Wilayah Adat

Polak Teteu / Tiop

 Teregistrasi

Nama Komunitas Tiop
Propinsi Sumatera Barat
Kabupaten/Kota KEPULAUAN MENTAWAI
Kecamatan Siberut Barat Daya
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 12.367 Ha
Satuan Polak Teteu / Tiop
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran,Pesisir,Bahari (Laut)
Batas Barat Leleu simiti , Bagat toitet , Bat tumung
Batas Selatan Leleu masasa,Leleu sinabui , Leleu simiti
Batas Timur Tirit belau , Tirit puubekat , Tirit sipangi , Leleu masasa
Batas Utara Bagat ekket, Bat Paukanan, Bat Matobat

Kependudukan

Jumlah KK 148
Jumlah Laki-laki 559
Jumlah Perempuan 476
Mata Pencaharian utama Petani dan Nelayan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Pada awalnya komunitas tiop ditemukan suku Sagitsi keturunannya sekarang Takririk Sagitsi yang artinya berpindah-pindah. Namun sebelumnya Saritci menempati beberapa daerah untuk tinggal sementara waktu akibat perang antara suku. Sehinnga mereka mencari perkampungan baru atau tanah kosong. Awalnya mereka tinggal dilokasi perkampungan sungai kokok bersam suku sabola’ , untuk mendapatkan izin lahan kelola atau tempat perumahan. Suku sakojai sebagian disebut lagi menjadi Sailokkoat karena kelompok yang lolos menebus laut. Sehingga disebutlah Suku Sailokkoat yang semestinya sakojai. Dengan perselisihan keluarga sehingga berpencar menjadai beberapa kelompok. Pertama Sailokkoat , suku sakeletuk , suku salelei dan suku sagulu ,suku sakerebau , suku sabaileppa ,dan suku sabebeget.

Lalu suku-suku tersebut di adopsi oleh bentuk suku induk.Lokasi yang mereka tempati untuk sailokkoat dan sakeletuk yaitu salounganga, saguluu masipeu yang ditempatinya ,suku sakerebau llokasinya silukuk , suku sauddeinunlokasinya bakeu koat.suku sabeileppe lokasinya sitobuk , suku sabda lokasinya penetekat tabbubut.

Pada masa itu pemimpinnya kepala suku masing-masing suku membangun uma . Terlebih dahulu melakukan Ritual sebelum menempati lokasi tersebut. Penanaman daerah tiop diawali pada masa bergantung di bat kokok ( sungai kokok ). Dengan kata sapaan atau pertanyaan. Misalnya kemana ibu? Jawab, ada ditiop artinya mencari ikan , tiop apa? Menjelaskan apa yang dicari.

Setelah masa penjajahan belanda dan jepang dibawah pemerintah kepala kampung ( namanya tidak ingat ). Suku-suku yang berpencar rumbuk disuatu tempet agar mereka tinggal disuatu tempat yaitu luluo. Sebelumnya mereka memancung lambang pesta ketika mendapatkan babi dengan jumlah 1-7 ekor, maka didirikanlah lambang luluo berukuran tergantung panjangnya bambu supaya orang ynag melihat membuat pensaran. Uma yang dibangun yaitu uma suku sakerebau. Camatnya Amidulla, perkiraan 7 (tujuh) tahun lamanya terbakar uma sakerebau. Namun rumah-rumah suku tidak terbakar.

Terbentuknya uma suku sakerbau kembali pada masa pemerintahan kepala kampung umum kerei
sabelek pangulu. Kepala suku siodda sabelek pangulu. Untuk rancangan nama Tiop setelah masuknya agama Katolik dipimpin oleh Pastor Kanisaro Kajora bangsa italia dalam sorum gereja Katolik sampai sekarang Tiop menjadi nama yang dikenal seluruh pelosok mentawai di Nusantara.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

a. Hutan , Daratan , Rawa , Pesisir.
b. Polak Teteu : Pengelolahannya secara bergantian oleh kaum dan tidak boleh dijual.
- Mone Koinong : Pengelolahannya secara turun temurun oleh satu suku tidak boleh di campuri oleh suku lain. 

Kelembagaan Adat

Nama Uma
Struktur Simebbukat Sipangunan Srimusi Anggo
1. Sikebbukat Uma : Sebagai penanggung jawab dan penentu utama dalam Uma dan dalam Acara Ritual.
Mengambil keputusan dari hasil musyawarah Sikebbukat Uma dengan peraturan Adat yang berlaku.
2. Sipangunan : Sebagai pemberi dari anggota suku maupun sikebbukat Uma.
3. Sikerei : Pelaksana dalam bentuk punen (ritual ) Adat. Sebagai pelaku untuk mengobati secara
tradisional.
4. Srimuri : Sebagai pemberi perintah untuk mempersiapkan kebutuhan punen.
5. Anggota Suku : Sebagai pelaku perintah Setiap pengambilan keputusan di dasari dalam bentuk musyawarah Adat menimbang dan mumutuskan. 

Hukum Adat

- Leleu tidak boleh tebang gundul dan tidak boleh diperjual belikan.
- Onaja khusus dikelolah kaum ibu-i bu silih berganti, tidak dimiliki perorangan dan tidak diperjual belikan.
- Suksuk dikelolah secara musyawarah adat membuka perladangan , perkampungan tidak boleh diperjual belikan .
- Pesisir ( baruk ) untuk dikelolah sebagai tanaman kelapa.

 
Setiap orang yang melakukan kesalahan tetap diberikan sangsi dan denda sesuai aturan adat 
perselingkuhan ada aturan Adat yang baku yang tidak bisa ditawarkan karena itu sudah aturan Adat.
Seandainya seseorang mencuri ayam akan di tindak dengan ganti rugi dan denda
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan - Sagu - Gette - Bago - Talajjang - Luiju - Bio - Laiket
Sumber Kesehatan & Kecantikan - Daun aileppet, kainau , mumunen , bekeu ,sikopuk. - Sigoigoi , muttei , Umandaraigat sosok , manai obuk , kirit patiggoilok, dll
Papan dan Bahan Infrastruktur - Moka - Matsemi - Karai - Katuka - Jining - Matat loisiat - Mansawa - Panese - dll
Sumber Sandang - Kulit Baiko - Kulit Balaru - Kilit Palepah Sagu - Kulit Tobe - Kulit Soggunei - Kulit Pandan - Kulit Toban Leleu - Kulit Oggaga
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Cengkeh - pala - Kelapa - Pinang
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten 11 PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN UMA SEBAGAI KESATUAN MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen