Wilayah Adat

Adat Besar Pujungan

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Kenyah, Punan
Propinsi Kalimantan Utara
Kabupaten/Kota MALINAU
Kecamatan Pujungan
Desa --
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 587.529 Ha
Satuan Adat Besar Pujungan
Kondisi Fisik Pegunungan
Batas Barat Apau Kayan
Batas Selatan Peso
Batas Timur Malinau
Batas Utara Bahau Hulu

Kependudukan

Jumlah KK 496
Jumlah Laki-laki 1040
Jumlah Perempuan 1115
Mata Pencaharian utama Petani, Pegawai, Swasta

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Letaknya wilayah Pujungan di antara wilayah Apo Kayan dan Hulu Bahau sangat strategis sepanjang sejarah. Sepanjang sungai Pujungan dan beberapa cabang seperti sungai Sa’an dan sungai Bum atau sungai Lidem ada kuburan goa (lizang bila)sebagai bukti sejarah suku Kenyah Uma Alim, Uma Lasan dan Uma Long yang paling lama tinggal di daerah ini. Uma Baka yang sekarang tidak punya kampong lagi di wilayah Pujungan sempat tinggal di hulu Pujungan (dataran antara sungai Jelt dan Pujungan). Sebagaiman asal usul suku Kenyah dari bagian ulu sungai Iwan dan sungai Lurah (suku Badeng dan Penan Benalui yang asalnya dari Malaysia), kemudian pecah dan pindah ke dearah yang sampai sekarang mereka huni di sungai Pujungan dan cabangnya.Masyarakat Kenyah Uma Lasan Pujungan berasal dari sngai Kileng Iwan kemudian pindah ke Kelssung Maring, Lepu’un Palit, sawa Engkau, dan tempat lainnya di sebelah kiri mudik sungai Pujungan sampai di Bila Udep. Suku Uma Alim berasal dari sungai Payang, sebelah kanan mudik sungai Pujungan kemudian pindah ke Long Pulo di sungai Jelet dan ke sungai Ketaman. Kepala Adat Uma Alim Lian Turan sangat terkenal dan menjadi Kepala federasi suku Kenyah di Pujungan termasuk Uma Lasan, Uma Baka, Uma Kulit, dan terkenal oleh Penjaja Belanda karena keberaniannya. Sejarah Lepu’un Sa’an sedikit unik karena suku Uma Long tidak pindah tempat tinggal selama 500 tahun sampai 1977 karena lokasi aman dikelilingi tebing dan selama mereka di Sa’an mampu mengembangkan kawasan persawahan dengan sistim irigasi tetap sehingga tidak kekurangan ekonomi..Terdapat (2) rute utama perpindahan dari Apo Kayan ke Hulu sungai Pujungan (lewat Suhen cabang sungai Iwan dan lewat Apo Napu ke hulu sungai Jelet) yang dipakai untuk suku Kenya pindah ke daerah Pujungan dan ke hilir (Uma Kulit; Bakung; dll) atau untuk suku dari sungai Iwan mencari perlindungan sementara di Hulu Pujungan dari serangan musuh. Pada tahun 1960-1970an banyak masyarakat wilayah Pujungan pindah ke sungai Malinau, Bulungan, dan Berau.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

• Kebun (fulung beva)
• Kawasan Perladangan (Jekkau)
• Kawasan Persawahan (bavang)
• Kawasan Hutan pemanfaatan sehari-hari (Empek duhue tai mehala)
• Hutan Pemanfaatan Terbatas (Mpek Butu)
• Tana Ulen
• Kawasan Hutan Lindung (fulung)
• Kuburan (lizang bila; lizang). 
Sistim penguasaan tanah dan hutan secara komunal ;

• Jekkau: kawasan pertanian sistim ladang/gilir balik
• Bavang: kawasan pertanian sawah
• Empek duhue tai mehala adalah hutan pemanfaatan sehari-hari yang fungsinya adalah tempat masyarakat Adat pergi berburu dan mencari kebutuhan sehari-hari, seperti;
1. Rotan dan bambu untuk anyaman.
2. Kayu untuk memasak makanan dan bahan bangunan.
3. Umbut wai,umbut nyibung, umbut nanga untuk sayur-sayuran.
• Mpek Butu. Adalah kawasan hutan yang pemanfaatannya terbatas. Karena apabila warga masyarakat akan kesana tentulah akan bermalam (Taman Nasional)
• Tana Ulen adalah hutan lindung Adat yang dikelolah oleh Adat Desanya masing-masing untuk kebutuhan bersama.
• Hutan Fulung adalah kawasan yang dilindungi untuk cadangan karbon bioksida dan kawasan air bersih. Kawasan tersebut tidak boleh diganggu bahkan dicemari.
• Lizang adalah kawasan kuburan untuk warga masyarakat Adat. Yang tidak boleh dipindahkan kecuali ditambahkan tempat lokasinya sesuai dengan peraturan Adat Besar Pujungan.
• Telie adalah air pancuran yang tidak boleh dicemarkan oleh siapapun karena untuk kepentingan air bersih masyarakat. Kawasan disekitar Telie tidak boleh menebang pohon,membuat ladang ataupun kebun. Dan meracun ikan yang ada dikawasan sungai tersebut.

Sistim pengelolaan/pemanfaatan lahan pertanian secara individu/keluarga
• Bekan atau bekas ladang baru 1-2 thn. Bekan ini bisa di gunakan tempat berkebun dengan tidak menanam tanaman keras, terutama orang yang meminjam bekan tersebut.
• Jekau bekas ladang dari 5-50 tahun, kawasan ini tempat masyarakat buat ladang sejak turun-temurun. Jekau ini telah di bagi setiap kk sesuai kesepakatan antar kk yang berdampingan sesuai aturan adat yg berlaku di wilayah adat besar Pujungan.
• Bavang, adalah ( sawah) adalah kawasan untuk membuat persawahan.
 

Kelembagaan Adat

Nama Adat Besar Pujungan
Struktur • Kepala Adat Besar. • Wakil Kepala Adat Besar. • Sekretaris Adat Besar. • Ketua Adat Desa. • Wakil Ketua Adat Desa. • Sekretaris Adat Desa. • Anggota Adat Desa. • Ketua RT.
• Adat Besar berfungsi sebagai pengambil keputusan ahir setelah Adat Desa tidak mampu memututuskan suatu masalah
• Adat Desa berfunsi sebagai pengambil keputusan atas perbuatan/tindakan yang melanggar hukum Adat.
• Ketuaa RT sebagai pendamai/Pembina warga masyarakat Adat didesa 
Melalui musyawarah dan mufakat seluruh Aparat Adat 

Hukum Adat

a) Apabila ada lahan yang belum pernah dibuka, dan yang membukanya pertama kali ,maka secara otomatis lahan tersebut adalah hak si pembuka lahan.
b) Apabila ada kayu yang sudah ditanda(nyilung) tidak boleh ditebang dengan sembarangan
c) Tidak boleh menggarap lahan(jekau) orang lain
d) Tidak boleh pergi menuba sendiri-sendiri
e) Tidak boleh meracun, menyetrum, mengebom ikan.
f) Tidak boleh berladang, membuat bahan bangunan, dan menuba Sebelah hulu Dam plmth dan air bersih. 
Seseorang didenda karena kalau dia menghamili anak orang dan dia tidak mau bertanggung jawab 
• Saudara didenda satu parang karena telah menebang kayu yang telah di tandai oleh orang lain.(nyilung)
• Saudara didendakarena telah menghamili anak orang dan saudara tidak mau bertanggung jawab (menikahi saudari tersebut) Denda yang dikenakan adalah; Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) 15(lima belas) kaleng beras, 10 ekor ayam dan Babi delapan jengkal 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan • Tumbuhan Karbohidrat; Padi(lebih 40 varioetas) , Ubi (lebih5 varietas termasuk ubi kayu, ubi jalar; jagung; bela’ut; jelai; ufa; • Tumbuhan Protein; Kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah,dll. • Buah Rambutan/belatie;, jeruk/bunyau (lebih 5 varietas), nangka, cempeda/nahan; kian;, nanas; durian/rizan; buah vabung; isau; keeling; keramu; keravei;pejalin; nyo; peti; beta;macan;petai; tetai; hitung;
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu Kapur, Meranti, Kayu Ulin, Kayu Lemelai, Bengkirai(temalang), Kayu Adau, Kayu Fencai, dan Kayu Nyatue
Sumber Sandang • Pisang, Jeruk, Nanas
Sumber Rempah-rempah & Bumbu • Bekai. • Daun Salam. • Jahe.merah/liza bala • Kunyit./lizamit • Kencur./lizaubat • Bawang Rambut (udu lo) • Baleng La • Bawing kayu • Ping Baving baleng la • Lada/sahang • Pala/kure
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat di Kabupaten Malinau 10 Tahun 2012 Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat di Kabupaten Malinau Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen