Wilayah Adat

Kasepuhan Karang

 Tersertifikasi

Nama Komunitas Kasepuhan Karang
Propinsi Banten
Kabupaten/Kota LEBAK
Kecamatan Muncang
Desa Jagakarsa
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.081 Ha
Satuan Kasepuhan Karang
Kondisi Fisik Perbukitan
Batas Barat Kampung Cangketeuk Desa Pasirnangka
Batas Selatan Kampung Cilinglum-Cimapag Desa Jagakarsa
Batas Timur Kebun campuran dan berbatas dengan kampung Kumpai Desa Maraya
Batas Utara Kampung Pondok Raksa Desa Cikarang

Kependudukan

Jumlah KK 773
Jumlah Laki-laki 1278
Jumlah Perempuan 1226
Mata Pencaharian utama Petani, Pekebun dan Buruh Tani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kasepuhan Karang berasal dari turunan Bongbang. Kampung Karang disebut juga Bobojong Bongbang yang berasal dari Kosala (Lebak Sangka sekarang) sehingga dalam satu tahun sekali situs Kosala (Keramat) masih di pelihara (ziarah) oleh Kasepuhan dan masyarakat. Situs Kosala dianggap sebagai titipan (anu dititipkeun). Bongbang anu ngaratuan (Ratu) lamun sajra nu jadi panglima. Silsilah Kasepuhan Karang berasal dari Kosala - Bagu (Ciminyak) - Coo (Leuwi Coo) - parakan raksa - karang. Diperkirakan dari mulai zaman Belanda, Jepang sudah sampai di kampung Karang dan sudah sampai dikampung Karang dan sudah mengalami empat kokolot yaitu Kolot Asir, Kolot Narsim, Kolot Sadin dan Kolot Icong.

Namun demikian mereka mengakui bahwa kampung yang mereka tinggal adalah wilayah adat Kasepuhan Karang. Sehingga pada saat perpindahan dari Bombang (Kosala) ke Karang maka warga dari kedua kampung tersebut masuk dalam Kasepuhan Karang

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Ladang garapan, lahan lembur, cadangan, panisa 
Bersama dan individu 

Kelembagaan Adat

Nama Kasepuhan adat Karang
Struktur Kokolot, Wakil Kokolot, Pangiwa, Ronda Kokolot, Amil, Bengkong, Paraji/Ma Beurang, Palawari
Kokolot Karang atau Kasepuhan yang berperan sebagai pimpinan adat, dan dalam kesehariannya dibantu oleh :
- Wakil Kokolot : Urusan dengan pihak luar
- Pangiwa : Urusan pamerintahan, ketertiban kampung
- Ronda Kokolot : urusan Menjaga Imah Gede pada siang dan malam hari.
- Amil : Urusan keagamaan
- Bengkong : Urusan khitanan
- Paraji/Ma Beurang : urusan membantu melahirkan dan sesudah melahirkan
- Palawari : orang yang membantu pada saat syukuran dan hajatan
 
Musyawarah dan Mufakat 

Hukum Adat

Masyarakat adat kasepuhan karang mempunyai filosofi saetik mahi loba nyesa artinya sedikit cukup banyak ada sisanya. Maksudnya kesederhanaan terhadap berbagai hal dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, masyarakat kasepuhan karang menyandarkan kemurahan keberlangsungan kehidupan dari kemurahan alam yang merupakan kemurahan tuhan yang maha esa.  
Pengurusan kesalahan Incuputu dilakukan oleh Pangiwa dan Pamarentahan 
Incu Putu yang melakukan pemotongan kayu di panitisan harus menanam kembali kayu tersebut sejumlah yang sudah dipotong 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Beras, singkong, ubi, talas, kacang-kacangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan Cape, pinang, Lame kulit, kidang, cenet, gedang rante, sirih, rumput bau, baba ngasam, babadotan, kisejeh palungpung capatuher
Papan dan Bahan Infrastruktur kayu, batu, daun kiray, injuk
Sumber Sandang tidak ada
Sumber Rempah-rempah & Bumbu salam, sereh, lengkoas, jahe, kemiri, tomat, kencur, cabe, kunyit
Sumber Pendapatan Ekonomi tani dan buruh tani