Wilayah Adat

Kesepuhan Cirompang

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kasepuhan Cirompang
Propinsi Banten
Kabupaten/Kota LEBAK
Kecamatan Sobang
Desa Cirompang
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 649 Ha
Satuan Kesepuhan Cirompang
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran
Batas Barat Kasepuhan Eurih, Desa Sindang Laya, Kali Citujah
Batas Selatan Kasepuhan Citorek Desa Citorek Tengah, G. Kendung
Batas Timur Desa Suka Maju, Gunung Salotek dan Pasir Pinang
Batas Utara Kasepuhan Bongkok Desa Sukaresmi, Sungai Cibamah dan Cikiruh

Kependudukan

Jumlah KK 497
Jumlah Laki-laki 787
Jumlah Perempuan 744
Mata Pencaharian utama Pertanian dan perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Pada tahun 1738 M, salah satu warga Kasepuhan Citorek diminta untuk mencari lahan untuk pemukiman baru di daerah Cirompang, Sebutan atau nama cirompang sendiri berasal dari cerita setempat yaitu sebuah bukit - ( Gunung Rompang ), dimana tanah yang berada di gunung tersebut tidak utuh karena menurut legenda masyarakat adat dipakai Garuda Paksi untuk mengusir Buta Hejo yang menganggu masyarakat, hal ini bisa dilihat dari bentuk batu yang dipakai berbentuk batu yang dikepal oleh cakar
Garuda, dan batu-batu tersebut masih bisa kita temukan di Kasepuhan Cirompang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

1. Leuweung Titipan : Hutan tidak boleh di tebang boleh di tanam dan juga digunakan untuk menjaga sumber mata air;
2. Leueweung Tutupan : Hutan lindungan/ keramat tidak
boleh di ganggu baik untuk ditanam ataupun di tebang;.
3. Leuweung Cawesan : Hutan budidaya, dimana hutan ini bisa diolah dan dizunakan oleh masvarakat adat. 
Sistem Penguasaan wilayah adat terbagi atas 2, secara individu dan Komunal,

Untuk pengelolaanya dilakukan oleh individu dan masyarakat adat
 

Kelembagaan Adat

Nama Kasepuhan Cirompang
Struktur Olot, Juru Basa, Pager, Lajer, Rendangan, dan Masyarakat Adat.
1. Olot:: ketua kesepuhan, orang yang dituakan dan pengambil keputusan adat tertinggi;
2. Juru Basa: Orang yang dipercayai oleh Olot untuk mengurus hal-hal yang berhubungan dengan orang diluar
dari kasepuhan;
3. Lajer: Orang yang dipercayai oleh Olot untuk mengurus
bala-hal di dalam kesepuhan, juga merangkap menjadi
Bendahara Masyarakat Adat;
4. Pager :Orang-orang yang mewakili masyarakat adat di
lembaga kasepuhan
5. Rendangan: pelaksana dan penyebaran informasi yang
dihasilkan riungan dari pager kepada masyarakat adat.
 
Riungan, Musyawarah yang dihadiri oleh unsur Pemangku adat, Ulama dan Pemerintah Desa yang bertempat di Rumah Ketua Kasepuhan 

Hukum Adat

1. Asup Leuweung (Mulai menggarap sawah, ladang, Kebun) diadakan ritual adat.
2. Nibakeun (Pembibitan/menuai padi di sawah, huma) diadakan ritual adat/selamatan
3. ngubaran (mengadakan selamatan ketika padi mulai membesar agar padi tumbuh dengan selamat/subur). Diadakan ritual adat/selamatan
4. Mapag (Selamatan ketika padi mulai berbunga) diadakan ritual adat.
5. Beberes (selamatan ketika padi sudah siap dipanen). Diadakan ritual adat.
6. Mipit (Mengadakan ritual adat sebelum pelaksanaan panen dimulai oleh pimipinan adat).

Wilayah yang dikelola oleh masyarakat
kasepuhan cirompang meliputi : sawah, ladang
dan huma.
Sumber daya Alam :
a. Sawah : padi, talas
b. Huma : padi, singkong, labuh, ubi jalar,
jagung, timun, sawi, pisang
c. Kebun : kayu, buah-buahan, bambu,
aren.
d. Perkawinan : penghulu agama (penghulu
amil
e. Adat Melahirkan : 4 bln, 7 bln
f. Adat Berhuma : adat ngebon, liliuran
(gotong royong) 
1. Gebrugan (Gotong royong yang digerakan oleh kesepuhan dalam pengerjaan lahan garapan).
2. Gotong royong (kerja bakti yang digerakan oleh desa dalam pengerjaan sarana umum )
3. Bagi masyarakat kesepuhan Cirompang Hari (jumat,minggu) Libur dalam pengerjaan lahan garapan khusus sawah/huma.
4. Larangan Bulan (dalam setiap bulan ada hari yang dilarang untuk bepergian keluar daerah).
Moros (Mengadakan ritual adat ketika akan hajatan kekediaman kesepuhan)
 
Pamali: Apabila salah satu aturan adat dilanggar akan terjadi sesuatau yang tidak diinginkan (Kabendon) 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, umbi-umbian
Sumber Kesehatan & Kecantikan Jukut Baung, Daun Wera, Jawer kotok, kumis kucing, sirih, jukut bauh, daun dadak, kulit ki ajan, jambu batu, kunyit, kencur,jahe, rane Obat kecantikan : salerang kawung, bambo kuning (haur konenz)
Papan dan Bahan Infrastruktur Dadap, albasia, afrika, mahoni, meranti manglin, kayu huru, cangkalak, batang tambutan.
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jahe, kunyit, kencur, sereh, lengkuas, temulawak, lada
Sumber Pendapatan Ekonomi Perkebunan, kayu dan pertanian

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kab. Lebak Nomor 8 Tahun 2015 Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan MHA Kasepuhan Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen