Wilayah Adat

Kemangkuan Sajang

 Teregistrasi

Nama Komunitas Krama Adat Toaq Sajang
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK TIMUR
Kecamatan Sembalun
Desa Sajang
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 5.344 Ha
Satuan Kemangkuan Sajang
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran
Batas Barat Kokoq Puteq
Batas Selatan Pergansingan, Tanak Abang, Lokoq Mati, Track Rinjani
Batas Timur Pergansingan, Batua, Lokok Mate, Puang Lauk
Batas Utara Puang Lauk, Lokok Akar, Bongkot Landean, Kurik, Lokok Ujan, Kokok Puteq

Kependudukan

Jumlah KK 1326
Jumlah Laki-laki 2237
Jumlah Perempuan 2138
Mata Pencaharian utama Pertanian dan Perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sajang berasal dari Nama Sajen Yang berarti Pemberian, maksud pemberian
itu adalah pemberian dari yang maha kuasa, asal awal komunitas mendiami
wilayah adat sajang berawal dari abad 13 paska meletusnya Gunung Samalas
atau Rinjani saat ini, Masyarakat Adat Sajang berasal dari Persia yang paska
berlayar berlabuh di pelabuhan Labuan Cari yang sekarang dan mereka
mencari lahan bertani yang subur sehingga mereka terdampar di bawah kaki
gunung rinjani, awalnya mereka hidup secara keyakinan Animisme dan sekitar
abad ke 14 waktu islam pertama masuk di wilayah paer daya bernama Syeh
Abdul Rajak yang akan menyebarkan islam yang berasal dari Bahdat, karena
masyarakat sajang menghargai pendatang sehingga ilmu keislaman mereka
terima dan mereka aplikasikan dengan keyakinan sebelumnya dan di beri
nama Selem Wet tu Telu. dan dalam sistem pemerintahaan adatnya mereka
menggunakan 3 sistem pemerintahan antara lain : Pemangku Merupakan
Pimpinan adat yang berurusan dengan Hutan dan alam, Pemekel yang
berurusan tentang pemerintahan adat serta Penghulu yang berurusan tentang
pelayanan agama masyarakat itu berlangsung sampai sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Lahan individu dibagikan secara merata oleh Tetua Adat di masing hamparan
yang di sebut montong atau lendang, seperti : lendang jariango, lendang
dalem re, montong pemanto, montong bebongkot, montong tempos, montong
lekok buak, montong batu payung, montong selak golong, montong kayangan,
montong nusa, montong sempade, lendang tinggi. Sedangkan lahan komunal
ditetapkan hamparan-hamparan yang ada di situs-situs adat/leluhur, seperti
montong kayangan, montong bebongkot, yang kini diambil oleh taman
nasional dan kubur nunggal, jelateng pahpah. 
Dalam Penguasaan Lahan menurut pembagian tersebut di bagi menjadi
beberapa bagian antara lain : 1. Lahan Komunal : Lahan yang di miliki oleh
seluruh anggota komunitas dan tidak boleh di perjual belikan 2. Lahan Adat :
Lahan yang diperuntukkan untuk kebutuhan adat seperti lahan untuk pecatu
pranata adat dan lahan khusus buat ritual 3. Lahan Keluarga : Lahan yang
diberikan kepada kelompok keluarga masing masing yang masih dioper
alihkan oleh kelompok keluarga tersebut. 4. Lahan Pribadi : lahan yang di
miliki pribadi kelapa keluarga yang di oleh pihak luar atau pihak masyarakat
sendiri yang bersertifikat. 

Kelembagaan Adat

Nama Krama Adat Toaq Sajang (KRAMAT)
Struktur Adanya pemangku, emban, lang lang, dan pembekel, serta penghulu dan kiayi adat
1. Pemangku bertugas dalam mengelola Alam semesta termasuk Hutan dan
dalam menjalankan tugasnya Mangku di bantu oleh 3 orang Emban (Emban
Gawar, Emban Kemalik Dalem, Emban Gunung). 2. Penguluh : bertugas
menuntun Masyarakat Adat dalam urusan Agama dan keyakinan Masyarakat
adat dan dalam menjalankan tuganya dia di bantu oleh Kyai yang ada di tiap
tiap kampung. 3. Pemekel : Bertugas dalam menjalakan urusan pemerintahan
masyarakat adat dan di bantu oleh : Jero Arah, Jero Tuli, Jero Pengumpul, dan
Lang Lang. 
Menggunakan gundem adat yang dipimpin oleh pemangku adat sesuai permasalahan masing-masing. 

Hukum Adat

Ritusl Turun Bibit : Sebuah pengelolaan di bidang pertanian yang lakukan
sebelum masyarakat turun melakukan penanaman Padi atau menurunkan bibit
pada bulan dan hari tertentu sesuatu hitungan kalender adat dan setelah
dilakukan ritual adat Kalau ada yang melanggar maka dia akan di denda adat.
Ritual Meramo : Sebelum mengambil pohon kayu didalam hutan untuk
pembangunan bangunan bangunan adat makan di car/hutani waktu
berdasarkan petunjuk lewat ritual selanjutnya Emban gawar mengecek kayu
mana yang cocok dan di Jambek atau di minta ijin untuk dilakukan
penebangan setelah mendapat waktu yang di tentukan baru masyarakat
masuk kehutan di pimpin Pemangku dan Emban Gawar/Hutan yang diikuti
oleh amak peramo untuk memotong pohan tersebut. 
1. Hukum tata susila (norma susila), bila seseorang wanita dan laki-laki
ditemukan melakukan/melanggar norma maka harus dinikahkan, tetapi bila
laki-laki dan wanitanya “salak basa” maka harus diarak/digiring keliling
kampung dan dikalungi kukusan digiring ke kubangan kerbau dan direndam
sambil di tombak pakai pelepah pisang. 2. Hukum tobat, hukum ini diberikan
pada orang/pencuri yang telah berulang-ulang kali berbuat, maka dihukum
tobat dengan cara dilumpuhkan, yaitu kakinya yang dilumpuhkan/tulang
keringnya dipatahkan/dipecahkan. 3. Hukuman makan (diberikan bila tidak
terlalu berat, yaitu si pelaku disuruh memakan apa yang dicurinya
mentah-mentah atau disuapi tai anjing atau digebukin ramai-ramai). 
Pernah terjadi perkawinan salak basa (orang yang nikah keluarga deket dan
dianggap tidak boleh menikah), hukumannya adalah dimusyawarahkan Adat
yang dipimpin oleh Pengulu, Pemangku, dan Pembekel untuk meberikan
hukum adat di pisahkan kalau mereka tidak mau di pisah maka akan di
kenakan denda Adat sebesar 4900 Kepeng Bolong dan 1 buah Kambing serta
harus keluar dari wilayah adat Sajang karena di Anggap Bero atau
menimbulkan Aib Bagi Masyarakat Adat Sajang. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, kacang-kacangan, kedelai dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Lekok (Sirih), Buak (pinang), laos, jahe, kunyit, jeringo.
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Suren, Gaharu, dan Bambu
Sumber Sandang Pelepah Pisang, Kulit Kayu
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kayu Manis, Laos, kunyit, sere, cabe, terong, tomat dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kopi, Kakao, Cengkeh,