sedangkan tanah tetap menjadi milik hak ulayat yang di atur oleh mosalaki atau tokoh adat.

Bentuk kepemilikan tanah yang di atur oleh lembaga
adat :
• kepemilikan secara Indvidu:
Kepemilikan Individu artinya kepemilikan tanah dari hasil perkebunan dan pertanian yang sudah dibagi sesuai tata aturan adat.
• kepemilikan ulayat
Kepemilikan Ulayat artinya tanah keseluruhan masih dikuasai dan dilindungi oleh tokoh adat atas aturan kepemilikan bersama dari anggota komunitas.  

Kelembagaan Adat

Nama Suku Waja Nata/Paumere
Struktur Kepala Suku Mosalaki
c. Tugas dan Fungsi Masing-masing Pemangku Adat 1. Kepala suku
Tugas dan fungsi sebagai kepala suku adalah menentukan dan menjalankan sermonial adat seperti :
- Neka tanah
- Roka nopo api
- Karo jawa
- Ka uwi
- Menjalankan peradilan adat
2. Mosalaki
- Sebagai pelaksana atas mandat dari kepala suku
- Menjalankan sermonial sesuai dengan warisan
- Memfasilitasi dan menjelsaikan sengketa
- Menjalankan hukum adat
- Mengatur hukum adat dalam mengatur pranata kehidupan sosial. 
- Boumondo : bertujuan untuk melakukan runding bersama dan bermusyawara untuk menentukan sebuah produk hukum adat/ kegiatan.
- Sumpah adat : jika menemukan jalan buntuh dalam melaksanakan hukum adat/peradilan adat maka dilakukan dengan sumpat adat;  

Hukum Adat

a. Aturan Adat Yang berkaitan dengan Pengelolaan Wilayah dan Sumber Daya Alam - Roka Nopo api
Seremonial adat untuk mulai kerja kebun /ladang baru. Ini merupakan sebuah hukum adat untuk mulai membuka lahan baru.
- Kero jawa/ka uwi
Sudah mulai panen, kemudaian adah ucapan syukur kepada leluhur atas keberhasilan dari kerja kebun ladang.
Proses berikutnya adalah ngeti, jengi utu, ngeso dan tanam. Semua proses ini adalah aturan adat dalam mulai tanam dan membuka kebun baru. 
- Mae Peza pani
Mae peza pani artinya tidak beloh melakukan kejahatan sosial seperti mengawini lebih dari satu istri ataupun menggangg anak orang /istri orang tanpa jalur adat istiadat yang pas.
- Mae Naka( mencuri )
Tidak boleh mencuri barang milik orang lain.
- Mae mbou rewo hak ata
Terkait dengan tapal batas kebun tidak boleh menggeser untuk lahan salah satu menjadi lebih besar.
- Mae Kuasa rewo
Tidak boleh menjadikan hak mosazaki menjadi hak yang tidak sesuai dengan garis keturunan. Atapun dalam seremoni adat, melangkahi aturan adat sesuai dengan warisan leluhur. Tidak boleh mengambil peran lebih dalam struktur kelembagaan adat. 
Tidak mengikuti seremonial akan dikenakan Denda adat 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan 1) Sumber pangan (karbohidrat: padi, umbi-umbian, jagung, sagu; protein : jenis kacang-kacangan; vitamin: sayuran/buah) - Sumberpangan • Sumber karbohidrat (Are, Jawa, ke’o, wete, orho, uwi ai, rose, uwi, sura, kota, uwi jawa) • sumber protein (berbagai jenis kacang-kacangan): Seko, mbue, Nggorhi, urha, besi dan daka. • sumber vitamin (sayuran/buah): Alpukat, Pisang, Nangka, Kopi, kacang panjang, kejawa/pepaya, tomat, cabe, rheba, serikaya, sawo.
Sumber Kesehatan & Kecantikan - Sumber kesehatan dan kecantikan • Tumbuhan obat: kune, rhea, rhaja, kaju raga, seku, rhema rhao,nawe,fate • Tumbuhan kosmetik: Kaju wau, beras, kunyit,kayu manis.
Papan dan Bahan Infrastruktur - Sumber papan dan bahan infrastruktur: • bambu, kaju warha,kaju mundi, kaju fai,kaju rhanu, kaju bapa, kaju barhu, kaju nara, terho, kaju bonggi, kaju keu, kaju wea nana,kaju nggura, kaju sewo koka, kaju koja, rotan (mede, taga), dll.
Sumber Sandang - Robha ( perwarna rhawo)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu 5) Sumber rempah-rempah & bumbu - Sumber rempah-rempah dan bumbu: • Cengkeh, cabe, jahe, kayu manis,Kopi, Kemiri, dll.
Sumber Pendapatan Ekonomi - Sumber pendapatan ekonomi: • kopi, kemiri, coklat, moke, dll.

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda No.2 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan MHA di Kab.Ende No.2 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan MHA di Kab.Ende Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen