Wilayah Adat

Lewu Tumbang Malahoi

 Teregistrasi

Nama Komunitas Komunitas Masyarakat Adat Tumbang Malahoi (Dayak Ngaju)
Propinsi Kalimantan Tengah
Kabupaten/Kota GUNUNG MAS
Kecamatan Rungan
Desa Tumbang Malahoi
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.435 Ha
Satuan Lewu Tumbang Malahoi
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran
Batas Barat Batas dengan desa Tumbang Kuayan (Bukit Taong)
Batas Selatan Batas dengan Desa Tajah Antang Raya (Karamu)
Batas Timur Batas dengan Desa Tumbang Baringei ( Km 7 Jalan Lintas Jakatan Raya – Tumbang Malahoi - Tewah )
Batas Utara Batas dengan Desa Jangkit (Sei Tapajat Jalan Litas Jakatan Raya – Tumbang Malahoi - Tewah)

Kependudukan

Jumlah KK 371
Jumlah Laki-laki 839
Jumlah Perempuan 899
Mata Pencaharian utama Pertani karet, penambang emas, Pendulang Mas (pengaloyong) dan petani ladang

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Tersurat dan tersirat cerita daerah pedesaan yang subur, tumbuhan yang menghijau, di atas tanah yang datar di tumbuhi pohon dan semak yang masih lebat, dan dilintasi sungai yang jernih hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai meskipun penduduk dalam kehidupan prinitif yang Mendiami Sange (Kaleka Sange) dan ada perasaan tidak aman dari musuh maka masyarakat pindah Mencari tempat yang lebih aman dari sarangan musuh dan sekaligus membuat benteng Pertahanan yang dinamai Kuta Mandehan.

Melihat keadaan mulai aman masyarakat pada saat itu pindah tempat dan membentuk Lewu yang disebut Lewu Tumbang Malahoi dan membangun Rumah Panjang yang diami oleh banyak orang dalam Bahasa Dayak Huma Betang artinya Rumah Persatuan Dayak. Lewu Malahoi Pernah menjadi ibu Kota Pembatu Wedana Rungan Manuhing dipimpin Oleh Assisten Wedana WILEM MIHING dan Pada tahun 1954 ibu Kota Wedana Rungan Manuhing Kabupaten Kapuas dipindahkan dari Lewu Tumbang Malahoi ke Tumbang Jutuh karena akses Transportasi yang sangat sulit dikarenakankan jalan ke lewu Tumbang Malahoi masih menggunakan transpotasi sungai. Wadena pada saat pindah Ibu kota Pembantu dipimpin Oleh Assisten Wadana UMAT UNTUNG. Setelah penyeragaman nama Wadena Menjadi Kecamatan maka dipimpin oleh Camat E. RUNJANZ Dengan Nama Kecamatan Rungan/Manuhing dan Ibukota Kecamatan di Tumbang Jutuh/Jakatan Raya, setelah itu Lewu Tumbang Malahoi berubah Menjadi Desa Tumbang Malahoi.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Kabun Campuran, Kabun Karet, Kaleka Sange, Kaleka Mandehan Kaleka Bulu Manuk, kaleka Tewing Tajahan, dan Karamat Pasah Patahu  
Jual Beli, Garap Sendiri, Warisan  

Kelembagaan Adat

Nama Kedemangan Kecamatan Rungan (Kemantiran Adat Tumbang Malahoi)
Struktur Mantir Adat
Mantir adat : sebuah jabatan seseorang di komunitas masyarakat hukum adat dan sebagai hakim wilayah mantir kelurahan dan mantir kecamatan yang mengurus hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat hukum adat serta wilayah adat di daerah kemantiran. 
Musyawarah dan Mufakat/Pumpung 

Hukum Adat

Peraturan adat Kumunitas Lewu Tumbang Malahoi, masih Mengacu Pada Peraturan Hukum Adat Kedamangan Kecamatan Rungan. 
Peraturan adat Kumunitas Lewu Tumbang Malahoi, masih Mengacu Pada Peraturan Hukum Adat Kedamangan Kecamatan Rungan.
 
Keputusan Mantir Adat Tentang Surat Perdamaian Secara Adat dan Pernyataan kedua belah pihak tidak Mengulangi Lagi Perbuatannya.
( Perkalahian Antara Didi Dengan Bakti Raya tahun 2015 )

 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Karbohidrat : Padi, Jagung, Jawau, dan Gambili Sayur Mayur : Bua Awai, Tungkul awai, Taya, Segau Kalakai Rimbang, Jagung Balanda, Baluh Puti, Bahenda, Tantimun, Lempek, Kanjat, Ujau, Kulat, Bua Pantak, Rimbang Bulu, Sanggau, Bajei, Singkah Rua, Singkah Nange, singkah Marau, singkah Hembiye, Bakung, Suluh Tabantal. Buah : Mangkahai, Dahuyan, Tongkoi, Lahung, Paken, Mawuh, Embak, Ranamun, Dangoi, Banturung, Puan, Bua Pilang, Nyamu, Mantawa, Kantiau, Tanggaring, Siwau, Takuhau, Sangalang, Dara, Hakam, Tusum bua Asem Tewu, Putar dan Bua Pangi hampalam Tanggu Langsat Karamu Binjai Barania Manggis Bua Katapi Tangkuhis Bua Marau Bua Hambiye.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Obat- Obat, : Tabat Baritu, Bajakah Bahenda, kayu Pasak Bumi, Saluang Belum, Uhat Songkai, isin Tawar Pari, Isin Sondon, Uhat Panahan. Bahan Kecantikan : Suluh Kayu Kalanis, Henda Bangapan
Papan dan Bahan Infrastruktur Tabalien, Lentang, Pahawas, Tahantang, Awang, dan Batang Dahuyan
Sumber Sandang -
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kamasarai, Langkuas, Henda, Lai, Suna, Dawen Songkai (Alami)
Sumber Pendapatan Ekonomi Kabun Karet, Rotan (uwei) dan Menyedot Mas, Mandulang Mas (ngaloyong)