Wilayah Adat

Moi kelim

 Teregistrasi

Nama Komunitas Moi kelim
Propinsi Papua Barat
Kabupaten/Kota SORONG
Kecamatan Sorong Timur, Sorong Barat, Sorong Kepulauan, Sorong Utara, Sorong, Sorong Manoi, Klawurum, Malamisimsa, Maladummes
Desa Malaingkedi
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 372.099 Ha
Satuan Moi kelim
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran,Lahan Basah,Pesisir
Batas Barat Laut/ Moi Fiawat Kabupaten Raja Ampat
Batas Selatan Mpi Sigin dan Moi Klabra Kabupaten Sorong
Batas Timur Moi Salkhma Kabupaten Sorong
Batas Utara Laut dan Moi Madik Kabupaten Tambrauw dan Kab Sorong

Kependudukan

Jumlah KK 2000
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama Petani, Nelayan, Meramu, Nuruh, PNS

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat adat suku Moi. Komunitas Moi Kelim berasal dari dua wilayah yang berbeda yatu dari arah pedalaman tempat yang bernama Kalawelem dekat kampong Maladofok dan dari arah laut yaitu tempat yang bernama Malatasik atau negeri diseberang lautan.
- Kalawelem adalah kampung pertama untuk komunitas Moi Kelim yang berasal dari arah pedalaman. Dari kampung lama ini mereka mulai menyebar ke arah utara, timur, barat dan selatan serta ke wilayah komunitas Moi lainnya. Persebaran ini terjadi secara bertahap dimana masyarakat setempat keluar dari kampung Kalawelem karena takut kena kutukan akibat peristiwa Basinpeli yang terjadi di Kampug itu. Kini tempat yang ditinggalkan dianggap sebagai tempat keramat (Kofok) terbesar di Maladofok tanah Moi. Gelek-gelek yang keluar dari Kalawelem dekat Maladofok antara lain: Bisulu, Fadan, Filis, Galus, Gisim, Gisim, Gifelem, Gilik, Kokmala, Kwaktolo, Lagu, Makmini, Malak, Malakabu, Fadan, Mulu, Mobilala, Mubalen, Kalami, Bisi, Ulimene, Idik Kalasuat, Kalagison, Kalawen, Paa, Kalalu, Komigi, Malaseme, Mubalus, Sani, Siwele, Siwolo, dan lain-lain.
- Dari arah laut tempat yang bernama Malatasik atau negeri diseberang lautan atau disebut juga Sonampai di Pulau Biak sekarang. Kelompok Gelek yang mendarat ini dikenal dengan sebutan Gelek Wilim, yaitu Gelek Ulim, Ulimpa, Doo, Salamala, Magablo, Ulala, Malasamuk, Balinsa, Safisa, dll. Mereka mendarat ditempat yang bernama Linswok atau muara Kalawiklala. Rumpung Gelek Wilim ini kemudian ke Maladofok bergabung dengan masyarakat adat Suku Moi, Komunitas adat Moi Kelim lainnya di Maladofok. Di Maladofok Gelek besar, Wilim kemudian diberi tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pendidikan adat Kambik. Dari Maladofok rumpun Gelek besar Willim kemudian meyebar ke arah utara, timur, barat dan selatan wilayah Suku Moi lainnya.
- Selain sejrah komunitas Moi Kelim secara umum diatas, ada juga Gelek-Gelek yang mempunyai sejarah masing-masing.
Secara umum keberadaan gelek-gelek Moi Kelim telah diakui di rumah adat Kambik dan memiliki tanah adat sendiri berdasarkan sejarah kepemilikan masing-masing gelek, mereka semua akhirnya disebut sebagai Newilik Malamoi (Dokumen daftar nama gelek, terlampir)

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Kofok (keramat), Tempat yang disakralkan
- So (putih), tempat tinggal para arwah
- Woti, tempat yang dilarang atau dilindungi, Yiwan
- Get Gi, larangan menokok Sagu di dusun pada waktu tertentu
- Get Kala, Larangan mencari ikan di sungai pada waktu tertentu.
- Get Iwan, Larangan mengambil ulat Sagu/Sagu
 
Egespumum, hak kepemilikan, hak makan dan pengeolaan atas tanah adat  

Kelembagaan Adat

Nama Organisasi Masyarakat Adat Suku Moi
Struktur - Lembaga Masyarakat Adat Malamoi - Dewan Adat Suku Moi berada ditingkat distrik/kecamatan - Ketua adat berada ditingkat kampung
- Lembaga Masyarakat Adat Malamoi, berfungsi sebagai pemerintahan adat yang terpusat
- Dewan Adat, berfungsi menjalankan tugas pemerintahan dan peradilan adat
- Ketua Adat, berada ditingkat kampung dan menjalankan tugas pemerintahan dan peradilan adat
 
- Sabalo, Forum Musyawarah Mufakat
- Sidang Adat, tempat penyelesaian konflik dalam masyarakat adat Suku Moi, Komunitas Moi Kelim
 

Hukum Adat

Woti, Larangan untuk masuk atau mengambil sesuatu di tempat yang dilindungi  
- Gilitumu, taruh timah panas ditangan untuk pembuktian bagi orang yang tidak bersalah atau yang bersalah
- Tewebeles, Molo Belo dilakukan sebagai alat pembuktian tentang kebenaran dari sesuatu yang disengketakan
- Sakmasang, potong bambutui sebagai sumpah adat dalam sengketa adat
- Lin Masang, sumpah adat dengan bambu
 
- Denda adat, dilakukan oleh pelanggar adat kepada pihak yang menerima setelah keputusan oleh Dewan adat/ketua adat 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan - Damar, sebagai alat penerangan dan industry rumah tangga, parfum, dll - Butung; Cendrawasih, Mambruk, Maleo, Kelelawar, Elang, Camar, Nuri, Kakatua, dll. - Hewan; Babi, rusa, sapi, kuskus, kanguru, ular, buaya, kasuari, kura-kura, soa-soa, dll - Ikan, udang, belut, kepiting, siput, penyu, dll. - Sagu, pisang, keladi, ketela pohon, jagung, ubi jalar, lansat, buah Cempedak, Buah Matoa, Buah Merah dll
Sumber Kesehatan & Kecantikan - Daun gatal, buah merah, sarang semut, kulit kayu merbau. Kidimik (Tali Susu), Kiwing, Sentosa, dll
Papan dan Bahan Infrastruktur - Kayu Buah, Kulit Kayu, Atap sagu, Rotan, Nibon, dll
Sumber Sandang - Kulit kayu dan daun tikar, dll
Sumber Rempah-rempah & Bumbu - Babu (serei), Lengkuas, Baisan (rica), Gisik Kesik (kulit kayu), dll.
Sumber Pendapatan Ekonomi - Sagu, hasil buruan, ikan, hasil buah-buahan di hutan, dll