Wilayah Adat

Ba'tan

 Teregistrasi

Nama Komunitas Ba'tan
Propinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota PALOPO
Kecamatan Wara Barat
Desa Battang, Battang Barat, Padang Lambe
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 10.030 Ha
Satuan Ba'tan
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Kabupaten Toraja Utara (naggala)
Batas Selatan Kelurahan Mungkajang
Batas Timur Kelurahan Bara
Batas Utara Kelurahan Sumarambu

Kependudukan

Jumlah KK 345
Jumlah Laki-laki 813
Jumlah Perempuan 809
Mata Pencaharian utama Petani, sebagian PNS

Sejarah Singkat Masyarakat adat

- Dari sejak dulu masyarakat adat Ba’tan mendiami kampung Ba’tan dan mengankat tomakaka pertama bernama Pong Bantuk
- Masyarakat adat Ba’tan memndiami wilayah tersebut turun temurun sampai sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Terdiri dari Perkampungan, Perkebunan, Persawahan dan Hutan Lindung Adat  
- Simtem Penguasaan diatur oleh lembaga adat Ba’tan
- Masyarakat bisa mengelolah hutan harus sezin pemangku Adat
 

Kelembagaan Adat

Nama Lembaga Adat Ba’tan
Struktur Tomakaka – Anak tomaka-Tomatua – Pa’baliada – Bungalalan - Pa’Takin – Matuanna Anak Tomaka - Masyarakat Adat
- Tomakaka : Mengatur tatanan nilai sosial dan kehidupan masyarakat Adat
- Anak Tomakaka : Memyebarluaskan Informasi kepada masyarakat dan Tomakaka
- Tomatua : Membawahi wilayah-wilayah tertentu
- Pa’Baliada: Juru bahasa
- Bungalalan : Mengatur sistim pertanian
- Pa’takin : Hubungan masyarakat yang memberikan informasi kepada masyarakat
- Matuanna Anak Tomakaka : Sebagai badan pengawas
- Masyarakat Adat : Penduduk yang turun temurun mendiami wilayah adat tersebut
 
Dilaksanakan melalui musyawarah adat yang di sebut Sirampun  

Hukum Adat

Melarang mengelola hutan di daerah terjal atau bahasa lokal Awakmurruk dan daerah hutan keramat (larangan).
Wilayah adat dan perkebunan, persawahan, hutan buah-buahan . 
Pemberian sangsi apabila melakukan perbuatan yang melanggar tatanan Adat (perzinaan dengan saudaranya, perkelahian, pemerkosaan, pencurian, dll) oleh pemangku adat yang bersangkutan diberi sangsi berupa terdiri dari empat tingkatan; sangsi Ringan (potong ayam), sedang (potong babi), berat (potong kerbau) sampai paling berat yaitu pengusiran dari kampung 
1. Berzina dengan saudara Istrinya (ipar) : di beri sanksi berupa pengusiran dari kampung 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Buatan
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, sagu, pisang dan jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Suren, kayu jati, kayu, bitti, kayu jabon, kayu sengon, kayu uru, kayu durian, kayu mangga, , Bambu, Rumbia, Rotan, dan Batu, Pasir, Tana, kerikil, air
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengke, merica, kemiri, lombok, jahe, kunyit, lengkuas, tomat, daun bawang, daun salam, sere, daun camangi, jeruk, belimbing, aren.
Sumber Pendapatan Ekonomi Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan darat, pedagang, kuliner, objek wisata.