Wilayah Adat

Ngata Pandehe

 Terverifikasi

Nama Komunitas Pandehe
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota SIGI
Kecamatan Gumbasa
Desa gumbasa
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.034 Ha
Satuan Ngata Pandehe
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Kalawara
Batas Selatan Pakuli
Batas Timur Palolo
Batas Utara Kalawara

Kependudukan

Jumlah KK 670
Jumlah Laki-laki 1904
Jumlah Perempuan 1719
Mata Pencaharian utama Petani, buruh dan honor/PNS

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyrakat adat ngata pandehe berasal dari tana sangamu, bermukim di berbagai boya atau tempat seperti, Tanggu Melosi, Ma’pane dan Binggelanga. Pada tahun 1925 Pandehe berdiri membentuk sebuah desa/boya. Pandehe yang berasal dari dua suku kata yaitu Pande dan He, pande artinya Tukang dan he artinya disini.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

• Pangale nggiki, hutan rimba yang belum pernah dikelolah...
• Lopo, hutan yang yang dikelola masyarakat adat, namun ditinggalkan kembali setelah selasai panen dan akan kembali ke tempat itu ketika tanah itu telah subur kembali.
• Tawua/tinau, wilaya yang dikelola masyarakat adat.
 
• Tanah Individu : Tanah yang dikuasaidandikelolaolehperorangan (individu)
• Tanah keluarga/marga : Tanah yang dikuasaidandikelolabersama-samadalamsatukeluarga/marga
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Ngata Pandehe
Struktur • Galara • Pabisara • Punggawa • Baligau • Jogugu
Galara: adalah pimpinan tertinggi dlm masyarakat adat ngata pandehe dan untk mendengarkan putusan-putusan yang disidangkan apakah layak berlaku atau tidak.
Pambisara: adalah yang dipercaya untuk menyidangkan kasus-kasus berkaitan dengan adat (biasa disebut Motangaha).
Punggawa adalah orang yang ditugaskan oleh lembaga adat sebagai pengatur/menentukan dan yang memiliki hak utk menyatakan apa yang akan dilakukan oleh masyarakat adat dalam segala bentuk aktifitas yang berkaitan dengan aturan adat.
Baligau bisa disebut sebagai aparatur Adat.
Jogugu seseorang atau pesuru lembaga adat yang ditugaskan untuk memantau aktifitas msy dalam pengelolaan sumber daya.
 
Dalam hal pengambilan keputusan dilakukan secara musyawara(Polibu di Baruga) dan bisa juga dilakukan secara Motangaha (menyidangkan). 

Hukum Adat

Mogane :Upacara adat untuk pembukaan lahan baru, sambil meletakan sesajian di area lahan yg akan dibuka. 
Giwu/Waya: Merupakan sangsi adat untuk seseorang yang melanggar hukum adat. 
Contoh penerapan hukum adat : jika seseorang laki-laki berselingku dengn istri orang lain maka mereka berdua akan dikenakan Giwu oleh lembaga adat berupa aturan adat SAMPAPITU (aturan adat yang tidak bisa diganggu gugat)
Sangsi utk Laki2 berupa... Kerbau 1 ekor, Mbesa(kain dulu) satu lembar, 1 buah GUMA/ Parang dulu, 1 buah Doke (tombak), 1 buah Dulang( Baki berwana kuningan yang berkaki), 7 buah Pinokaso(Piring dulu), 3 buah Tubu Putih (makok putih), 16 meter kain putih.
Sangsi utk Perempuan..berupa Bisa 1 ekor sapi bisa jg Kambing dikeluarkan utk Poratana (diperuntukan membersikan perbuatan yang dilakukan oleh mereka)
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Padi,jagung, pisang, ubi,kacang panjang, kacang tanah, sayur-sayuran: kelo, tanggo. Buah-buahan : jeruk, pisang, nenas, nangka, kelapa,
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat-obatan :kulit kayu vula – obat sakit mata (iritasi) Getah batang pohon kelor- obat sakit mata, Daun kopi = obat luka, getah kayu jawa –obat luka, daun sarikaya-obat asma, daun katilalo obat luka, batuk dan suara paru. Kayumanuru : untuk memerawat kulit agar segar, bersih, indah, awet dan bercerah
Papan dan Bahan Infrastruktur Daun Rotan, Rumbia, Wou (kayu kambing)
Sumber Sandang Malo/Ivo( kain kulit kayu)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Ngulasi, pia, tumbavani, Cemangi, marisa, paranjica, kuni
Sumber Pendapatan Ekonomi Padi, kelapa, coklat, kopi, pisang dan ubi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kab. Sigi Nomor 15 Tahun 2014 Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen