Wilayah Adat

Kampung Ensawak

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dusun Ensawak
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SEKADAU
Kecamatan Sekadau Hilir
Desa Engkersik
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.464 Ha
Satuan Kampung Ensawak
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Nanga Pemubuh
Batas Selatan Nanga Libau
Batas Timur Bedayan
Batas Utara Jerajau

Kependudukan

Jumlah KK 122
Jumlah Laki-laki 229
Jumlah Perempuan 232
Mata Pencaharian utama Bertani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Suku Kerabat terdiri dari 8 Pungkir/ Pintu

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

 
 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Desa Engkersik
Struktur Ketemenggungan Adat Kedesaan Engkersik, Lembaga Adat/ Menteri Adat Desa, Menteri Adat, Masyarakat Adat
Temenggung:
1. Temenggung berwenang menyelesaikan perkara adat diwilayah Kekuasaannya.
2. Berwenang menyelesaikan perkara baik antar warga masyarakatnya sendiri maupun perkara adat dengan pihak luar.
3. Bertugas mengurus adat istiadat dan hukum adat yang ada diwilayah kekuasaan.
4. Bertugas menyelesaikan perkara adat yang tidak mampu diselesaikan oleh menteri adat bersama sekutu.
5. Menyelesaikan perkara adat yang sifatnya berat,seperti pembunuhan.
6. Melakukan koordinasi,kerja sama dengan menteri adat,dan sekutu adat setiap menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
7. Menguatkan,mengembangkan adat istiadat dan hukum adat di wilayahnya.
8. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah,kecamatan dan kabupaten.
9. Menyelesaikan/merumuskan suatu perkara apabila suatu perkara tersebut tidak mampu diseslesaikan/diputuskan oleh menteri adat.
10. Mempertahankan kawasan adat.
11. Melaksanakan keputusan-keputusan hasil Musdat.
12. Mengadakan rapat koordinasi sekurang-kurangnya dua kali setahun.
13. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA pada tingkat Ketemenggungan.
14. Melakukan pemberdayaan dan dokumentasi adat istiadat dan seni budaya.
15. Jujur,bijaksana,dan berwibawa.
16. Berani mengambil keputusan.
17. Mengerti adat istiadat.
18. Berani menyampaikan aspirasi Masyarakat Adat

Menteri Adat:
1. Berwenang mengurus adat istiadat dan hukum adat pada tingkat Dusun/kampung.
2. Menyelesaikan perkara adat di tingkat dusun/kampung/RT/RW.
3. Melakukan koordinasi kerjasama dengan sekutu adat setempat dalam menyelesaikan perkara adat.
4. Menguatkan,mengembangkan dan menegakkan adat istiadat dan hukum adat.
5. Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan aparat pemerintah desa,kecamatan dan kabupaten.
6. Mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA dikampungnya masing-masing 
Perkara yang terjadi diselesaikan di tingkat mentri adat dahulu yaitu tingkat dusun, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat mentri adat perkara di naikkan lagi ke tingkat temenggung desa 

Hukum Adat

Adat berladang, panen, membuka hutan, menebang pohon, dll
Wilayah tanah adat, keramat, kuburan, tembawang, sungai hutan adat, hutan lindung, dll 
Adat perkawinan, adat kelahiran, adat kematian, adat salah basa, perkelahian, gawai adat, adat mendirikan rumah, adat prilaku, dll 
ADAT SALAH BASO
Salah basa ditanah,yang tidak disengaja :
-Adatnya 8 poku.
Salah basa ditanah,yang disengaja :
- Adatnya 16 poku
- Ekor adat 1 rirang belacok
- 1 Buah tempayan risup
- 1 Buah tempayan tuak
- 1 Kg ayam 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi