Wilayah Adat

Bua' Pana

 Tersertifikasi

Nama Komunitas Pana
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota ENREKANG
Kecamatan Alla
Desa Pana
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 974 Ha
Satuan Bua' Pana
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat omunitas Patongloan (buntu curik), kajoak, buntu poporan, sembang, kandean la'pa'.
Batas Selatan Komunita adat Baroko salu Dollak).
Batas Timur Kee. Curio desa pebaloran (salu mata allo}.
Batas Utara Komunitas adat Mengkendek (kelurahan salubarani kec. Gandang batu Sillanan Tana toraja), sungai Sallubarani.

Kependudukan

Jumlah KK 598
Jumlah Laki-laki 1352
Jumlah Perempuan 1270
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Mendengar kata PANA bagi mayarakat Kabupaten Enrekang terutama bagi yang bermukim di Duri kompleks maka yang ada dalam pikiran adalah sebuah tumbuhan beruas-ruas dan salah satu jenis komoditi hasil pertanian namun itu berbeda jika nama Pana disematkan pada sebuah tempat maka dengan segera orang menyebut sebuah Desa sebelah utara kabupaten Enrekang, jarak dari ibukota kabupaten sekitar 24 kilo meter. Penyebutan tempat ini dengan pana berdasarkan penuturan tetua adat Ola Nakka dikisahkan bahwa dulu ketika Keba Kebo dan Tandere Rilangi' berjalan jalan kearah selatan dari Bubun Batu Gunung Rajan, tiba-tiba mereka menemukan sejenis tumbuhan, yang ernyata tumbuhan itu adalah pana (jahe merah) berjumlah tiga buah, penemuan ini menjadi dasar penyebutan tempat dimana komunitas ini berada menjadi Pana. Selengkapnya desa Pana secara adminitrasi kecematan berada dalam wilayah Kecamatan Alla' Kabupaten Enrekang, Propinsi Sulawesi selatan. Masyarakat adat Pana berdasarkan sejarah asal usul leluhur yang diceritakan secara turun temurun masih jelas dalam ingatan generasi pemangku adat, ini sebagai bukti keteguhan masyarakat adat Pana dalam menjaga silsilah keturunan sebagai bagian penting dari komunitas sendiri. tentang leluhur mereka yang pertama kali ada dan mendiami Pana dapat dicatat sebagai berikut;

Matindo Dama kawin dengan Tomellao Langi melahirkan tiga (3) orang anak yakni :
1. Kebo kebo
2. Paulang
3. Bentuin

Kebo kebo kawin dengan Tandere Langi melahirkan
1. Tumbak To Pan
2. Palangnganan

Tumbak To Pana kawin dengan Lai' Rinding
Nama Bubun Batu muncul karena ditemapat awal mereka berrnukim disitu ada batu berlubang dan dijadikan sumur. Kemudian idak jauh dari bubun batu Tumba' Pal a'ta' membangun lagi satu rumah yang mempunyai longa maka rumah itu diberi nama longa longa, setelah rumah itu menduduki jabatan adat maka rumah itu diberi nama Tongkonan Longa longa.

Didalam kehidupan masyarakat adat itu tidak lepas dari ritualĀ­ ritual begitupun dengan Masyarakat Adat Pana. Untuk membuang sial misalnya ketika ada anggota masyarakat yang sakit diadakan ritual mangnganta'. Ketika ada yang meninngal untuk mengenang kepergiannya diadakan acara Rambu Solok hingga pada hari ke 40.

Komunitas Adat Pana Adalah salah satu Bua' dari Karua Bua' yang ada dikomunitas adat baroko, masing-masing dari bua' tersebut bersifat otonom atau mandiri, mereka bagaikan suatu perkumpulan/federasi.

Komunitas Adat Pana terbentuk setelah terbentuknya Tongkonan di Bubun Batu inilah yang memulai mengurus segala urusan yang ada di sekitar wilayah itu. Komunitas BUA' ini diberi nama Bua' Pana karena tidak jauh dari Tongkonan Bubun Batu di dapatkan tumbuhan Pana [jahe] yang konon kabarnya Pana/jahe tersebut adalah ajaib karena selalu menghilang, kadang hilang kadang muncul dan juga pana/jahe itu dapat dijadikan obat.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Padang Kawaian/Tanah Basah {Sawah);
2. Bara'ba (Kebun);
3. Pangngala Pinus (Hutan Pinus);
4. Pemukiman (Pekampongan);
5. Lamunan (Pekuburan);  
1. Padang Kalena (tan ah perorangan) yaitu tanah yang didapat oleh seseorang karena pemberian atau karena warisan, seperti kebun, sawah, & rumah.
2. Padang Mana' yaitu tanah yang pemiliknya adalah rumpun keluarga yang dikelola secara bergiliran (1 - 5 tahun) sesuai kesepakatan keluarga, seperti sawah dan kebun.
3. Padang Ada' /tanah adat yaitu tanah yang pengelolaanya diatur oleh lembaga adat atau Pemangku Adat.
 

Kelembagaan Adat

Nama Tongkonan
Struktur 1. Bubun Batu 2. Longa Longa 3. Tangkaalloan jao/Londongna 4. Tangkaalloan tangnga/Allo 5. Tangkaalloan jiong/Allo 6. Tangdirompo
1. Tongkonan Bubun Batu bertugas untuk mengurusi urusan ke dalam komunitas adat.
2. Longa Longa bertugas untuk mengurusi urusan keluar komunitas adat
3. Tangkaalloan Jao (Londongna Pana) bertugas "petumpak to madodong pera'pak to mawatang" (bidang keamanan)
4. Tangkaalloan Tangnga bertugas mengurusi urusan Allo Solo' (kematian)
5. Tangkaalloan Jiong bertugas mengurusi upacara Allo Tuka' (perkawinan, pembangunan, haqikah, dll)
6. Tangdirompo bertugas untuk mengurusi urusan kepemudaan.
 
Ma'tongkonan
 

Hukum Adat

a. Merusak tanaman ta bang di sekitar sumber mata air maka akan di kenakan sanksi disuruh ganti dengan menanarn kembali.
b. Merusak kuburan maka harus mernperbaiki kembali seperti sernula (biasa terjadi ketika menggali menggali kuburan baru, dan merusak kuburan yang di sebelahnya)  
1. Pencuri : diarak kelilng kampung membawa barang curiannya sambil berteriak "saya telah mencuri" (to'bokona).
2. Berkelahi (sibobo) kalau tidak ada yang meninggal diselesaikan lewat tokoh adat secara kekeluargaan, kalau perkelahian (sibobo) yang menyebabkan kematian maka akan kena pidana hukum negara.
3. Pasangan muda mudi yang kedapatan berduaan dan bukan muhrim maka akan di panggil orang tuanya dibicarakan bagaimana proses penyelesaiannya atau langsung di nikahkan.  
Sengketa Lahan: mengadakan pertemuan dengan penyelesaian secara kekeluargaan oleh para tokoh adat, diputuskan sekitar tahun 2000an.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Jagung, keladi, ta las, ubi kayu, ubi jafar, Kentang, wortel, terong, kacang tanah, kacang merah, buncis, kol,sawi, bawang, kangkung, bayam, kelor, Pisang, nenas, salak, nangka, kelapa, durian.
Sumber Kesehatan & Kecantikan Jahe, daun jeruk, daun siri, pinang, lengkuas, daun kassi-kassi, daun ulu-ulu, jambu batu, kumis kucing, kunyi, daun paria, bawang merah.
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu suren, pinus, bambu, kayu belalang, kayu nangka, batang kelapa.
Sumber Sandang Ulat sutra, benang sutra.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, bawang merah, Cabe, merica, cengkeh, kunyit, serei, lengkuas.
Sumber Pendapatan Ekonomi Cengkeh, coklat, Jahe, kopi, bawang merah, kol, wortel, salak, tomat.

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kab. Enrekang Nomor 1 Tahun 2016 Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat Masenrempulu Enrekang Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen