Wilayah Adat

Kampung Bangan Baru

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dusun Bangan Baru
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota KAPUAS HULU
Kecamatan Silat Hulu
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.999 Ha
Satuan Kampung Bangan Baru
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Selangka
Batas Selatan Nanga Tiai
Batas Timur Riam Tapang
Batas Utara Ulu Gurung

Kependudukan

Jumlah KK 60
Jumlah Laki-laki 119
Jumlah Perempuan 111
Mata Pencaharian utama Petani & Menoreh Karet

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Dayak Ensilat adalah penduduk asli yang hidup beribu-ribu tahun lalu dan dibuktikan secara kuat juga oleh silsilah keturunan kerana menurut cerita lisan yang juga dilakukan secara turun temurun; dayak ensilat sudah ada sejak manusia pertama diciptakan oleh; Alahtala (Tuhan) yaitu; Medang dan Gerunung. Manusia pertama diciptakan dan mempunyai keturunan sehingga membentuk sebuah kelompok mulai dari yang kecil hingga besar, hiduplah mereka di wilayah sungai gangang, sungai melaban, sungai beranahm, sungai nyala, dan ensilat putih. Orang ensilat hidup di wilayah ini tidak di ketahui berapa lama dan tahun berapa, lama kelamaan mereka mulai membuka wilayah sungai geraman terutama sungai geraman lidhis dan sekitarnya. Tidak di ketahui juga berapa lama mereka di geraman lidhis, pindah lagi ke perhuluan sungai ensilat yaitu melalui sungai berenahm pindah lagi ke daerah sungai melabon, sungai ganggang, sungai nyala, nanga sungai ensilat kibak dan sungai ensilat putih.
Disungai ensilat putih inilah mulai pertama kelompok agak besar di sebut rumah dan setelah ditinggalkan disebut Temawhang Randuk

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Hutan lindung, hutan produksi, kebun karet, sawah
- Hutan Bebas (hutan rimba yg belum pernah dijamah manusia)
- Hutan Lindung masyarakat adat
- Hutan Karet
- Hutan Semudak ( simpan utk ladang)
- Pemukiman
- Kuburan 
Individu, kolektif dan keturunan 

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan
Struktur Temenggung, Ketua adat, Kadus, RT/MA
Temenggung = Mengatur anggaran dasar rumah tangga ketemenggungan dan memutuskan perkara adat yg tidak mampu diputuskan oleh ketua adat dusun maupun desa.
Melakukan rapat adat sekurang-kurangnya 1x dlm setahun.
 
Jika ada permasalahan adat diselesaikan di tingkat dusun dulu, jika tidak selesai perkara di naikkan ke desa. Jika tidak terselesaikan juga perkara di naikkan lagi ke tingkat Temenggung 

Hukum Adat

- Beuma Betahun/berladang
- Ngelalau/mencari madu
- Nuba
- dll
- Sumber air bersih
- Hutan Adat 
- adat perkawinan
- adat kelahiran
- adat kematian
- adat salah basa/tata krama/sopan santun
- dll 
Orang meninggal karena perbuatan tidak langsung oleh tangan tertentu atau hubungan pengaruh reaksi dari orang lain.

Nama pelanggaran : Pati tidak Sengaja
Besar Adat : 83 rial kati tembaga
Rincian Adat : 83 x 3 rial permas x Rp 2.000,- = Rp 498.000,-
ditambah ongkos penguburan dan biaya pemeliharaan kelurga yang meninggalkan istri hamil atau anak masih kecil
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Kapuas Hulu No 13 Tahun 2018 Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen