Wilayah Adat

Nua Mukureku

 Teregistrasi

Nama Komunitas Mukureku
Propinsi Nusa Tenggara Timur
Kabupaten/Kota ENDE
Kecamatan Lepembusu Keli Soke
Desa Mukureku, Mukureku Sa'ate
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.374 Ha
Satuan Nua Mukureku
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Kebesani, Detunio
Batas Selatan Wologai, Wolopaku Wolobewa
Batas Timur Peibenga
Batas Utara Tana Au, Pisa

Kependudukan

Jumlah KK 259
Jumlah Laki-laki 350
Jumlah Perempuan 400
Mata Pencaharian utama Petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Nua Keka (Fai Walu Ana Kalo dan Mosalaki) Mukureku merupakan salah satu Kampung Adat yang masuk dalam Kesatuan Adat Mukureku. Nua Keka ini masih kuat memegang adat dan kebudayaan ditandai pada ritual adat yang berjalan sepanjang musim di setiap bulan Oktober. Kesatuan Masyarakat adat Mukureku dipimpin oleh Mosalaki diangkat secara garis keturunan lalu apabila tidak ada garis keturunan serta sanak saudaranya maka, proses pengangkatan melalui cara so bhoka au dengan bui au. Pristiwa ini dilakukan sejak zaman dahulu dimana kehidupan mereka masih bergantung pada hasil hutan .
Nua Keka Mukureku berdiri di Ende Lio sejak kehidupan para leluhur mereka dimana terjadi pristiwa musibah air bah (mesi nuka, Tana lala) sehingga, begitu banyak terjadi korban baik manusia maupun sumber kehidupan lainnya namun, masih ada yang terselamat dari musiba tersebut. Beberapa yang terselamatkan mengungsi ke puncak gunung Lepembusu disana mereka membangun kehidupan sosial dengan melaksanakan tata cara kehidupan budaya menjadi corak kehidupan masyarakat adat setempat. Bertahun-tahun mereka hidup berdampingan secara damai dan kekeluargaan yang penuh harmonis. Seiring perkembangan waktu dan pertumbuhan manusia semakin padat berbagai problema semakin terasa dimana, terjadi pristiwa liru lera mesi dheso (terjadinya pasang surut air laut) kehidupan masyarakat di gunung lepembusu bergeser turun ke Aeteka, Gili lalu ke Mukureku dan beberapa anak kampung yakni Detu Elu, Detu Nio, Rewu suja, lia Kutu (Suku Ajo), Nua ngga’a, Detu Napu dan Balelamba dimana kehidupan sosial masyarakat adat dalam wilayah adat Mukureku sampai sekarang masih terus berjalan.
Secara administrasi Nua Keka Mukureku berada di Dua Desa yakni desa Mukureku dan Mukureku Sa’ate Kecamatan Lepembusu Keli Soke Kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kehidupan Masyarakat Adat yang menaungi pada dua desa ini tidak membuat terabaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat adat namun, antara pemerintah desa dan masyarakat adat selalu bergandengan tangan membangun kehidupan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Sejarah Wilayah/Kepemilikan Tanah Masyarakat Adat : (Sejarah proses-proses komunitas yang bersangkutan menempati wilayah adatnya )
Pada zaman dahulu terjadi pristiwa peperangan antara suku Moni dan suku Unggu. Peperangan ini dimenangkan oleh suku Moni, kekalahan atas peperangan ini menimbulkan persiapan balas dendam oleh Fai Walu Ana Kalo Mukureku dengan merancang berbagai persiapan serta berbagai strategi dimana mereka mengundang (Poi) tokoh-toko hebat dari beberapa wilayah tetangga untuk menyatukan kekuatan. Tekat ini akirnya berhasil dimenangkan oleh Mukureku. Kemenangan yang diperoleh ini pada akirnya Suku Unggu menyerahkan kekuasaan atas wilayah tersebut kepada Mukureku dengan batasan-batasan Ulu Eko Singi Lani (Lepembusu Papakeda, Wolo dan Lowo) sampai sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Hutan Adat, Lahan Perkebunan, Lahan Pertanian, Lahan Peternakan dan Pemukiman  
Pembagian tanah oleh mosalaki dengan luas tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat adat Mukureku yang dalam bahasa adat “Gaga dai kema enga” sebagai warisan generasi berikutnya “Gaga dai tau welu ana, kema enga welu embu”. 

Kelembagaan Adat

Nama Mosalaki
Struktur Mosalaki Ria Bewa Mosalaki Pu'u
Mosalaki Ria Bewa : Sebagai koordinator dalam seluruh aktifitas adat istiadat dalam komunitas tersebut.
Mosalaki Pu'u : Sebagai mosalaki Tedo Tana dimana saat memulai masa penanaman mosalaki ini harus sebagai awal dan membuat ritual adat ini. 
Musyawarah Mufakat 

Hukum Adat

Pengelolaan wilayah yang berdampingan dengan Hutan Adat sebagai lahan Perkebunan di sepanjang pemukiman kearah Timur di jadikan lahan Perkebunan dan juga sebagian arah utara juga dijadikan lahan perkebunan. 
Poi 
Ile saat acara adat artinya aturan yang melarang beraktifitas saat acara sedang berlangsung dan 1 minggu setelah acara adat 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Jagung, Kacang, Umbi-umbian
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur Dari Hutan Adat dan sebagian material di adakan dari pasar
Sumber Sandang Di beli dari Pasar
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Daun Sere, Kemangen, daun Jeruk, Kunyit,
Sumber Pendapatan Ekonomi Hasil perkebunan, Pertanian, peternakan

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Ende No. 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Ende No. 2 Tahun 2017 Penyelenggaraan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Ende Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen