Wilayah Adat

Nggolo Selena Bolonggima

 Terverifikasi

Nama Komunitas Salena Bolonggima
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota PALU
Kecamatan Palu Barat
Desa salena
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 6.539 Ha
Satuan Nggolo Selena Bolonggima
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Desa Kanuna
Batas Selatan Desa Marawola
Batas Timur Kec. Palu Barat
Batas Utara Desa Kalora

Kependudukan

Jumlah KK 84
Jumlah Laki-laki 269
Jumlah Perempuan 231
Mata Pencaharian utama Beternak, berkebun, bercocok tanam

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Orang Unde dan adalah salah satu komunitas masyarakat adat yang ada di wilayah Sulawesi Tengah yang kini pada umumnya bermukim diwilayah pegunungan Kamalisi. Komunitas masyarakat adat tersebut memilki sejarah yang sama dan mereka hidup dari satu komunitas yang cukup besar di wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kota Madya Palu, bahkan wilayah adatnya sampai kewilayah adminitrasi propinsi Sulawesi Barat. Kearifan identitas lokalnya dalam pemperlakukan alam sebagai subjek yang harus hidup dan memilki hak yang sama seperti manusia serta memilki tataruang adat yang sangat arif. Hampir semua nama-nama ini diambil dari nama orang tua yang dianggap telah melindungi dan membangun komunitas adat sehingga sekarang dan ada pula yang diambil dari nama alam dan nama peristiwa.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

satu contoh dari kearifan Masyarakat adat yang ada di Salena Bolonggima dalam menata ruangnya, dimasing-masing wilayah sejak lama telah dibangun kesepakatan-kesepakatan dalam pengelolaan sumber daya alam. Sumber daya alam di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahtetaraan dan di kuasai serta dikelola bersama secara adil untuk kesejahteraan rakyat. Dalam penguasaannya, sumber daya alam di kuasai dan di manfaatkan oleh kelompok di mana semua orang mempunyai hak yang yang sama dalam penguasaannya. Penguasan yang di maksud di sini adalah penguasaan komunal. Penguasaan komunal adalah penguasaan dan kepemilikan berdasarkan prinsip dan kepentingan bersama di bawah pengawasan bersama. Dalam prinsip penguasaan juga, Komunitas Salena Bolonggima tidak tertutup kepada siapa saja yang ingin mengelolah Sumber Daya Alam yang ada di wilayah adatnya, dengan harus meminta izin atau memberitahukan/pemberitahuan lembaga adat.  
Tanah dan Masyarakat hukum adat saling memilki korelasi yang signifikan, ini menciptakan suatu hak untuk menggunakan, menguasai, memelihara sekaligus mempertahankannya. Hak-hak dan system kepemiliklah tanah di wilayah adat da’a juga seperti halnya beberapa wilayah adat yang ada disulawesi tengah. Kepemilkikan tersebut di dasarkan atas dan proses kepemilikan komunal, kepemiikan individual dengan sebuah prinsip yang telah di percayai oleh orang da’a bahwa tanah itu adalah tanah adat yang telah di wariskan dan di berikan oleh leluhur untuk ntodea(Masyarakat) agar dijaga. Prinsip kepemilikan dan penjagaan itu dapat dilihat dari ungkapan leluhur ”Menjual tanah adat sama dengan menjual adat, menjual adat berarti menjual rakyat dan menjual rakyat dalah mendustai dan menyakiti leluhur”. Kepemilikan komunal adalah kepemilikan yang dimiliki secara kelompok dan dimanfaatkan serta di atur penggunaan dan pengawasannya oleh kelompok. Hak perolehnya juga melalui kelompok artinya pada saat membuak lahan penggarapannya dilakukan secara kelompok. Jenis kepemilikan ini juga berkaitan dengan pembagian hasilnya. Jenis kepemilikan ini, dapat saja dimanfaatkan oleh individu yang ada didalam kelompok tersebut atau orang lain yang di luar kelompok garapan tersebut. 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Salena Bolonggima
Struktur Ketua Adat, beserta anggota
Kelembagaan Adat berfungsi secara bersama-sama melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan 
Setiap permasalahan di kampung diselesaikan secara aturan adat melalui musyawarah adat 

Hukum Adat

Dalam mengelola hasil hutan harus melalui ketentuan adat yang berlaku 
Jika seseorang ketahuan melakukan perbuatan zinah maka akan dikenakan sanksi adat berupa denda sesuai perbuatannya  
Seseorang yang terbukti melakukan pelanggaran adat misalnya menggauli istri orang lain maka dikenakan sanksi adat berupa denda 1 (satu) ekor Kambing, 9 (sembilan) buah piring batu atau Pingga dan 1 (satu) buah Baki (Nampan) yang terbuat dari besi atau istilah setempat yaitu Dula. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Ubi Kayu, Ubi Jalar, Padi Ladang dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kulit Pohon Mangga : Diare Daun Pohon Jambu : Diare Daun Merah : Penurun Panas
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Siuri, Kayu Buli, Kayu Ako, Kayu Palapi sebagai ramuan (konstruksi) rumah Panggung dan Bantaya. Daun Nanga sebagai bahan untuk pembuatan atap (ata Nanga). Biasanya dipakai untuk atap pada Bantaya atau atap rumah kebun saat panen padi ladang
Sumber Sandang -
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Parancina, Marisa, Pia Lei
Sumber Pendapatan Ekonomi Padi Ladang,Kakao, Kemiri dan Jagung