Berita BRWA

BRWA Melakukan Verifikasi Wilayah Adat Matteko

Senin, 02 Februari 2015 , admin

Rumah warga Matteko yang kondisinya miring di sisi

Kantor BRWA sedang melakukan telaah dokumen registrasi wilayah adat Matteko. Hasil telah dokumen registrasi akan dilanjutkan dengan verifikasi dokumen peta wilayah adat dan informasi sosial lainnya di dusun Matteko pada tanggal 4-7 Juni 2014. Saat berita ini dituliskan, fasilitator BRWA sedang melatih para calon fasilitator BRWA yang akan terlibat di dalam proses verifikasi tersebut. Pelatihan ini diikuti oleh 8 orang peserta berasal UKP3 AMAN Sulawesi Selatan dan UKP3 AMAN Tanaluwu serta fasilitator dari SLPP Makassar. Dalam kesempatan ini, fasilitataor pemetaan dari SLPP Tokalekaju tidak bisa mengikuti pelatihan karena sedang memfasilitasi pemetaan di komunitas adat Rampi.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Annas Radin Syarif, Deputi Registrasi BRWA yang juga sehari-hari sebagai Direktur Layanan Komunitas PB AMAN. Bertempat di Rumah AMAN Sulawesi Selatan, acara dibuka oleh Sardi Razak BPH AMAN Sulsel dan Bata Manurun BPH AMAN Tana Luwu. Dalam arahan singkatnya, Kepala BRWA Kasmita Widodo menyampaikan kegiatan pelatihan ini sangat penting dalam upaya kolektif mendorong pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat dan wilayah adatnya. Registrasi dan verifikasi wilayah adat oleh BRWA dapat menjadi dokumen penting hasil telaah dan pemeriksaan pihak lain (BRWA) terhadap keberadaan masyarakat adat dan wilayah adat. Sehingga jika proses pengakuan wilayah adat sudah dapat diselenggarakan oleh pemerintah, maka masyarakat bisa lebih mudah mendaftarkan wilayah adat ke lembaga pemerintah nanti.

Selain itu, dokumentasi dan pendaftaran wilayah adat dapat membantu masyarakat dalam menunjukkan klaim dan sejarah asal-usul tanah leluhur (ancestral domain). Saat ini masih berlangsung proses percepatan pengukuhan kawasan hutan yang mendapat perhatian khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kesepahaman Bersama 12 Kementerian dan Lembaga untuk melakukan percepatan pengukuhan kawasan hutan sesuai dengan tahapan yang benar seperti yang diamanatkan dalam UU Kehutanan 41/1999 yang telah dikoreksi melalui Putusan MK45/2011 terkait pengukuhan kawasan hutan.

Jarak Dusun Matteko dari Makassar sekitar 130Km dengan jarak tempuh sekitar 3 jam. Secara geografis, kawasan Matteko memiliki bentang wilayah berbukit-bukit dengan ketinggian antara 900 – 1.400 mdpl. Berada di lereng Gunung Bowong Langit, bersebelahan dengan kawasan masyarakat adat Patalassang. Dusun Matteko, satu dari tujuh dusun di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa. (Masyarakat Adat Matteko, Berjuang Mengembalikan Hutan yang Terampas). Verifikasi wilayah adat melalui pertemuan kampung dengan komunitas Matteko dengan membahas mengenai peta wilayah adat, sejarah keberadaan dan asal-usul komunitas Matteko, tata cara pengaturan hak-hak atas tanah dan kekayaan alam, kelembagaan adat dan hukum adat yang masih hidup di tengah masyarakat.

Hasil verifikasi wilayah adat ini menjadi bahan pertimbangan BRWA untuk menyampaikan Piagam registrasi. Piagam BRWA ini menjadi dokumen yang dapat digunakan oleh masyarakat Matteko untuk mengkomunikasikan kepada para pihak terkait dengan hak-hak masyarakat adat Matteko dan wilayah adatnya.

Berita Lain