Wilayah Adat

Ngata Vugaga

 Terverifikasi

Nama Komunitas Vugaga
Propinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten/Kota SIGI
Kecamatan Marawola Barat
Desa Vugaga
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 10.996 Ha
Satuan Ngata Vugaga
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Binggi
Batas Selatan Pinembani
Batas Timur Soi
Batas Utara Lumbulama

Kependudukan

Jumlah KK 392
Jumlah Laki-laki 1184
Jumlah Perempuan 832
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Vugaga adalah salah satu Sub komunitas masyarakat adat yang ada di wilayah ke adatan besar Kamalisi Sulawesi Tengah yang kini pada umumnya bermukim diwilayah lembah,lereng dan pegunungan Kamalisi.
Komunitas masyarakat adat Vugaga tersebut memiliki sejarah yang sama dan mereka hidup dari satu komunitas lainnya yang cukup besar di kamalisi secara adminitrasi berada di wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kota Madya Palu, bahkan wilayah adatnya kamilisi sampai kewilayah adminitrasi
provinsi Sulawesi Barat. Dalam pengetahuan literatur antropologi dan etnokologi komunitas besar di Wialyah Adat Kamalisi tersebut adalah bahagian dari sub etnis kaili terdiri dari etnis Unde,Inde Tado dan Da’a. tapipada umumnya di sub kewilalayaan komunitas vugaga adalah menggunakan bahasa/suku da’a.


Vugaga secara kewilayaan adat berdasarkan pembagian Madika dombu (raja) atas saudaranya di wilayah adat poni
pembagiaan wilayah adat ini berdasarkan untuk mengontrol serta mengawasi aktivitas komunitas yang begtu banyak menyebar di tempat-tempat dimana ada potensi dapat dikelolah untuk menafkai demi keberlangsungan hidup berdasarkan kearifan lokal.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pangale : Hutan larangan adat (tidak boleh di olah) Ova : Lahan Bekas Garapan dan di tinggalkan selama 10-15 tahun dan menjadi hutan kembali ditumbuhi kayu-kayu relatih kecil, suatu saat bias di olah kembali secara adat/arif
Olo : bagian hutan yang di larang di olah karena merupakan zona penyediaan sumber air (mata air)
Pantalu : lahan hutan yang diperbolehkan dibuka sesuai aturan adat dan mejadi kebun (Bonde)
Ngata : pemukiman penduduk dijadikan ngata
 
1. Sistem penguasaan
System penguasaan ini hampir seluruh suku da’a di wilayah tanah adat kamalisi memiliki sejarah yang sama Dalam penguasaannya, begtu juga diwilayah adat vugaga, sumber daya alam di kuasai dan di manfaatka oleh kelompok di mana semua orang da’a vugaga mempunyai hak yang yang sama dalam penguasaannya. Penguasaan komunal adalah penguasaan dan kepemilikan berdasarkan prinsip dan kepentingan bersama di bawah pengawasan bersama.
2. Sistem Kepemilikan
Kepemilika didasarkan atas dan proses kepemilikan komunal, kepemilikan individual dengan sebuah prinsip yang telah di percayai oleh orang da’a bahwa tanah itu adalah tanah adat yang telah di wariskan dan di berikan oleh leluhur untuk ntodea (Masyarakat) agar dijaga. Prinsip kepemilikan dan penjagaan itu dapat dilihat dari ungkapan leluhur ”Menjual tanah adat sama dengan menjual adat, menjual adat berarti menjual rakyat dan menjual rakyat dalah mendustai dan menyakiti leluhur” .
Jenis kepemilikan ini, dapat saja dimanfaatkan oleh individu yang ada didalam kelompok tersebut atau orang lain yang di luar kelompok garapan tersebut.dengan melalui:
1. Meminta izin dan mendapat persetujuan dari kelompok tersebut
2. Harus memberikan sedikit hasil pertanian dari tanah tersebut sesui dengan kerelaan untuk kelompok pemilkinya.

3. Tidak di perbolehkan menanam tanaman jangka panjang.
4. tanah tersebut tidak dalam masa istrahat.
Tanah Individu : Tanah yang dikuasaidandikelolah olehperorangan (individu)
Tanah keluarga: Tanah yang dikuasaidandikelolah bersama-samadalamsatukeluarga
Tanah Komunal : Tanah yang dikelolabersama-samaolehkomunitas (semua orang dalamkomunitasikutmengelola)
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Ngata Vugaga
Struktur Madika Tomalanggai Totua Ntodea
a. Madika adalah pemimpin petinggi dalam masyarakat adat da’a di Marawola barat sampai di kecamatan lainnya di mana komunitas da’a berada yang kedudukannya bertempat di Dombu, memimpin dan mengatur dan menjalankan amanat rakatnya untuk kesejahteraan yakyat. Profil madika tidak seperti tradisi dan profil raja. Madika adalah pemimpin yang tidak punya singgasana, madika juga rakyat yang bekerja menjadi petani layaknya ntodea (rakyat biasa)
b. TomaLanggai adalah seorang yang dipercayakan oleh madika sebagai orang menjaga keamanan dan melindungi rakyatnya dari gangguan. Toma langgai juga sebagai pemimpin dan panglima perang.
c. Totua adalah tokoh atau orang tua adat yang mengatur dan melaksanakan system adat di ngata-ngata (kampong-desa). Masing-masing orang tua adat di tunjuk oleh rakyat lewat Posiromu (Peretemuan adat)serta memeiliki penegetahuan adat dan pengalamannya dan terpercaya
d. Ntode adalah rakyat komunitas adat da’a.
 
Mosiromu 

Hukum Adat

- Aturan yang berlaku jika masyarakat yang membuka lahan hutan terlarang di pegunungan tanpa sepengetahuan totua ada buluna akan dilakukan sanksi
- Jika selesai panen akan dilakukan upacara adat (Vunja) syukuran adat
Nobanta merupakan upacara syukuran sebelum dan sesudah
melakukan panen
 
Givu artinya bentuk sanksi berat atau ringan
Vaya artinya aturan sanksi yang di berlakukan untuk tidak

mengulangi perbuatan
Sompo artinya sanksi perbuatan yang tidak menyenangkan atau mempermalukan perempuan atau keluarga.
Sebelunya datangnya agama di masyarakat adat da’a vugaga (Kamalisi) sudah mengenal prinsip-prinsip sepuluh Norma-norma kehidupan manusia.
Tidak boleh mencuri
Tidak boleh berdusta
Tidak boleh berzinah
Tidak boleh mempermalukan perempuan
Tidak boleh membunuh
Tidak boleh mengolok-olok orang lain-menghina
Tidak boleh berbohong
Tidak boleh menyalah gunakan wewenang
Tidak boleh mendahului orang tua
Tidak boleh ingkar janji
 
Pemuda adat melakukan kesalahan dengan tindakan criminal (pemukulan) terhadap pemuda lainnya. Maka di lakukan givu (sangsi) dengan mengeluarkan denda adat yakni ayam, piring sebagai mana di tentukan oleh orang tua adat dan tidak akan mengulangi perbuatannya (Vaya) 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Karbonhidrat:Ubi, jagung, Talas, Ubi jalar, padi ladang. Protein : kacang panjang, kacang tanah Vitamin : jeruk, jambu air, jambu, pisang
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat-obatan :kulit kayu vula – obat sakit mata (iritasi) Getah batang pohon kelor- obat sakit mata, Daun kopi = obat luka, getah kayu jawa –obat luka, daun sarikaya-obat asma, daun kadanggulalo obat luka, batuk dan suara paru. Kayumanuru : untuk memerawat kulit agar segar, bersih, indah, awet dan bercerah
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Tavaili, ntoe dan Nantu : untuk tiang membangun rumah maupun rumah adat bembatava, Vakava : untuk atap rumah
Sumber Sandang Kuli kayu nunu : untuk pembuatan baju adat
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Balentua, Tumbavani, kuni, pia, katumbara, lemo,
Sumber Pendapatan Ekonomi Ubi Talas, ubi kayu, jagung, kopi, coklat