Wilayah Adat

huta Lamtoras

 Teregistrasi

Nama Komunitas Lamtoras
Propinsi Sumatera Utara
Kabupaten/Kota SIMALUNGUN
Kecamatan Pamatang sidamanik
Desa Sihaporas
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.948 Ha
Satuan huta Lamtoras
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran
Batas Barat Repa
Batas Selatan Negeri Dolok
Batas Timur Naga Saribu, Gunung Pariama
Batas Utara Babangun

Kependudukan

Jumlah KK 120
Jumlah Laki-laki 246
Jumlah Perempuan 354
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Masyarakat adat sihaporas merupakan keturunan dari Ompu Mamontang Laut Ambarita, nama kecilnya Martua Boni Raja Ambarita yang berasal dari Lumban Pea di Toba Samosir. Dalam Silsilah Si Raja Batak, Ompu Mamontang Laut merupakan generasi ke sembilan. Sekitar tahun 1800-an Ompu Mamontang Laut Ambarita pergi merantau menyeberangi danau toba dari pulau Samosir dengan menumpang \" Solu Bulung Sukkit\" menuju ke arah tenggara tepatnya di Dolok Mauli dekat Sipolha. Ompu Mamontang Laut Ambarita menuju keatas bukit dan merintis perkampungan yang diberi nama \" Sihaporas\". Semasa Hidupnya Ompu Mamontang Laut Ambarita menyepakati padan/sumpah janji batas wilayah adat dengan tiga raja yakni : Raja Siantar marga Manik., Raja Sipolha marga Manik, dan Raja Tanah Jawa marga Sinaga. Dalam satu peristiwa, pertemuan para raja tersebut untuk menyepakati batas-batas wilayah \" Tanah Urung Siantar dan Tanah Urung Tanah Jawa\" terjadi satu peristiwa ajaib. peristiwa itu adalah saat para raja berdoa kepada Debata Mula Jadi Nabolon, Sahala Raja, Raja Desa dan Raja Sombaon persembahan yang diberikan yaitu seekor kerbau berubah menjadi Batu lalu patah menjadi dua bagian. kemudian batu tersebut dinamakan Batu Sidua-dua dan dijadikan perbatasan wilayah antara Raja Tanah Jawa dan Raja Sihaporas. Ompu Mamontang Laut Ambarita meninggal karena kekejaman penjahat yang bernama Raja Gorak marga Manikyang melukainya menggunakan bujur/tombak ketika Ompu Mamontang Laut.
Wilayah Tanah Adat Sihaporas warisan Ompu Mamontang Laut Ambarita terdiri dari hamparan tanah seluas kurang lebih 2000 Ha. Sekitar tahun 1913, penjajah Belanda meminjam tanah dari generasi ke V keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita untuk dijadikan sebagai Hutan Pinus yang dimamana sudah dipetakan Belanda pada tahun 1916. Bentang wilayah Sihaporas sendiri terdiri dari tiga nama yaitu Sihaporas Bolon, dan Sihaporas Negeri Dolok.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

permukiman/parhutaan.
perladangan.
penggembalaan ternak..
kolam ikan.
hutan adat/tombak raja. 
 

Kelembagaan Adat

Nama Huta Sihaporas
Struktur Raja Huta/Sipukka Huta (marga Ambarita), Hula-hula, Dongan Tubu, Boru
Raja Huta/Sipukka Huta (marga Ambarita) : sebagai pemilik wilayah adat yang mengatur pengelolaan sumber daya alam dan penngambil keputusan yang menyanggkut dengan kehidupan di kampung.
Hula-hula : memberikan nasehat, menimbang setiap keputusan.
Dongan tubu : Mengatur pelaksaan kegiatan adat
Boru : Mempersiapkan segala keperluan adat 
Musyawarah (Tonggo Raja) 

Hukum Adat

1. Tanah tidak dapat diperjual belikan,
2. Jika ada ritual mengenai Ompu Mamontang Laut Ambarita tidak diperkenankan mengkonsumsi daging anjing, daging babi, daging babi hutan minimal 7 hari sebelum dan sesudah kegiatan.
2. kerbau atau lembu harus digembalakan jauh dari ladang atau hanya di daerah penggembalaan.
3. Ternak babi tidak diperbolehkan untuk berkeliaran disekitar pemukiman (lepas)
4. Marga boru/ marga pendatang jika ada kegiatan tradisi terkait Ompu Mamontang Laut Ambarita harus wajib mengikutinya.
5. sumber air suci (pangurasion) tidah boleh diambil dari tapparan
6. Tebu Merah, pisang siminyak, timun, rudang, jika ingin diambil harus permisi kepada yang punya.
7. setelah selesai ritual manganjab, kurang lebih 3 hari tidak diperbolehkan ke ladan dan ke hutan, hari ketujuh manangsang robu kehutan.
8. hasil yang sudah dipanen, harus lebih didoakan dulu baru setelahnya dikonsumsi.
 
1. gotong royong (marsiapari)
2. sumber mata air tidak bisa dicemari,
3. bila ketauan mencuri, para tetua akan bersidang mengambil keputusan (mardebban)
4. jika ada kehilangan harus diumumkan ke penduduk kampung
 
bila ketauan mencuri, para tetua akan bersidang mengambil keputusan (mardebban)
(molo hadapotan mambuat naso barang/ugasanna, dipahata natua tua/ mardebban.
jika ada kehilangan harus diumumkan ke penduduk kampung.
(molo adong nahamagoan marpalu ting-ting 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan padi, sayur, buah, jagung, kacang-kacangan, cengkeh, kopi, jahe. jengkol, petai, durian.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Tumbuhan obat, tumbuhan kosmetik dan sikkam,
Papan dan Bahan Infrastruktur kayu pinus, meranti, ingul, rotan.
Sumber Sandang kapas, bayon pandan, raso (tanaman rawa),
Sumber Rempah-rempah & Bumbu kemenyan, attarasa, andaliman, cabe, bane bintang, lengkuas, kemangi.
Sumber Pendapatan Ekonomi kemenyan, padi, jagung, kopi, jahe, cabe, sayuran dan tomat.