Wilayah Adat

Banga

 Teregistrasi

Nama Komunitas Banga
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota TANA TORAJA
Kecamatan Rembon
Desa Buri', Banga, Ullin, Maroson, Rembon
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.344 Ha
Satuan Banga
Kondisi Fisik Perbukitan
Batas Barat Wilayah Adat Malimbong , Wilayah adat Ulusalu
Batas Selatan Wiayah Adat Makale, Wiayah Adat Talion
Batas Timur Wiayah Adat Tapparan, Wiayah Adat Makale
Batas Utara Wiayah Adat Tapparan

Kependudukan

Jumlah KK 0
Jumlah Laki-laki 0
Jumlah Perempuan 0
Mata Pencaharian utama Bertani, Beternak

Sejarah Singkat Masyarakat adat

MANURUN DILANGI’ ( Manusia dari langit ) TURUN DI ULLIN . MANURUN DILANGI’ BERISRTIKAN SANDA BILIK YANG YANG BERASAL DARI LUBUK DI BERA KEMUDIAN TEMPAT TERSEBUT BERNAMA SAPAN DEATE YANG MEMBATASI BUAYA MASUK KE TORAJA.

Sandabilik melahirkan 3 org anak diantaranya Pondan Padang , Pondan padang memiliki anak bernama Puang sandaboro dan Puang sandaboro melahirkan Lakipadada
Keturunan inilah yang bermukim di Ullin

LAKIPADADA yang kemudian mengembara mencari kehidupan kekal dan memiliki 3 org anak yang menjadi nenek moyang Toraja, Gowa dan Luwu
PADA SAAT LAKIPADADA KEMBALI DARI GOWA DAN BERTEMU KELUARGANYA DENGAN MENGENDARAI KERBAU PUTIH , DINAMAILAH TEMPAT TERSEBUT BANGA .
Saudara sandaboro melahirkan anak
bernama Salombe’, limbong dan Doti ,
juga SALAH SATU KETURUNAN LAKIPADADA ADALAH TANDIRILAMBUN
mereka inilah yang berkembang menjadi Leluhur org Banga dan menetap di tongkonan Layuk Mebali

Banga AWALNYA BERNAMA ULLIN YANG DIKUASAI OLEH TANDIRILAMBUN , Banga dan Tapparan masih bergabung

Pada masa pemerintahan belanda ,melalui Kombongan Masyarakat adat mereka sepakat untuk mengorganisir wilayah adat menjadi 32 wilayah adat . PADA SAAT itulah DISTRIK TAPPARAN DAN BANGA berpisah

SAU’ ADALAH CUCU DARI TANDIRILAMBUN YANG PERTAMA BERMUKIM DI BALAYAN KEMUDIAN BERPINDAH KE TUMAKKE TEMPAT ASAL IBUNYA. KARENA AKAN MELAKUAN BUA’ upacara adat YANG HARUS dilaksanakan oleh TONGKONAN.

PADA SAAT BUA’ BERDIRI BERDISKUSILAH DENGAN SAMBIRA KEMUDIAN SAMBIRA MENDIRIKAN PASAR YAITU PASAR REMBON
PADA SAAT PASAR SUDAH BERDIRI dan masyarakat sudah berkembang dan TIDAK TERJANGKAU LAGI MAKA BUA’ TAKARI DI MEKARKAN LAGI MENJADI BUA’ KARONDENG , MAKA DIDIRIKANLAH 4 BUA’ .

PEMERINTAHAN ADAT :
To Parengnge’ :
- TANDIRILAMBUN
- LINGGI’ALLO :
- TAPPARAN
- SAMBIRA
- SAKKA’ ALLORERUNG :
- TULAK,
- 5MBE’NA RA’TUK /PARE
- 6AMBE’ PARE

Setelah itu distrik Palesan, Talion, Banga, Malimbong, Balepe’ Tapparan dan Ulusalu bergabung menjadi KECAMATAN SALUPUTTI.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. LOKASI PEMUKIMAN
2. AREAL PERKEBUNAN
3. AREAL PERSAWAHAN
4. RANTE/ LOKASI UPACARA ADAT
5. AREAL PENGGEMBALAAN
6. LOKASI PEKUBURAN
7. KOMBONG TONGKONAN / TANAH MILIK TONGKONAN
 
Tanah TONGKONAN
PEWARISAN SECARA MERATA ;
ADA PERBEDAAN KARENA JASA, KERAJINAN MENGOLALA,
SISTIM WARIS ;
TAMANANG : SIAPA YANG MENGUPACARAKAN MAKA AKAN MENDAPATKAN WARISAN
DITEKKENNI : KARENA DIALA ANAK , BERJASA , ANAK TIDAK SAH
TANAH YANG DIBERIKAN KEPADA BUDAK YANG SETIA
SISTIM BAGI HASIL.
 

Kelembagaan Adat

Nama Tongkonan
Struktur 1. TONGKONAN LAYUK : TANDINGAN 2. PEKAINDORAN : TUMAKKE PAPA BATU 3. INDO’ DEATA – BALAYAN ---KAMPUNG TAKARI 4. INDO’ TODOLO – BUNNA’ – KARASSIK 5. TANAN SENDANA : MARRANG – KARASSIK 6. SURO’ ---TAKARI 7. SURU’ --- BAMBA-BAMBA 8. BOKAN PA’LAK – TOKKA’ 9. TAMBULI PADANG – BUNNA; 10. TANDUK PESANGLE : RADA – TANDINGAN 11. RAMBA BALAO – SOLO’ 12. BABA KANDANG 4 : INDO’ KANDANG : BALAYAN BALI KANDANG : BAMBA KALAKA ANAK KANDANG : PADANG MENDOLOK/LASO PADANG ANAK KANDANG: BUTTU LALONG TONGKONAN LAYUK MEBALI PASSANAN BA’ TANDINGAN BUA’ BUA’ KARONDENG - INDO’ DEATA - AMPANG BASSI INDO’ TODOLO - PENANIAN BUA’ BURI’ BUA’ SURAKAN BUA’ TAKARI
TONGKONAN LAYUK : SUMBER ATURAN
PASSANAN BARA’ : PEMERINTAH
INDO’ TODOLO : INDO’ DEATA :
1. TONGKONAN LAYUK : TANDINGAN FUNGSI SUMBER ATURAN, TEMPAT PERTEMUAN MASYARAKAT UNTUK PEMERINTHAN DAN KEBIJAKAN – KEBIJAKAN KAMPUNG
2. PEKAINDORAN : TUMAKKE PAPA BATU : TEMPAT BERTANYA RITUAL , PENGATURAN SDA, MELIHAT BENDA LANGIT, KALAU ADA PERSOALAN DALAM KAMPUNG YANG MENYEBABKAN BENCANA
3. INDO’ DEATA – BALAYAN ---KAMPUNG TAKARI : PANGLESOAN ALUK , TEMPAT MENGUMPULKAN PERALATAN UNTUK RITUAL
4. INDO’ TODOLO – BUNNA’ – KARASSIK : SUMBER ATURAN RAMBU Tuka’ /PELAKSANA RITUAL PADA SYUKURAN RUMAH DAN PANEN
5. TANAN SENDANA : MARRANG – KARASSIK : MENANAM SENDANA PADA HARI PUNCAK RITUAL BUA’ PARE DAN BUA’ BANUA
6. SURO’ ---TAKARI : MELAKUKAN PERTEMUAN MASYARAKAT UNTUK RITUAL BUA’
7. SURU’ --- BAMBA-BAMBA : PENGATURAN LOKASI BUA’/
8. BOKAN PA’LAK – TOKKA’ : TEMPAT RITUAL PERTAMA PADA SAAT AKAN DILAKSANAKANNYA BUA’
9. TAMBULI PADANG – BUNNA; PENYEDIA BAHAN –BAHAN JIKA TERJADI SERANGAN HAMA PADA TANAMAN
10. TANDUK PESANGLE : RADA – TANDINGAN : PENGUMPUL BAHAN MAKANAN UNTUK KEBUTUHAN UPACARA / PANGGA LUBAMBA
11. RAMBA BALAO – SOLO’ : PELAKSANA UNTUK PEMBASMI HAMA TIKUS
12. BABA KANDANG 4 :
INDO’ KANDANG : BALAYAN: MANGINDO’I – KAKI DEPAN
BALI KANDANG : BAMBA KALAKA : PEMBANTU – KAKI BELAKANG
ANAK KANDANG : PADANG MENDOLOK/LASO PADANG : MERAMAIKAN BUNYI GENDANG – MA’REPE – MA/TUMBORAKA
ANAK KANDANG: BUTTU LALONG
 
Kombongan 

Hukum Adat

- KEARIFAN PENGELOLAAN HUTAN ( WAKTU, MEKANISME, LARANGAN, SANKSI )
- MELAPOR KE SUROK , SUROK MEMIMPIN DAN MEMBERIKAN ARAHAN MASYARAKAT UNTUK PENGAMBIKLAN KAYU DI HUTAN ,
- BILLE RIU ( POTONG AYAM)
- DLARANG MEMBUKA LIANG PADA SAAT PADI SEMENTARA BUNTING - RAMBU LANGI – 3 EKOR BABI
- LARANGAN MENGUSUNG JENASAH MELEWATI SEKITAR RUMAH TONGKONAN PADA SAAT PADI MULAI BUNTING : RAMBU LANGI – 3 EKOR BABI
 
PANDA RI BOLONG (membuat kekacauan di areal upacara adat pemakaman :
PANDA DI PASA – MENGHINA – BABI
PEMUKULAN : TEDONG
MELOKO PATANE : DIULA’I REKKE TAMBA’ NARANG / TANETE KAPA’
TENGKAI KAO’ / SELINGKUH : MA’KAPA’I
PEMERKOSAAN MELAHIRKAN , MEKKANORONG : TERGANTUNG STRATA : AYAM , BABI, KERBAU
 
- PANDA RI BOLONG : membuat kekacauan di aral upacara adat pemakaman ; sanksi : DIPASA –
• MENGHINA – BABI
• PEMUKULAN : TEDONG
- MELOKO PATANE / mencuri di liang kuburan : diusir ke luar kampung khusus pembuangan yaitu TAMBA’ NARANG / TANETE KAPA’
- TENGKAI KAO’ / SELINGKUH : MA’KAPA’I / membayar Kapa’/ denda yang sudah disepakati dalam prosesi pernikahan
- PEMERKOSAAN MELAHIRKAN , MEKKANORONG/ pegakuan bersalah : TERGANTUNG STRATA : AYAM , BABI, KERBAU
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan padi, umbi-umbian, jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur Uru, yasa, betau , buangin, bakan, tariwan, bambu, angin-angin, kata, kayu merang untuk sirap , mala tappo, alang-alang, induk, pune, bulu, nangka, sandana , Bena’ / Bilalang , ranni’
Sumber Sandang Pondan, Kotu, kapas
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, Laos, kunyit, sereh, bawang daun
Sumber Pendapatan Ekonomi Bertani dan beternak