Wilayah Adat

Beroppa

 Teregistrasi

Nama Komunitas Beroppa
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota LUWU UTARA
Kecamatan Seko
Desa Beroppa
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 28 Ha
Satuan Beroppa
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Sungai Takareng, Sungai Soleha, Gunung Baassang Wilavah Karama' Mamuju Sulawesi Barat
Batas Selatan Bekas Kampung Tua Patako WilayahAdat Kariango Desa Malimongan
Batas Timur Bekas Kampung Tua Matusan, sungai Uro, Bukit Patako, GunungTakokong Wilayah Adat Rongkong
Batas Utara muara sungai suluan Wilayah Adat Pohoneang

Kependudukan

Jumlah KK 448
Jumlah Laki-laki 712
Jumlah Perempuan 807
Mata Pencaharian utama petani, Berkebun

Sejarah Singkat Masyarakat adat

- Komunitas Adat Beroppa Secara Historis berasal dari pengembara yang berasal dari kanandede 3 (tiga) orang bersaudara yaitu Ne' Paewa, Ne' Karoro, Ne' Kujan melintasi gunung pada ribuan tahun lalu dan bermukim di sebuah tempat yang bernama buntu manyaman dan membentuk kampong bernama beroppa'. Dan ke tiga orang bersaudara itu masing-masing sudah di kukuhkan di kanandede dalam jabatan yaitu tomakaka ne' paewa, matua tondok ne' karoro', pongngarongne' kujan.
• Masyarakat adat beroppa adalah keturunan dari Pong Lumombong (Ne' Malotong) dari kanandede yang bermukim di buntu manyaman. kemudian berkembang dan membentuk suatu kampung di buntu manyaman yang sekaranq diberi nama Wilayah Adat beroppa.
• Setelah Tomakaka Ne' Paewa, Matua Karoro' dan Pongngarong Kujan masing-masing memiliki keturunan (beranak-cucu), maka jabatan Tomakaka, Matua Tondok dan Pongngarong dilimpahkan kepada cucu masing-masing, dan dilengkapi dengan jabatan adat lainnya, yaitu : To Siaja', Sando Ulu, Sando Tangnga, Sando Lolok dan Tobarani (Panglima Perang).
- Di dalam Masyarakat Adat Beroppa, perangkat - perangkat adat yang terdiri dari Matua Tondok, Pongngarong, Tosiaja', Sando Ulu, Sando Tangnga, Sando Lolok, dan Tobarani disebut Adat Pitu (Adat Tujuh). Kemudian ditambah dengan Pa'riva Sangka, Palasa Longkon dan Pelepong Kambuno, yang disebut Adat Tallu (Adat Tiga). Adapun susunan Tomakaka Beroppa sejak awal berdirinya sebagai satu kelompok masyarakat hukum adat hingga mendapat gelar dan pengakuan sebagai Tanduk Matata'na Seko dan sebagai Kadatuan Salian Buntu sampai sekarang adalah sebagai berikut :
1. Paewa Paty Ganna Tonge' Langi (tomakaka Ne' Paeva) Tanduk Matata'na Seko.
2. Tomakaka Kalosi Patty Ganna
3. Tomakaka Mampo (Kalambo)
4. Begitupun seterusnya secara turun temurun hingga saat ini sampai ke tomakaka ke empat yang bernama tomakaka Barnabas Daso'Tandi Paewa Pada tahun 2007, melalui musyawarah Adat (Kasirampunan) dari Tokoh-tokoh masyarakat Adat Seko, dan juga termasuk beberapa Tokoh Masyarakat dari Rongkong, maka oleh "To Siaja' TIBIAN (LOTONG LILA I GANDANG MANURUN) " mempersiapkan dan melaksanakan prosesi pengukuhan (Ma'patongko) Barnabas Daso' Tandi Paewa sebagaiTomakaka Beroppa'.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Hutan Titipan (Tana Ongko)
Hutan yang tidak boleh diganggu tanpa seizin dari pemangku adat, sekarang Tanah ongko sudah tidak ada lagi lahan yang dikelola oleh masyarakat karena saat ini sudah menjadi milik masing-masing oleh masyarakat adat
- Patondokan (Pemukiman)
Patondokan (pemukiman) adalah merupakan areal perumahan penduduk beserta sumber mata pencaharian bertani dan berkebun yang masih terjangkau oleh masyarakat adat untuk kebutuhan pangan. lni merupakan areal yang sudah dibuka maupun sebagian masih berupa hutan yang dipakai untuk pemukiman, Perkebunan, dan Pertanian yang di awali dengan prosesi adat (dibelai') . 
- Di dalam wilayah adat beroppa, secara umum penguasaan dan penqelolaan
wilayah/lahannya hanya dikelolah secara individu.
1. Wilayah/lahan individu ini merupakan area-area yang sudah dikelola oleh warga masyarakat Adat seperti area Pemukiman (Hunian) Tampang (Sawah), dan Bela' (kebun). Proses pembagian dilakukan dengan hasil keputusan Ma'bua Kalebu) musvawarah. 

Kelembagaan Adat

Nama Beroppa
Struktur - Tomakaka - Matua Tondok • Pongngarong • Tosiaja' • Sando Ulu • SandoTangga • Sando Lolok • Tobarani
- Para Perangkat Adat meliputi:
• Tomakaka :
Merupakan pimpinan tertinggi dan atau pengambil keputusan tertinggi dalam
masyarakat dan kelembagaan adat Beroppa'. Dimana jabatan tomakaka sendiri tidak mempunyai batasan waktu atau masa jabatan, karena jabatan Tomakaka adalah seumur hidup (Pe bua' pi unpasira'ki).
• Matua Tondok
Adalah orang yang dituakan didalam kampung, dan mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Menangani tentang keteraturan, ketertiban, keamanan dan ketenteraman masyarakat hukum adat di wilayahnya.
2. Mempersiapkan dan melaksanakan Sidang Adat.
• Pongngarong
o Menangani seluruh usaha yang menyangkut kebutuhan kehidupan Masyarakat Adat
o Melaksanakan Upacara Adat setiap Turun Sawah atau sebelum menghambur beni (Mangambo'), yang dilaksanakan di rumah kediaman Pongngarong sendiri
o Melaksanakan Upacara Adat pada awal musim tanam padi dan pada waktu selesai panen (SyukuranPanen).
• Tosiaja'
Adalah penasehat Tomakaka dengan tugas-tugas sebagai berikut :
o Mengatur dan menyusun prosesi pengukuhanTomakaka
o Mempersiapkan dan melaksanakan Sidang Adat
o Sebagai perpanjangan tangan Tomakaka dalam menjatuhkan sanksi kepada pelaku yang melanggar Hukum Adat
• Sando:
Sando yang terdiri dari Sando Ulu, Sando Tangga dan Sando Lolok mempunyai tugas sebagai berikut :
o Mendinginkan suasana atau mendinginkan kampung, artinya bahwa di dalam kampung tidak boleh ada pertengkaran dan perpecahan baik didalam rumah tangga maupun masyarakat adat secara keseluruhan.
o Melaksanakan dan memimpin Upacara Adat "Ma'pacakke' Wanua" (Mendinginkan Rumah), dengan tujuan agar orang yang tinggal dalam rumah tersebut dapat hidup damai, tenteram dan bahagia.
o Melaksanakan dan memimpin Upacara
Adat "Ma'pacakke Uai" (Menyucikan Air), dimana air bagi masyarakat adat sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga dan dilestarikan.
• Tobarani
o Menjaga keamanan masyarakat adat
o Melindungi masyarakat adat dari gangguan dan atau serangan musuh dari luar. 
- Hampir secara keseluruhan semua pengambilan keputusan adat di tangan Tomakaka sebagai pemimpin Lembaga Adat Dengan mendengar saran dari Matua Tondok dan Tosiaja'.
- ada juga keputusan yang harus diambil secara musyawarah adat (Kasirampunan) dengan para perangkat adat.
- Yang masuk dalam keputusan melalui Musyawarah adat beroppa semisal terjadi Perkelahian, Pencurian, Kasus Tanah, Asusila atau persinahan maka inilah yang akan melewati proses Musyawarah untuk membuktikan informasi tersebut. 

Hukum Adat

- Mangambo' : Melaksanakan Upacara Adat setiap Turun Sawah atau sebelum menghambur beni, yang dilaksanakan di rumah kediaman Pongngarong sendiri
- Ma'pevong : Melaksanakan Upacara Adat pada awal musim tanam padi dan pada waktu selesai panen (Syukuran Panen).
- Ma'pacakke' Banua (mendinginkan rumah) : Melaksanakan dan memimpin Upacara Adat dengan tujuan agar orang yang tinggal dalam rumah tersebut dapat hidup damai, tenteram dan bahagia.
- Ma'paccake' Uwai (menyucikan Air) : Melaksanakan dan memimpin Upacara Adat dimana air bagi masyarakat adat sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga dan dilestarikan.
- Menggali kubur
Apabila ada masyarakat adat yang menggali kuburan pada saat musim tanam padi di sawah, padi itu akan di makan tikus dan juga akan mengakibatkan gagal panen. 
Hukum adat adalah hukum atau sanksi yang di putuskan oleh seseorang atau para petinggi adat, berupa sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan pelanggaran adat dengan dasar Hukum yang secara Turun temurun dilakukan oleh Pemangku adat dengan istilah:
- Denda satu ekor kerbau, adalah pelanggaran yang termasuk pelanggaran berat seperti Asusila, Merendahkan derajad orang lain.
- Denda Menyerahkan sepasang ayam untuk pelanggaran yang ringan semacam melakukan pencurian. Dan semua itu dilakukan dengan cara bermusyawarah (kasirampunan) 
- Untuk pendatang yang masuk dalam Komunitas dan melakukan pelanggaran maka Hukum akan tetap diberlakukan, tanpa terkecuali sesuai dengan aturan yang berlaku didalamnya.
- Ketika ada orang yang melakukan perzinahan dengan istri orang lain maka orang tersebut diberikan sanksi adat berupa sanksi berat seperti "Rambu Langi" dengan memotong satu ekor kerbau dimakan bersama masyarakat dan perempuan dan laki-laki di bakar dan kemudian di suruh berteriak agar tidak mengulangi perbuatannya dan di usir secara terpisah dan dilabui (ditenggelamkan) disungai lalu diusir dari kampong.
- Merusak Tanaman orang lain adalah adalah pelanggaran yang masuk dalam kategori ringan ( denda 2 ekor ayam ) lalu diberikan kepada Tomakaka
- Aturan tersebut di atas diberlakukan kepada seluruh masyarakat adat dengan maksud tidak mengulangi Pelanggaran tersebut. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan padi sawah (Pare Tampang), padi kebun, annora' (ubi kayu) annora' mangka (ubi jalar) jagung (bata') tuhu (tebu). • tangkore' Kacang tanah), kadong balanto (kacang panjang) kacang hijau, kaba (kopi) kalese' (keladi) lahu' (labu) temung (timun) tihaka (pisang)dll. • Buah lassa' (langsat) Nangka, Mangga. - Sawi, Bayam,Kacang panjang, Terong, Daun singkong, Daun Lombak, Daun Lotong, Daun suka, Daun Pinak, Daun Bulu Nangko, Umbu Rotan dan Umbu Banca.
Sumber Kesehatan & Kecantikan • Kumis kucing = obat Ginjal • Revu Nippon= Obat menyembuhkan Sakit Perut • Lampujang= campuranBedak • Jahe , kencur = Obat Luka Lebam - Daun Sari Kaja = Obat Hypertensi • Kunyit (talampung)= Obat Penurun Panas • Kunyit, Beras, Daun Pandan = Campuran Bedak
Papan dan Bahan Infrastruktur - Kayu uru (Kayu Cemara) = Batang Kayu Uru Untuk Membuat Tiang Rumah Masyarakat Adat. • kayu besi = Batang Kayu Bitti Untuk Membuat Dinding Rumah • Kaju Meranti = Batang Kayu untuk membuat papan, tiang, balok dll. • Kayu Cempaka = Untuk Mebuat Rangka, Dinding, Rumah • Batu = Untuk Alas Tiang Rumah dll.
Sumber Sandang • Bambu = Untuk membuat Nyiru • Daun Pandan (Nase)= untuk membuat Bakul, Tikar, Tudunq Keoala
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Cabe, Kencur , Jahe, Sereh, Lengkuas, daun Bawang, Daun Kemangi, Kunyit = untuk campuran bumbu Masak • Mangga, Belimbing, Asam Tuak, Kedundung, Dengen, Patikala = digunakan untuk penyedap masakan
Sumber Pendapatan Ekonomi padi, kopi, coklat, kayu dll