Wilayah Adat

Bua' Tangsa

 Tersertifikasi

Nama Komunitas Tangsa
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota ENREKANG
Kecamatan Baroko/Gandang Batu Sillanan
Desa Tangsa
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.370 Ha
Satuan Bua' Tangsa
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Komunitas Adat Rana, Kab. TanaToraja, pongkamisi, To'tallang, Buntu Rea, Buntu Sangbua.
Batas Selatan Komunitas Adat Patongloan, Massila, Buntu Kalando, Jalan Poros Lo'ko' To'lemo, Pongkamisi.
Batas Timur Wilayah Adat Mengkendek, (Kab. Tana Toraja), Jalan pasa' Malai Garassik.
Batas Utara Wilayah Adat Mengkendek, (Kab. Tana Toraja), kel. Benteng Ambeso, jl. Pantawanan,salu pessak, salu(Sungai) Kalumpini,

Kependudukan

Jumlah KK 929
Jumlah Laki-laki 1872
Jumlah Perempuan 1879
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah asal usul Masyarakat Adat Tangsa berdasarkan SALUAN NENEK/ cerita turun temurun adalah perkawinan antara dua orang yang pertama (termasuk manusia ajaib) yaitu DASSI LONDONGNA dengan SAEMBONA yang melahirkan tiga orang anak yaitu :
1. Masoang
2. Embong Bulan
3. Takke Buku

Dikatakan sebagai manusia ajaib karena kedatangan, kelahiran dan kematian mereka tidak diketahui, hingga sangat ajaib dan kalau diceritakan sangat panjang. Terbentuknya Komunitas Masyarakat Adat Tangsa/ A'PA TEPONA BUA' yaitu pada generasi keempat (4) dari manusia pertama itu diawali dengan terbentuknya BUA' di Alla' menyusul BUA' di tangsa, BUA' di Kaduaja dan to'ue.

1. Bua' Alla
Struktur Lembaga adat di Bua' alla dibentuk Nene' Tangdigau (Penguasa adat masa itu) bersama pejabat ada tongkonan lainnya sebagai berikut :
a. To bara' (Tongkonan buntu di jabat Tangdi gau Bertugas mengendalikan/ memimpin pemerintahan adat (bahasa daerah pera'pak tomawatang petumpak tomadodong)
b. To Inda' (tongkonan buntu tangga dijabat pemilean)
Bertugas mengatur jalannya pemerintahan adat, kesehatan, pertanian dan peternakan (bahasa daerah tosi rio tallu lolona )
c. To Manyampan (to sumerek tongkonan Lombok dan tongkonan to lamba' mempasilitasi ( peradilan adat.
d. To Mentaun (tongkonan buntulalandidijabat Mede) Yang bertugas mengamati perjalanan bulan dan bintang yang menjadi pedoman memulai sesuatu kegiatan hidup masyarakat antara lain :bidang pertanian, peternakan.

Pejabat adat tongkonan tersebut di atas dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 9 (sembilan)
Tongkonan yakni :
1. Tongkonan Pollo'tondok, Toma'nyemu
2. TongkonanTangdirossok, Tomanobok
3. Tongkonan to'induk (Todipa'pailei)
4. Tongkonan lssong batu (toma'karerang)
5. Tongkonan Kilo kilojaonan (toma'rinding bamba)
6. Tongkonan Kilo kilo jiongan (Ambe' pea' muane)
7. Tongkonan to duajen
8. Tongkonan bala batu / lo'kobulan (pong seba)
9. Tongkonan bola batu I lo'ko bulan (tandirerung)

2. Bua' Tangsa
Mempunyai struktur lembaga adat sebagai berikut
1. To'meadengan status to bara' dijabat oleh ne'bukku
2. Tampakdengan status to indo' dijabatolehnene' ani
3. Banuasura' dengan status to sumerek dijabat oleh mama muli
4. Banua poa dengan status to manyampan dijabat oleh ambe renni
5. Ke'pe dengan status tomaknyemu
6. ulu tondok dengan status to mentaun dijabat oleh ambe' bancong
7. Tangga tondok dengan status tomella olangi dijabat oleh so, banni

3. Bua' To'ue
Mempunyai struktur lembaga adat sebagai berikut :
1. Tobara' dijabat oleh ambe' jeni
2. To indo' dijabat oleh ambe' suleman
3. Toma'nyemu dijabat oleh ambe usi
4. Tomanyampan (dijabat oleh dua pemangku)
5. Tomentaun dijabat oleh Tappi
6. Tomanobok dijabat oleh goli'

4. Bua'Kaduaja
Mempunyai struktur lembaga adat
1. Kaduaja dengan status to bara' dijabat oleh Takkalawa
2. Sangbua dengan status to indo dijabat oleh tambin
3. Tomentaundijabatolehrubakkenden
4. Tomanyampan dijabat oleh pedang
5. toma'nyemu dijabat oleh juma'

dari 4 Bua' itu maka Komunitas Adat Tangsa awalnya bernama A'PA TEPO'NA BUA', namun atas kesepakatan Masyarakat Adat melalui musyawarah pada tanggal 25 Oktober 2004, maka nama Komunitas A'PA TEPO'NA BUA' berubah menjadi KOMUNITAS ADAT TANGSA, dengan pertimbangan, antara lain:
1. Tangsa yang di kenal sebagai pusat sejarah, asal usul dan tempat kedudukan salah satu tongkonan layuk yaitu Tongkonannya Embong Bulan.
2. Sebagai suatu organisasi masyarakat adat besar yang pernah adat yaitu Aruan Tangsa

Atas dasar pertimbangan diatas maka sarnpai sekarang nama Komunitas Adat Tangsa di gunakan sampai sekarang

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Sawah (uma),
2. Kebun (bara'ba),
3. Hutan Adat (panggala')
4. Pemukiman (petondokan).  
1. Pengelolaan secara bergiliran = tanah pusaka, (tana mana' ), pengolahannya secara bergiliran selama setahun atau dua tahun. Tanah ini merupakan tanah warisan dari satu keturunan (rumpun)
2. Pengelolaan secara perorangan (penguasaan secara perorangan). Tanah ini dari hasil beli atau warisan dari keluarga dan menjadi hak milik
3. Tanah Tongkonan khusus di kelola oleh kelembagaan adat (pemangku) Sejenis tanah jabatan, di kelola selama menjadi pemangku adat  

Kelembagaan Adat

Nama Tongkonan
Struktur 1. Pekamberan (To'Bara') 2. Pekaindoran (To' lndo') 3. Tosumuruk to Manyampan 4. Tomentaun 5. Toma'mammang 6. Toma'nyemu 7. Tomanobok 8. Todipakpaelei 9. Tomakarerang 10. Tomakrinding bamba
1. Pekamberan bertugas untuk mengurusi urusan keluar
2. Pekaindoran bertugas untuk mengurusi urusan kedalam
3. Tosumuruk bertugas untuk mengurusi urusan-urusan tertentu misalnya Urusan kerohanian, pertanian dan kepemudaan
4. Tomentaun mengurusi pertanian
5. Toma'mammang mengurusi alto tuka (doa selamatan dan hajatan)
6. Toma'nyemu mengurusi alto solo (doa untuk para leluhur)
7. Tomanobok mengurusi penyembelihan hewan
8. Todi' pa'paelei mengurusi tempat untuk melapor kegiatan yang akan dilakukan
9. Tomakarerang berkaitan dengan acara acara hajatan
10. Toma'rinding bamba mengurusi pembagian-pembagian dari pada masing-masing lembaga adat 
• Ditongkonanni
• dikapuran pangngan
• situnuan manuk bolong

Musyawarah adat di Komunitas Adat Tangsa terbagi dalam beberapa bagian, dilakukan sesuai peruntukannya, Ditongkonanni (dibicarakan) adalah musyawarah adat bisa, dikapuran pangngan (sidang adat} merupakan musyawarah adat untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran (dilakukan saat ada yang melanggar aturan adat), sedangkan situnuan manu' bolong adalah musyawarah adat untuk melakukan hukuman adat  

Hukum Adat

Untuk menjaga kelestarian Wilayah Adat Tangsa maka beberapa hal yang tidak bisa dilakukan antara lain, merusak mata air, menebang pohon (karopi), hanya ada satu macam sanksi, potong babi, jumlah babi sesuai dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan.  
1. Jika pasangan Suami istri pisah dan masing-masing nikah dan pisah lagi dan kembali ke istri/suami pertama maka akan kena sanksi potong anjing merah (DILEA) dan diusir dari kampung, termasuk pelanggaran berat.
2. Apabila kerbau merusak tanaman orang lain dan si gembalanya di dapat dan di kejar maka apabila sudah naik kepunggung kerbaunya maka tidak boleh di pukul lagi.
3. apabila seorang ayah menghamili anak kandungnya atau menantunya maka di kena sanksi dibuatkan baju adat (sepak tallu buku, dodo busa dan tali ) di pake oleh yang melanggar baru di usir keluar kampung = tahun1950an
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, jagung, ubi, talas, kelodi, Kol, kentang, labu siam, daun bawang, bawang merah, wortel, kacang panjang, kacang merah (campe), tomat, rebung.pakis, Pisang, nangka, mangga, pepaya, alpokat, nenas.
Sumber Kesehatan & Kecantikan • Jahe: batuk, panas dingin • Daun Jamb: diare • Daun ambojong/benalu batu : obat usus buntu • daun siri: obat kangker • pinang: Ginjal • akar pinang: obat lemah sahwat • kunyit: obat Iuka, kista • daun paria: batuk, cacar • sa'ku/kencur: obat Iuka, mengurangi pembengkakang, caku di campur beras, jadi bedak • daun jarak: obat tekanan, sariawan • lengkuas: panu (diparuk+ minyak tanah) • daun nyarang nyarang: obat mimisan, obat Iuka , obat sakit kepala • daun lemo taji: panas dingin, kolestrol, obat kembung perut
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu suren, pinus,pohon bayam, kayu banga, kayu cendana, bambu, patung, alang-alang, bulu-bulu induk.
Sumber Sandang Batang nenas, kame, lambung
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, kunyit, lengkuas, serei, bawang merah, daun jeruk, daun mayana.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kopi, coklat, cengkeh, sayur mayur,