Wilayah Adat

Ngata Mataue

 Terverifikasi

Nama Komunitas Mataue
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota SIGI
Kecamatan Kulawi
Desa Mataue
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.731 Ha
Satuan Ngata Mataue
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran
Batas Barat Bolapapu
Batas Selatan Sungku
Batas Timur Kabupaten Poso
Batas Utara Bolapapu

Kependudukan

Jumlah KK 135
Jumlah Laki-laki 246
Jumlah Perempuan 506
Mata Pencaharian utama Perkebunan, Pertanian, dan Honorer/PNS

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Komunitas Adat Ngata Mataue yang dikenal saat ini dulunya bernama Bolapimpi , asal muasal kenapa namanya menjadi Mataue menurut sumber-sumber lisan dahulunya ada orang dari Lindu yang akan menikah dengan perempuan Bolapimpi, namun ketika ia diminta untuk memberikan mahar pernikahan ia tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut karena ia berasal dari komunitas yang jauh, oleh kerena itu laki-laki tersebut berkeputusan untuk menunjuk mata air yang berada tepat di Ngata tersebut untuk ia jadikan mahar. Sejak saat itu nama Bolapimpi berubah menjadi Mataue atau mata air.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Wana ngkiki: hutan yg tidak bisa dikelola dan diambil hasilnya. Kawasan ini di anggap amat penting (kramat) sebagai sumber penyerapan air, udara (winara) dan tidak boleh dijama aktivitas manusia

- Wana: Hutan di bagian bawah wana ngkiki yang merupakan habitat hewan dan tubuhan langkah, dan sebagai tangkapan air, di area ini dilarang membuka lahan pertanian karena bisa menimbulkan bencana alam. Wana hanya boleh di manfaatkan untuk kegiatan berburu dan mengambil getah dammar, bahan wewangian, obat-obatan serta rotan. Sumber daya alam di wana inimerupakan hak penguasaan kolektif di kelolah secara kearifan local adat setempat.

- Pahawa Pongko yaitu. Campuran hutan baik hutan semi-primer dan sekunder merupakan hutan bekas kebun yang telah di tinggalkan selama bertahun-tahun oleh pendahulu di antara 25-50 tahun yang lalu atau lebih sehingga menjadi hutan kembali hutannya relative baik kecil maupun besar. masih bisa diambil hasilnya.

- Oma : hutan belukar (Bekas orang tua dulu berladang).

- Tomawu : dataran tinggi.

- Pampa: wilaya yg dikelola utk kebutuhan pangan.
 
• Tanah Individu : Tanah yang dikuasai dan dikelolah oleh perorangan (individu), pemilikan ini berdasarkan atas nama yang membuka pertama kali hutan menjadi kebun (lahan pertanian) atas izin orang tua adat.

• Tanah keluarga : Tanah yang dikuasai dan dikelola bersama-sama dalam satu keluarga yang diatur secara merata bedasarkan aturan adat dalam keluarga.

• Hak Kepemilikan bersama (Komunal) biasa di sebut katumpuia hangkani (hak Kehidupan bersama) Tanah segala sumber daya alam dalam kawasan adalah milik bersama.
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Ngata Mataue
Struktur • Totua Ada • Totua ngata • Galara
- Totua ada= fungsinya sebagai tempat pengaduan masyarakat dan ia akan mengundang semua totua-totua untuk memusyawarakan pengaduan tersebut

- Totua ngata= fungsinya adalah pendamping dari totua ada dalam mengambil keputusan dan memprosesnya

- Galara= bisa dikatakan sbg pesuruh dari Totua-totua. 
• Molibu (Musyawara) yang dilakukan di kantor desa 

Hukum Adat

Giwu : Merupakan sangsi adat untuk seseorang yang melanggar hukum adat.
 
Giwu : Merupakan sangsi adat untuk seseorang yang melanggar hukum adat. 
Contoh penerapan hukum adat : jika seseorang laki-laki berselingku dengn istri orang lain, mereka berdua akan dikenakan Giwu oleh lembaga adat berupa aturan adat. Kedua orang yang terkena sangsi akan diberikan sangsi berupa pencucian kampung berupa pemotongan kerbau di sungai Oo dan daging dari hasil pemotongan tersebut akan dibagi ke tetua-tetua adat, giwu akan dibayar kedua bela pihak. Giwunya berupah 3 ekor kerbau 3 mbesa, 30 dulang 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi sawah, Coklat, kopi, ubi, jagung Kacang panjang, buah jeruk, alpokat
Sumber Kesehatan & Kecantikan Kumis kucing : untuk menyembuhkan penyakit gula Tumbuhan obat-obatan :kulit kayu vula – obat sakit mata (iritasi) Getah pohon kelor- obat sakit mata, Daun kopi = obat luka, daun sarikaya-obat asma, daun katilalo obat luka, batuk dan suara paru. Kayumanuru : untuk memerawat kulit agar segar, bersih, indah, awet dan bercerah
Papan dan Bahan Infrastruktur Rumbia : untuk atap rumah (adat) Taiti, Ur, Kau Tau, kau kaha,Lamoangi, Ngatu,Hume, Bambu, Tabaro(sagu),Kume, kayu Kaha(atap utk rumah) ,Atatime, ijuk.
Sumber Sandang Kulit pohon Nunu : untuk membuat pakaian (adat)
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Ngulasi ( Cemangi)’ jeruk, rica, kunyit, lengkuas, bawang,
Sumber Pendapatan Ekonomi Padi, kopi, coklat, jagung, ubi