Wilayah Adat

Kampung Runde

 Teregistrasi

Nama Komunitas To Bada
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota POSO
Kecamatan Lore Selatan
Desa Runde
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 16 Ha
Satuan Kampung Runde
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Gunung lole
Batas Selatan Desa Badangkaia
Batas Timur Desa Gintu / Sungai Malei
Batas Utara Desa Tomehipi / Sungai Baleba

Kependudukan

Jumlah KK 160
Jumlah Laki-laki 302
Jumlah Perempuan 309
Mata Pencaharian utama Pertanian, dan perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Bagi orang orang yang tinggal lemba dan di daratan bada di kenal dengan sebutan photo towia tarn po ada to bada. tak ada satupun alasan yang didapat. tetapi dari berbagai analisa historis.dalam kepercayaan hukum adat. tobada. menu rut cerita orang orang terdahulu.sebelum masyarakat berada di desa runde, nenek moyang mereka mengatakan mereka tinggal di sebuah kampung tua.yang bernama.kinta hambali.dan di pimpin oleh langke, bulawa.dan di sanalah mereka tinggal bersama nenek moyang mereka terdahulu.dan setelah beberapa tahun kemudian.terjadi pecahan kepala keluarga,kk dan pada akhirnya mereka pindah ke sebuah padang yaitu desa bomba.dan berapa bulan kemudian mereka pinda ke runde,dan di sanalah mereka bercocok tanam sampai saat ini.


Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Di sesuaikan dan berdasarkan dengan pedoman adat photo towia tarnpo ada bada.
Wumbu Wana = wilayah berupa hutan yang tidak boleh di masuki oleh orang.
Wana = Hutan Larangan
Pandulu = Hutan Produksi
Bonde = Kebun
Polida'a = Persawahan
Powanua = Pemukiman 
Sistem penguasaan dan pengelolaan wilayah berdasarkan atas kepemilikan pribadi dan pengelolaanya berdasarkan aturan-aturan lembaga adat dan melalui peraturan desa. 

Kelembagaan Adat

Nama Tu'analwanua
Struktur Topo oboka = KetuaAdat Guruntolisi = Sekretaris Topamboli = Bendahara Suro atau topeola = Anggota Ketua sekertaris dan anggota kelembanaan adat
Ketua kelembagaan adat mengkoordinir beberapa sekertaris dan anggota musyawarah 
musyawarah 

Hukum Adat

Ada Mowahe Boso (upacara adat selamatan temak Kerbau) yaitu upacara motinuwu'l baulu (kerbau) yang mirip upacara agama primitif tentang korban sembelihan untuk cucuran darah dengan makna agar keselamatan dan kesehatan selanjutnya perkembangbiakan kerbau telah menginjak tetesan darah akan meningkat. Hal ini erat hubungannya dengan system perawatan ternak karena disamping darah sembelihan dilengkapi dengan berbagai macam ramuan obat-obat tradisional yang dipercikan ketubuh Kerbau dan yang lainnya disemburkan ke arah Kerbau.

Ada Mohia, Mobata 'Bonde atau Hai Mobelai Tampo (Upacara adat pembukaan lahan kebun dan sawah ) adalah awal dari segala kegiatan pembukaan lahan baru percetakan sawah baru. Mohia artinya membagi- bagi lahan perkebunan untuk tiap orang/keluarga. Mobata bonde atau Mobelai Tampo artinya kegiatan awal melukai tanah lahan usaha perkebunan secara adat bagi orang tertentu, yang selanjutnya bekerjasama atau secara gotong royong. Upacara tersebut pelaksanaannya merupakan upacara agama primitif yang memandang darah percikan dari korban sembelihan berupa manusia, hewan (Kerbau, Babi Merah, dan paling kecil Ayam). Hal ini Ada Tampo Bada menetapkan tidak perlukan lagi dan diganti dengan upacara keagamaan (ibadah syukur).

Ada Manggala Uwai (upacara adat membuka saluran air persawahan) yaitu upacara yang serupa dengan upacara adat Ada Mohia, Mobata'Bonde atau Hai Mobelahai Tampo, dimana kecendrungan upacara agama primitif dengan korban darah sehingga sebelum air dilepas masuk melalui jalurnya (mata air), Babi merah diletakkan di pintu air kemudian pintu air di buka atau lepas di jalur, Babi disembelih sehingga air mengalir bersama darah. 
• Ada Potinuwu ( adat selamatan ) merupakan satu hal yang mutlak dilaksanakan berupa upacara pengucapan syukur keselamatan

• Ada pelingka'i ( adat perkawinan melangkahi kakak kandung) yaitu dalam hal saudara kandung kakak beradik sejenis/berbeda kelamin dan apabila mendahului kakaknya dalam perkawinan maka yang adik diwajibkan mengadakan Ada Pelingka' i dan diberikan kepada kakaknya laki-laki atau perempuan, seperangkat kain celana dan sarung, bila wanita seperangkat baju wanita dan sarung.

• Holo Tawine (Mas Kawin/Mahar) yaitu dimana maskawin atau mahar wanita Bada terdiri dari :
- Porantuai : 1 ekorKerbau
- Polaki'i: 1 ekorKerbau
- Pambawa'abaru: 1 ekorKerbau
- Porarei : 1-4 ekorKerbau
- Peluhi (ikatan parang)
jumlah ikatan terdiri dari masing-masing ikatan 10 mata menurut jumlah ekor Kerbau mahar
- Mata umi : 1 ekor Babi
- Tomempauba/kauwahea : 1 mata kapak

Katampua yaitu pembantain Kerbau menurut kebutuhan melihat kehadiran anggota masyarakat yang turut berbela sungkawa. 
Bagi orang (laki-laki dan perempuan) yang bukan suami isteri kedapatan bicara seperti di kamar wanita atau di tempat yang tidak sepantasya akan dikenakan sangsi ragivu atau denda atau hukum adat sebanya ksatu ekor kerbau atau sejumlah Rp. 1000.000,- 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, pisang, ubi kayu
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kunyit.
Papan dan Bahan Infrastruktur Leda uru
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kunyit, sere, Lengkuas
Sumber Pendapatan Ekonomi Pertanian