Wilayah Adat

Dusun Serawai Pasar Seluma

 Teregistrasi

Nama Komunitas Serawi Pasar Seluma
Propinsi Bengkulu
Kabupaten/Kota SELUMA
Kecamatan Seluma Selatan
Desa Pasar Seluma
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 2.860 Ha
Satuan Dusun Serawai Pasar Seluma
Kondisi Fisik Dataran,Pesisir,Bahari (Laut)
Batas Barat Samudera Hindia
Batas Selatan Samudera Hindia dan Desa Penago Baru
Batas Timur Desa Sukarami, Desa Padang Merbau dan Desa Purbosari
Batas Utara Desa Pasar Ngalam

Kependudukan

Jumlah KK 380
Jumlah Laki-laki 571
Jumlah Perempuan 655
Mata Pencaharian utama Pertanian, Nelayan dan Buruh

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Dusun Pasar Seluma Berdiri pada Tahun 1893 yang dipimpin oleh Depati yang bernama Nasrun dan penggawanya yang bernama Manap. Pasar Seluma pada awalnya bernama Seluman, kepercayaan masyarakat seluma berasal dari salah seorang masyarakat yang silam seketika ditelan bumi, orang tersebut terkenal ta’at beragama, gagah, pemberani, penyantun dan bertanggung jawab, dimana semuanya ini tinggal kenangan yang dipercaya sebagai keramat kasut pasar seluma.
Pada tahun 1918, Nasrun menyerahkan jabatannya kepada Muhammad Yusuf dengan penggawa bernama Deli. Dibawah kepimpinan Depati M Yusuf, Pasar Seluma mengalami penjajahan Belanda. Penjajahan ini sangat menyakitkan karena masyarakat mengalamai kerja paksa sebagai kuli Stat dan kuli kemente yang
bekerja tanpa imbalan sedikitpun. Selain mengalami masa penjajahan belanda , dusun pasar seluma mengalami masa pendudukan jepan yang saat menerapkan hukuman gantung.
2,5 tahun dijajah negara jepang, pasar seluma beralih dalam penjajahan inggris, dimana pada saat inilah jalan dan jembatan penghubung dibangun, sampai saat ini masyarakat tetap menyebutnya sebagai jalan inggris.
Selama 40 tahun muhammad yusuf dan Deli memimpin pasar seluma, depati dan penggawa diserahkan kepada anaknya bernama Muhammad Yunus dan penggawa yang bernama Sabirin pada tahun 1958.
Pada tahun 1960 Seluma menjadi lalu lintas perdagangan antara Pasar Kualo Bengkulu menuju Kualo pasar Talo, Kualo Pasar Maras, Kualo Pasar Manna yang dilalui menggunakan gerobak dan pejalan kaki. Karena dijadikan sebagai tempat persinggahan yang akhirnya terbentuklah pasar maka tempat Seluma ini pada akhirnya dikenal sebagai Pasar Seluma.
1978, pasar seluma dipimpin oleh depati Kaidir Anwar dengan penggawa yang bernama Dja’al. Di masa ini program pemetaan wilayah dan penetapan peraturan adat istiadat yang dimpin oleh Sahri sebagai Pasira dan dan Yaman R sebagai juru Tulisnya.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Kawasan Hutan Adat
2. Kawasan Penyangga
3. Kawasan Cagar Budaya
4. Kawasan Kelolah dan Pusat Aktivitas 
Individu dan Komunal 

Kelembagaan Adat

Nama Serawai Pasar Seluma
Struktur 1. Ketua Adat 2. Ketua Jungku 3.Penggawo Dusun 4. Jegangau Dusun
1. Ketua Adat : Kepala Dusun yang sekaligus merangkap menjadi kepala adat yang hanya berwenang melegalkan Keputusan yang telah di Musyawarahkan oleh ketua jungku.
2. Ketua Jungku : adalah perwakilan dari masing-masing keluarga 4 suku yang ada di wilayah suku serawai seluma/dusun, Ketua Jungku ini merupakan orang yang dituakan dimasing-masing keluarga/clan dan suku pendatang yang dipilih oleh masing-masing keluarga/clan yang bersangkutan, untuk kasus-kasus tertentu Ketua Jungku ini hanya sebagai Pembela bagi keluarga/clan yang diwakilinya
3. Penggawo dusun : adalah orang yang ditujuk oleh masyarakat melalui musyawarah adat untuk bertanggung jawab terhadap keamanan dusun
4. Jegangau Dusun : orang yang bertugas untuk mengobati, pemimpin dalam melakukan ritual-ritual adat serta juru kunci tempat-tempat keramat. Jegangau dusun tidak ditunjuk oleh masyarakat melaikan muncul dengan sendirinya dengan kreteria-kreteria tertentu.
 
Musyawarah Adat 

Hukum Adat

Wilayah Kelolah
1. Dilarang jual belih lahan dan menggarap lahan tanpa seizin atau sepengetahuan perangkat adat adat dusun Pasar Seluma . Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa :
- Denda adat berupa uang Rp. 25.000.000,00
- Dicabut hak pengelolaan
- Berkewajiban mengembalikan lahan tersebut kapada lembaga adat Serawai Pasar Seluma
2. Dilarang memperluas wilayah kelolah berupa pembukaan kawasan hutan yang bersifat lindung. Bagi yang melanggar ketentuan ini akan dikenakan sanksi berupa:
- Mengganti 1 pohon yang sudah ditebang dengan melakukan penanaman 10 pohon pengganti
 
Cempalo tangan
1. Dilarang mencuri atau mengambil hak milik orang lain.
Pelanggaran ketentuan ini akan dikenakan sanksi berupa :
- Mengganti 10 kali lipat jumlah/nilai benda yang dicuri
- Jika tidak mematuhi aturan adat ini maka akan diusir dari wilayah adat Serwai Pasar Seluma
 
Sanksi hukum adat Cempalo pernah diterapkan pada tahun 2004 yaitu kasus pencurian ternak dalam skala kecil yang kemudian diterapkan hukum adat Cempalo Tangan dengan sanksi berupa: Jambar Nasi Kunyit, Membayar denda uang sebesar Rp 250,000,00 dan mengadakan musyawarah untuk meminta maaf dan memasang perjanjian untuk tidak mengulanginya lagi. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Padi, jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan jahe,Jeruk
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Jati, Kayu Sengon, Kayu, Bambu, Pasir, Batu
Sumber Sandang Niru, Bubuh Bunang,
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kunyit, Lengkuas, Daun Salam, Jeruk, Belimbing
Sumber Pendapatan Ekonomi Pertanian, Perkebunan dan Nelayan