Wilayah Adat

Kampung Iban Apan

 Teregistrasi

Nama Komunitas Iban Apan
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota KAPUAS HULU
Kecamatan Embaloh hulu
Desa --
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.161 Ha
Satuan Kampung Iban Apan
Kondisi Fisik
Batas Barat Sungai tebelian
Batas Selatan Ungak
Batas Timur Ungak
Batas Utara Sungai tebelian

Kependudukan

Jumlah KK 44
Jumlah Laki-laki 114
Jumlah Perempuan 89
Mata Pencaharian utama Petani/pekebun

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Berasal dari tembawai panjai di tumpu nanga ngenalit sungai kanyau dengan tuai rumah sekam. Dari situ mereka pindah ke pesalan (paat) di tempat ini tinggal selama satu tahun dengan tuai rumah nyandang. Setelah itu mudik sungai langan dan membuat pemukiman yang sekarang di sebut tembawai kenyalang dengan tuai rumah runggai dan tinggal di sini selama satu tahun. Setelah itu pindah ke hulu sedikit ke tembawai karet dengan tuai rumah rungai. Kemudian pindah lagi ke tembawai meriper batng apan dengan tuai rumah nyandang setelah itu pindah ke dampak lalang (bekakas) dari sini pindah lagi ke tembawia tinting sungai rembai kemudian pindah lagi ke tembawai rarong indo masih dengan tuai rumah nyandang. Setelah itu kelompok ini pecah dan tinggal di damon masing – masing hal ini terjadi selama dua tahun kemudian mereka bergabung lagi di tembawai pantak I, setelah itu tembawai II ke tembawai III. Pada saat itu di kenal juga ada keputusan demang giling laut, duit perak 60 di tambah perau penyau panjang 6 selama disini dengan tuai ruamh nyandang kemudian pindah lagi ke tembawai pedalai, setelah itu pindah ke nanga mitau sampai sekarang.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Damon, kebun karet, pemukiman, rimba, tembawai, kuburan 
Damon di miliki oleh setiap keluarga sedangkan rimba tembawai kuburan dimiliki bersama masyrakat 

Kelembagaan Adat

Nama Tuai rumah
Struktur --
Mengurus tata cara berladang, mengurus gawai dayak, mengurus adat. 
Berdasarkan keputusan bersama 

Hukum Adat

Masyarakat dilarang menuaba, meracun sungaiOrng luar di larang mengambil segala sesuatu yang ada di amlam misalnya dilarang mengambil gaharu, kayu, dll 
Orng luar di larang mengambil segala sesuatu yang ada di amlam misalnya dilarang mengambil gaharu, kayu, dll 
Apabila kita membunuh orng kalu orng itu masih hidup dikenakan sanksi adat pati nyawa. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan Padi, jagung, sayuran
Sumber Kesehatan & Kecantikan Jahe kunyit
Papan dan Bahan Infrastruktur Kayu hutan
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi Noreh, berburu

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Kapuas Hulu No 13 Tahun 2018 Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen