Wilayah Adat

Kampung Manaluk

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Kebahan
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SINTANG
Kecamatan Kayan Hulu
Desa Tapang Menua
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 11 Ha
Satuan Kampung Manaluk
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran,Perairan
Batas Barat Melaban Pedini
Batas Selatan Melaban Pedini
Batas Timur Serawai
Batas Utara Serawai

Kependudukan

Jumlah KK 47
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama bertani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Laman Menaluk dulu namanya laman Naluk, namun dalam administrasi pemerintah ditulis menjadi Menaluk. Alhasil hingga kini orang menyebutnya Menaluk. Naluk adalah nama orang dari suku Dayak Tebidah. Jauh sebelum orang Dayak Kebahan ada di wilayah ini, ia adalah orang yang mula-mula datang ke wilayah yang disebut dusun Menaluk sekarang ini.

Penduduk yang ada di Menaluk sekarang ini adalah suku Dayak Kebahan keturunan Ludang Tuyau, Rangga Adok dan Tali. Mereka bertiga adalah orang Kebahan yang pertama kali datang ke wilayah Menaluk. Dulu sebelum mereka datang, di Menaluk sudah didiami oleh orang Tebidah dan orang Melahoi. Orang Tebidah lari ke Tanjung Miru di sungai Tebidah sedangkan orang Melahoi lari ke Hara di Serawai. Ludang Tuyau berasal dari Bongkal di hilir Nanga Ungai, Rangga Adok berasal dari Nanga Ungai dan Tali dari Lengkong Selipau di desa Entogong. Rangga Adok kemudian yang menjadi kepala kampung pertama di kampung Menaluk. Menurut cerita, suku Dayak Kebahan ini berasal dari Kedukul di Semuntai kabupaten Sanggau.

Di masa lalu, penduduk Menaluk tinggal di rumah Botakng Panyakng yang terdiri dari 18 pintu di kiri mudik sungai Masau persis berseberangan dengan pemukiman yang ada sekarang. Di pemukiman yang sekarang mereka tidak mendirikan botakng panyakng, melainkan mendirikan rumah-rumah tunggal, dimana setiap rumah dihuni oleh satu keluarga. Perpindahan mereka dari botakng panyakng ke pemukiman sekarang terjadi sejak tahun 1980-an, mereka pindah tidak sekaligus namun secara perlahan-lahan akhirnya di botakng panyakng tersebut tinggal satu keluarga saja yang masih bertahan hingga kini.. Tanda-tanda bekas rumah botakng itupun masih bisa dijumpai hingga kini seperti kerangka rumah, tukau (lumbung padi) yang masih utuh, dan kandang babi serta pohon buah-buahan.

Menurut penuturan pak Rayung (60-an th), Ludang Tuyau menikah dengan Benti melahirkan: Singa, Tampang Menua dan Mala. Tampang Menua menikah dengan Iring melahirkan: Angin, Gondo’, Molor, Sebat, Boyan dan Segolong. Boyan (perempuan) menikah dan melahirkan anak: Ingka, Rayung, Ladu, Lola dan Sengkumang. Rayung menikah dengan Jinah melahirkan Matius Ludang Tuyau. Matius Ludang Tuyau menikah dan memiliki anak bernama Linda. Saat ini anak Matius Ludang Tuyau masih berumur sekitar 11 tahun (SMP kelas 1). Keturunan Rangga Adok dan keturunan Tali juga semakin bertambah.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Pemukiman
- Ulayat Adat
- Pemakaman
 
kolektif & individu 

Kelembagaan Adat

Nama ketemeggungan Tapang Menua
Struktur Temenggungan Dewan Adat
- Temenggung, secara khusus menangani hukum adat dan sekaligus sebagai pemimpin suku.
- Dewan Adat, secara khusus menangani seni budaya suku dayak Kebahan
 
Ada 2 jenis, yaitu:
1. Yang bersifat kecil/ringan
Temenggung mempunyai hak untuk mengambil inisiatif dan keputusan langsung
2. Yang bersifat besar/berat
Temenggung harus mengumpulkan masyarakat adat dan akan disepakati bersama. 

Hukum Adat

Sistem berladang yaitu dimulai dg (montap uma) pembukaan lahan, kemudian dilanjutkan dengan upacara dan tahap-tahap berikutnya sampai waktu panen tiba.
- Sistem pengelolaan hutan yaitu, dengan membuat satu ritual adat dan secara terpilih/tertentu dalam penebangan kayu
 
Pegawai Tutup Tahun
- Mopat daun padi
- Nubak Malas malu
- Tulak Bala
 
Adat mencuri disanksi paling kecil adat 10 peromas.
- Noek Ningkah disanksi adat 20 peromas
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Tentang Pengakuan Dan Perlindungan Kelembagaan Adat Dan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sintang 12 Tahun 2015 Pengakuan Dan Perlindungan Kelembagaan Adat Dan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen