Wilayah Adat

Balai kiyu

 Teregistrasi

Nama Komunitas Dayak Meratus
Propinsi Kalimantan Selatan
Kabupaten/Kota HULU SUNGAI TENGAH
Kecamatan BATANG ALAI TIMUR
Desa HINAS KIRI
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 7.804 Ha
Satuan Balai kiyu
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Desa Sumbai
Batas Selatan Desa Hanas Kiri
Batas Timur Desa Pantai Mangkiling
Batas Utara Desa Juhu

Kependudukan

Jumlah KK 36
Jumlah Laki-laki 126
Jumlah Perempuan 119
Mata Pencaharian utama petani

Sejarah Singkat Masyarakat adat

PADA ZAMAN DAHULU ADA SEORANG LELAKI YANG BERJALAN DITENGAH HUTAN, SAAT ITU HUJAN TURUN SANGAT DERAS DAN CUKUP LAMA, AKIBAT HUJAN YANG CUKUP LAMA TURUNNYA SEHINGGA TERJADILAH BANJIR YANG SANGAT BESAR, LELAKI YANG BERNAMA MADIWATA WAKTU ITU MENYAKSIKAN BANJIR YANG AIRNYA MELEWATI POHON PINANG. AIR TERSEBUT YANG AWALNYA SATU SUNGAI KINI TERBELAH DUA KALINYA, YANG BAGIAN KIRI DIBERI NAMA DENGAN PANGHIKI DAN YANG BAGIAN KANAN HULU KIYU, KARENA SUNGAI YANG TERBELAH DUA TERSEBUT BISA DILIYU (UNTUK MENANGKAP IKAN). SETELAH AIRNYA DANGKAL ORANG YANG BERNAMA MADIWAT MEMBUAT PONDOK (RUMAH) DITENGAH-TENGAH DUA BELAHAN SUNGAI TERSEBUT (MURUNG). DARI KEJADIAN ITULAH MADIWAT MEMBERI NAMA DENGA SEBUTAN KAMPUNG KIYU.

Asal terjadinya kampung Kiyu pada tahun enam puluhan, pada tahun tersebut banyak masyarakat yang mepunyai ladang berpindah-pindah yang dimana-mana munjal/perbukitan ada yang bikin huma atau ladang setelah di tahun eman puluh, diatur oleh pemarintah kecamatan batang alai selatan birayang dibawah pinpinan camat WARDIMAN Yang memberi mandat kepada pambakal MARUMAN untuk bersatu ke Batukambar, tetapi masyarakat yang berladang/bahuma tidak mau pindah ke Batukambar. Karena masyarakat tidak mau pindah ke Batukambar akhirnya dilaporkanlah bahwa 9 orang, sebagai provokator dan dilaporkan ke Batutangga, kepada Komandan Rasid karena masyarakat tidak mau. Salah seorang dimasukkan kedalam kamar gila selama dalam kurun waktu 2 jam setengah. Selanjudnya dikeluarkan dan ditanya oleh Komandan Rasid, seharusnya kalian bersatu ke Batukambar " jawab " kami masyarakat tetap membangun di tanah sendiri dengan alasan tidak punya tanah sendiri yang di Batukambar tanah orang dan juga kami jauh dari ladang/huma.
Pada akhirnya masyarakat kembali melaporkan pambakal kepada komandan Rasid dengan alasan tdk terima pamaksaan oleh pambakal terhadp masyarakat untuk pindah kebatu kambar .
Maka pada saat itu diperbolehkan oleh komandan Rasid untuk membangun kampung , sehingga membuat (tilung)/ rumah dua kepala keluarga yaitu: MARIBUT dan MALISUR. Satu tahun kemudian bertambah LINGAI, BUNTUI, ANTUL dan seterusnya.
Asal mula orang memang orang yang dilahirkan diwilayah ini oleh nenek moyang berasal dari Kulidang Harang – Alai, dan Wiyung, Alahau- Hinas Kanan sedangkan penamaan kampung Kiyu adalah diambil dari nama sungai Kiyu.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Katuan karamat adalah yang dilarang untuk dibuka oleh siapapun berladang, berkebun
hutan karamat adalah hutan yang tidak boleh ganggu dan hanya digunakan untuk pemujaan atau tempat ritual adat 
Tanah Komunal adalah tanah yang tidak boleh diperjual belikan dan hanya bisa kelola secara bersama-sama semua komunitas adat tersebut.
Tanah Individual adalah tanah milik pribadi bisa dijualbelikan atas kehendak masing-masing yang memilikinya, juga tanah tersebut ada yang beli dari saudaranya dan tetangganya demi meningkatkan ekonomi masing-masing keluarga dan juga tanah turun temurun dari orangtua dan kakek.  

Kelembagaan Adat

Nama Adat Balai Kiyu
Struktur Ketua Sekrataris, dan Pentia Balai Adat Anggota nya adalah Ombun/ tandun/Kk
Berdasarkan keputusan musyawarah adat Balai kiyu 
Berdasarkan keputusan musyawarah adat Balai kiyu 

Hukum Adat

2. Disanggar/ Disalamati melalui Ritual Adat yang dilaksanakan di tempat yang akan di Kelola 
 
Danda adat danTahir 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi Buyung, padi halus, padi sian unus, padi ketan merah, padi ketan hitam
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur kayu ulin, damar merati, karuing, menaris, damar hitam damar batu meranti putih, bambu, daun rumbia
Sumber Sandang tarap buat kumut,
Sumber Rempah-rempah & Bumbu kayu manis, kemeri, jahe, kunyit,
Sumber Pendapatan Ekonomi karet, damat, padi, pisang, kacang , jengkul,buah damar meranti, gatah damar agatis, madu hutan,