Wilayah Adat

Wewengkon Kasepuhan Cisitu

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kasepuhan Cisitu
Propinsi Banten
Kabupaten/Kota LEBAK
Kecamatan Cibeber
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 7.416 Ha
Satuan Wewengkon Kasepuhan Cisitu
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Gunung Tumbal, Kasepuhan Cisungsang
Batas Selatan Muara Cikidang - Cisungsang, Kasepuhan Cisungsang
Batas Timur Gunung Palasari, Kasepuhan Cipta Gelar
Batas Utara Gunung Sangga Buana (Kasepuhan Urug)- Bogor

Kependudukan

Jumlah KK 676
Jumlah Laki-laki 1111
Jumlah Perempuan 1080
Mata Pencaharian utama Petani dan pedagang

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Struktur pemerintahan Adat Kasepuhan Cisitu telah ada sejak 1621. Pada tahun 1988 Pemangku Adat Kasepuhan Cisitu dipimpin oleh H. Moch. Okri yang merupakan pewaris ke VIII hingga saat ini. Sejarah Seren Taun (upacara pesta panen) untuk pertama kalinya dilakukan pada tahun 1685. Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada struktur adat dalam pengelolaan wilayah dan menata warganya. Struktur adat Kasepuhan Cisitu tentunya mempunyai fungsi dan peran masing-masing individu dalam menjalankan tugas.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

• Hutan Titipan: kawasan hutan yang tidak boleh diganggu.
• Hutan Tutupan: kawasan hutan yang berfungsi menjaga tata air.
• Kawasan bukaan: kawasan budidaya yang dimanfaatkan untuk sawah, pemukiman, kebun dan prasarana lainnya.  
Keseimbangan antara fungsi konservasi dan budidaya 

Kelembagaan Adat

Nama Wewengkon Adat Kasepuhan Cisitu
Struktur Pemangku Adat dibantu oleh Baris Kolot
-- 
Musyawarah Pemangku Adat dengan para Baris Kolot 

Hukum Adat

Seren Taun/Sarah Taun dan Salapan Taunan (bersih bumi) 
Konsep yang dituturkan secara turun temurun berkaitan dengan pengelolaan wilayah dan menata komunitasnya, berbunyi sebagai berikut: ”Tilu sapamulu, dua saka rupa nu hiji eta keneh” artinya ”Tiga sejenis, dua yang serupa, satu yang itu-itu juga”. Konsep tersebut merupakan prinsip, yaitu aturan harus saling sinergi dan memiliki harmonisasi di masyarakat. Tiga sapamulu adalah tiga unsur penegak kebijakan yang harus diselaraskan penerapannya dalam masyarakat. Tiga unsur tersebut terdiri dari Nagara, Syara dan Mokaha (Negara, Agama dan Adat). 
Tradisi bercocok tanam di Kasepuhan Cisitu menggunakan kalender musim yang ditandai dengan munculnya Bintang Kidang dan Bintang Keurti. Perhitungan munculnya rasi bintang tersebut berdasarkan perhitungan bulan atau yang disebut dengan Candra Sangkala 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kab. Lebak Nomor 8 Tahun 2015 Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan MHA Kasepuhan Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen