Wilayah Adat

Wet Sesait

 Terverifikasi

Nama Komunitas Sesait
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK BARAT
Kecamatan Kayangan
Desa Sesait, Kayangan, Santong, Dangiang,Pendua
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 5.529 Ha
Satuan Wet Sesait
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran,Lahan Basah,Pesisir
Batas Barat G. Buan Mangge, G. Selempo, G. Sepekat, G. Bunut Bulu, Uluan Lokok Sedutan, Air Terjun Tiu Teja, Dam Lokok Sedutan, Tiu Awur, Tempelangan Sempakok, Bendungan Rebakong, Lendang Jurang, Dam Jugil dan Muara Lokok Sedutan
Batas Selatan G. Rinpian, G. Cemara Siu, G Layur, Buan Mangge
Batas Timur Muara Menanga, Ambon-Ambong, Enjol-enjol, Cutakan Reba, Gegurik Melepah, Kebalwan, Batu Tambun, Tempos Belimbing, Lokok Pineng Lolo, Dilok Topat, Lokok Pansor, Koloh Pansor Daya, Koloh Tenggoron, Lokok Asan, Lokok Mendong, Gunung Tempos Bawak, Gunung Jambu, Aik Menyer / Song Sejimba, Gunung Malang dan Gunung Cemara Siu
Batas Utara Segara Lauk (Laut Jawa), Muara Lokok Sedutan, Muara Lokok Beraringan, Pantai Sedayu dan Muara Menanga Lebari

Kependudukan

Jumlah KK 12174
Jumlah Laki-laki 14572
Jumlah Perempuan 15178
Mata Pencaharian utama Berburu & Meramu, Bertani, Berladang, Beternak, Nelayan, dan Industri Jasa

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Berawal dari sebuah kampung kecil pada awal abad 14M, terbentuklah tatanan masyarakat yang memegang teguh adat istiadat dan budaya serta kearifan lokal bahkan sebelum kedatangan wali Allah masyarakat kampung tersebut pada masa itu sudah menganut Islam Jelema Ireng yaitu belum sempurnanya dalam hal Syariat, namun dalam hal Ketauhidan sangat kuat. Setelah kedatangan salah seorang wali Allah yang mengajarkan agama Islam kepada penduduk kampung setempat, maka teranglah Islam di kampung tersebut. Menurut Piagem Sesait, Mengapa Sesait dijadikan sebagai pusat Penyebaran islam dan pusat Pemerintahan Pertama yang mencakup wilayah kekuasaan Sesait, itu berdasarkan atas keputusan para Wali Allah, Dan wali Allah yang pertama mengijakkan kakinya di gumi Said beliau adalah Kanjeng Syeh Said Saleh Pedaleman,Wali tersebut berasal dari Makkah Al-Mukarramah, dan Kanjeng Said Rahmad atau lebih dikenal oleh masyarakat stempat dengan sebutan Bapuk Rahmad kedua wali tersebut secara bersamaan datang ke kampong tersebut, dan yang tinggal menetap di kampung tersebut adalah Kanjeng Syeh Said Saleh dan beliau sebagai Mangku Gumi yang pertama di Kerajaan Sesait. dengan gelar Diah Kanjeng Pangeran Sangapati atau lebih dikenal dengan nama Melsey Jaya, Inilah yang menurunkan Demung-Demung Sesait, dan Makam beliau masih terpelihara hingga saat ini tepat nya sekitar dua ratus meter utara kampung Sesait. Dan Kanjeng Said Rahmad, Setelah mengajarkan Agama Islam di gumi Sesait lalu beliau melanjutkan perjalanan nya ke tanah Jawa dwipa untuk melanjutkan siyar Islam disana, Alkisah perjalanan Said Rahmad ke pulau jawa diceritakan pada halaman berikut, maka kampung tersebut beliau namakan dengan sebutan kampung Said inilah awal mula Nama Kampung Sesaid sesuai dengan nama beliau sendiri yang artinya dalam bahasa arab keselamatan, dan dikuatkan dengan peninggalan – peninggalan serta ajaran –ajaran beliau antara lain; Kitab Suci Al Qur’an Kapernya dari Kulit Unta, tulisan dengan telunjuk Beliau sendiri yang umurnya sudah mencapai kurang lebih 580 tahun serta Tongkat Khotbah yang terbuat dari Hati Pisang serta Salawatan.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pawang (hutan tutupan),
Kebon (Kebun),
Bangket (Sawah),
Gubuk (Pemukiman) dan
Lendang (tanah kosong yang digarap musiman).
 
Ngagum/aguman (pembatasan tanah adat untuk dibagi-bagi oleh tetua adat/pemangku berdasarkan hasil musyawarah bersama, setelah dibagi-bagi dengan anggota masyarakat sebagai hak milik pribadi maka tanah tersebut tidak boleh diganggu gugat lagi dan menjadi hak milik individu yang sah. 

Kelembagaan Adat

Nama Majelis Krama Adat Wet Sesait
Struktur Tau Lokak Empat (Mangku Gumi, Pengulu, Pemusungan, Jintaka)
Mangku Gumi :seorang mangku adat yang memegang kekuasaan bagaimana mengelola tanah adat yang dimiliki bersama.
Penghulu : memegang fungsi sebagai pimpinan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan/kepercayaan dengan Tuhan YME.
Pemusungan : seorang kepala pemerintahan/kepala desa yang mengurus tata pemerintahan dan birokrasi desa.
Jintaka : bagian dari tau lokak empat yang bertugas menjalankan ritual adat dalam bidang cocok tanam serta bertanggung jawab dalam ritual tanam. 
Gundem : suatu metode penyelesaian permasalahan dengan cara dimusyawarahkan secara bersama yg dipimpin oleh tau lokak empat sebagai pemimpin tertinggi di msyarakat adat. 

Hukum Adat

Taek Lauk (musyawarah penentuan buka lahan).
Jango Bangar (survey kawasan yang akan digunakan sebagai lahan atau pemukiman yang selanjutnya di bangar atau di adakan ritual oleh pemuka adat).
Rentetan ritual selanjutnya terdiri dari Bukak Tanak (Mengolah lahan/Menanam), Aji Makam (ziarah makam leluhur, biasanya ke makam bayan), Aji Lawat (membaca al-quran semalam suntuk di mesigid lokak).
 
Dosa Seketi (Dosa besar seperti Membunuh, Kawin Semuhrim, Menyetubuhi Istri Orang), Hukuman untuk ini dinamakan Ilen Pati (Hukuman Mati dengan cara dibatu labuin atau dibuang ditengah laut dengan kaki diikat batu atau bisa juga diganti dengan denda materi seperti kambing/kerbau serta diasingkan selama tiga tahun berturut-turut)
Gila Bibir (Memfitnah), Hukumannya berupa denda beras serombong dan satu ekor ayam atau kambing tergantung besar kecilnya kesalahan.
Gila Mampak (Memukul orang lain tanpa ada kesalahan) Hukumannya sama dengan hukuman Gila Bibir.
Ngembetin (Menghamili gadis diluar nikah), Hukumannya dinikahkan dan didenda Nyaok/Periri Gubuk (membersihkan kampung)
Ngerucak (menggoda/merayu istri orang lain) hukumannya sama dengan hukuman dosa seketi
Dosa Pituk (denda adat husus untuk perkawinan / Pemulangan).
 
Jika ada warga yang Bero (Kawin dengan satu Darah/Muhrim) di Denda dan diasingkan selama tiga tahun berturut-turut. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, kacang-kacangan, kedelai dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, pinang, Kunyit, Lengkuas, Daun Kelor, Daun Kemangi.
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Rotan, Gaharu, dan Bambu
Sumber Sandang Kapas, Kulit Kayu Tatar, Pelepah Pisang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengkeh, laos, kunyit, sere, cabe, terong, toamat dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi kopi, kakao, kelapa, cengkeh dan tembakau