Wilayah Adat

Tornauli

 Teregistrasi

Nama Komunitas DOS ROHA TORNAULI
Propinsi Sumatera Utara
Kabupaten/Kota TAPANULI UTARA
Kecamatan Parmonangan
Desa tornauli
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.360 Ha
Satuan Tornauli
Kondisi Fisik Perbukitan
Batas Barat Sisoding
Batas Selatan Sigulok
Batas Timur Simarigung
Batas Utara Ranggitgit

Kependudukan

Jumlah KK 60
Jumlah Laki-laki 127
Jumlah Perempuan 173
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah Masyarakat Adat Tor Nauli :
Tor Nauli adalah sebuah perkampungan marga Manalu Ruma Butar yang berada di Kecamatan Parmonagan, Kabupaten Tapanuli Utara. Sekitar tahun 1800-an, Oppu Sunggu Rumah Butar yang merupakan leluhur dari masyarakat adat Tor Nauli membuka perkampungan di Adian Sanggar. Oppu Sunggu Rumah Butar merupakan anak pertama dari Ompu Raja Panaikan yang merupakan keturunan kelima dari Manalu Si Ruma Butar dan keturunan ke 8 dari silsilah marga Manalu. Oppung Sunggu Ruma Butar mempunyai seorang adik yaitu Oppung Raja Ingot Ruma Butar. Setelah tinggal beberapa lama di Adian Sanggar, Ompu Sunggu pindah ke Hite Raru yang tidak jauh dari Adian Sanggar, Ompu Sunggu pindah ke Hite Raru dikarenakan tanah di Adian Sanggar tidak subur dan sulit untuk mengharapkan hasil pertanian yang bagus.
Ompu Sunggu sendiri memiliki tiga orang anak yaitu anak pertama yang bernama Ompu Parasian Ruma Butar, anak kedua bernama Ompi Deaksana Rumah Butar dan anak ketiga bernama Op. Panambulan Ruma Butar. Anak kedua dari Ompu Sunggu Ruma Butar yaitu Ompu Deaksana setelah beranjak dewasa membuka perkampungan baru di Sigompulon. Ompu Deaksana tinggal cukup lama disana, Ompu Deaksana memiliki dua orang anak yang bernama Ompu Ni Adu Bintang Ruma Butar dan Ompu Raja Ingot Ruma Butar. Setelah Ompu Deaksana merasa cukup waktunya untuk tinggal di Sigompulon maka Ompu Deaksana pindah dan membuka perkampungan baru lagi di Gadong Lobu, kedua anak dari Ompu Dekasana tumbuh besar di Gadong Lobu. Setelah anak-anak dari Ompu Deaksana beranjak dewasa, anak sulungnya yang bernama Ompu Ni Adu Bintang membuka perkampungan baru di Huta Bagasan setelah bermukim disana sekian lama Ompu Ni Adu Bintang kemudian berpindah lagi ke Huta Sosor. Di Huta Sosor ini Ompu Ni Adu Bintang mempunyai dua orang anak, anak pertama bernama Ompu Surung Ruma Butar dan anak yang kedua bernama Ompu Tinggi Ruma Butar.
Setelah bermukim beberapa lama di Huta Sosor, anak pertama dari Ompu Ni Adu Bintang yakni Ompu Surung Ruma Butar membuka perkampungan yang baru di Nahornop, kemudian Ompu Surung Ruma Butar berpindah lagi untuk membuka pekampungan baru di Tor Nauli dan hingga saat ini keturunan Ompu Surung Ruma Butar sudah tinggal menetap di Tor Nauli. Masyarakat adat Tor Nauli merupakan keturunan ke-7 dari Ompu Sunggu Ruma Butar, keturunan ke-12 dari Si Ruma Butar dan generasi ke-15 dari silsilah marga Manalu. Jadi masyarakat adat Tor Nauli sudah bermukim di wilayah adat Tor Nauli sudah lebih dari 200 tahun lebih. Ada sebuah kebiasaan para leluhur masyarakat Tor Nauli. Pada jaman dulu oppung atau leluhur mereka bekerja dan bercocok tanam di darat dan belum ada sawah, jadi kalau membuka perkampungan baru terlebih dulu di perhatikan kesuburan tanah dan mata air di tempat tersebut, kalau kesuburan tanah sudah berkurang maka leluhur mereka akan berpindah ketempat lain ini di karenakan pada waktu itu belum ada pupuk, cangkul, parang atau alat pertanian seperti sekarang ini, paling lama dalam satu tempat itu 5 tahun, tapi sistem berpindah-pindah ini masih tetap dilakukan di sekitar wilayah adat Tor Nauli.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Persawahan
- Pemukiman
- Perladangan
- Penggembalaan ternak
- Tombak Raja  
 

Kelembagaan Adat

Nama Suhi amapang na opat
Struktur -Raja huta -Hula-hula -Dongan tubu -Boru
-Raja huta : Marga pemilik wilayah adat yang mengatur pengelolaan SDA dan pengambil keputusan yang menyangkut dengan kehidupan di kampung.
-Hula-hula : Memberikan kepuutsan pada setiap keputusan
-Dongan tubu : mengatur pelaksanaan kegiatan adat
-Boru : Mempersiapkan segala sesuatu keperluan adat
 
Musyawarah 

Hukum Adat

Setiap orang dilarang menjual lahan tanpa sepengetahuan penetua kampung.
Setiap orang dilarang untuk mengambil kayu yang berlebihan.
 
Setiap orang yang melakukan sesuatu hal yang melanggar adat seperti halnya perselingkuhan akan di usir dari kampung dan wajib memberi makan satu kampung, istilah dalam bahasa Batak adalah mangan saribu raja
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja.
 
Setiap orang yang tertangkap tangan mencuri akan di denda dengan cara mangan saribu raja. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi,sayur, buah, jagung,kacang-kacanngan.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat, tumbuhan kosmetik
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Pinus,Meranti, Ingul.
Sumber Sandang kapas
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Attarasa,andaliman,cabe,kunyit dll.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kemenyan,kopi.,padi,jagung.