Wilayah Adat

Kampung Tempapau

 Teregistrasi

Nama Komunitas Tempapau
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SEKADAU
Kecamatan Sekadau Hilir
Desa Engkersik
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 690 Ha
Satuan Kampung Tempapau
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Ds. Suak Terentang
Batas Selatan Desa Buluh Kuning
Batas Timur Sp. I Trans Manis Raya
Batas Utara Tp. Sambas/ Kemayau

Kependudukan

Jumlah KK 43
Jumlah Laki-laki 87
Jumlah Perempuan 78
Mata Pencaharian utama Bertani dan Berkebun

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Kampung yg pertama disebut dg Temawang Papau- Temawang Rumah Lalang, di sinilah tempat kampung sampai sekarang. Dimanakan Tempapau karena ada burung Papau masuk kerumah, maka disebut dg Tempapau.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Ladang, sawah, kebun karet, rimba, tembawang & kuburan 
Penguasaan dan pengelolaan wilayah secara turun temurun(keluarga), individu dan kolektif 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Desa Engkersik
Struktur Temenggung Adat Kedesaan Engkersik, Lembaga Adat/ Menteri Adat Desa, Menteri Adat, Masyarakat Adat
Temenggung:
1. Temenggung berwenang menyelesaikan perkara adat diwilayah Kekuasaannya.
2. Berwenang menyelesaikan perkara baik antar warga masyarakatnya sendiri maupun perkara adat dengan pihak luar.
3. Bertugas mengurus adat istiadat dan hukum adat yang ada diwilayah kekuasaan.
4. Bertugas menyelesaikan perkara adat yang tidak mampu diselesaikan oleh menteri adat bersama sekutu.
5. Menyelesaikan perkara adat yang sifatnya berat,seperti pembunuhan.
6. Melakukan koordinasi,kerja sama dengan menteri adat,dan sekutu adat setiap menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
7. Menguatkan,mengembangkan adat istiadat dan hukum adat di wilayahnya.
8. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah,kecamatan dan kabupaten.
9. Menyelesaikan/merumuskan suatu perkara apabila suatu perkara tersebut tidak mampu diseslesaikan/diputuskan oleh menteri adat.
10. Mempertahankan kawasan adat.
11. Melaksanakan keputusan-keputusan hasil Musdat.
12. Mengadakan rapat koordinasi sekurang-kurangnya dua kali setahun.
13. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA pada tingkat Ketemenggungan.
14. Melakukan pemberdayaan dan dokumentasi adat istiadat dan seni budaya.
15. Jujur,bijaksana,dan berwibawa.
16. Berani mengambil keputusan.
17. Mengerti adat istiadat.
18. Berani menyampaikan aspirasi Masyarakat Adat

Menteri Adat:
1. Berwenang mengurus adat istiadat dan hukum adat pada tingkat Dusun/kampung.
2. Menyelesaikan perkara adat di tingkat dusun/kampung/RT/RW.
3. Melakukan koordinasi kerjasama dengan sekutu adat setempat dalam menyelesaikan perkara adat.
4. Menguatkan,mengembangkan dan menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
5. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah desa,kecamatan dan kabupaten.
6. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA dikampungnya masing-masing 
Perkara yang terjadi diselesaikan di tingkat mentri adat dahulu yaitu tingkat dusun, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat mentri adat perkara di naikkan lagi ke tingkat temenggung desa 

Hukum Adat

Adat berladang, panen, membuka hutan, menebang pohon, dll
Wilayah tanah adat, keramat, kuburan, tembawang, sungai hutan adat, hutan lindung, dll 
Adat perkawinan, adat kelahiran, adat kematian, adat salah basa, perkelahian, gawai adat, adat mendirikan rumah, adat prilaku, dll 
Adat perkawinan dinamakan Keruggun/Buis Pekawin.
Jika suami istri menikah maka ia wajib melakukan gawai adat Keruggun yg bersamaan dengan gawai adat. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi