Wilayah Adat

Lowu rumbang Hatung

 Teregistrasi

Nama Komunitas Lowu rumbang Hatung
Propinsi Kalimantan Tengah
Kabupaten/Kota GUNUNG MAS
Kecamatan Miri Manasa
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 9.224 Ha
Satuan Lowu rumbang Hatung
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran
Batas Barat Lowu Tumbang Manyoi, Mangkuhung, Koroi dan Napoi Jalan HPH PTDomas Raya, Sungai Pilang Anak S.Manyoi
Batas Selatan Lowu Tumbang Masukih Jalan Kelompok Tani, Jalan HPH PTDomas Raya
Batas Timur Lowu Rangan Hiran (Sunngai Masukih)
Batas Utara Lowu Harowu Sungai Masukih

Kependudukan

Jumlah KK 61
Jumlah Laki-laki 126
Jumlah Perempuan 108
Mata Pencaharian utama Pertanian dan Perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Sejarah Tumbang Hatung terbentuk berawal
dari kedatangan seseorang yang berasal dari
Desa Manyoi yang bernama Bapak Heni atau
Bapak Gandi sekitar tahun 1970-1980 lalu
mereka membuka usaha bertani/berladang
(malan), agama mereka pada waktu adalah
Kaharingan. Lama kelamaan akhirnya banyak
juga mereka yang datang untuk berusaha
diwilayah tersebut sehingga sekitar ± tahun 1981
terbentuknya menjadi sebuah Dukuh, dan pada
sekitar ± tahun 1993 dari dukuh akhirnya menjadi sebuah Dusun dengan kepala Dusun
pada waktu itu bernama Demar Dugan dia
menjabat sebagai ketua RT 2, Demar Dugan
adalah kakak bapak Gandi, dukuh/dusun
Tumbang Hatung berada dibawah pemerintahan
DesaTumbang Manyoi.
Setelah tahun ± 1993 - 2006 lalu menjadi sebuah
desa Persiapan dengan nama Desa Tumbang
Hatung, yang memimpin desa persiapan itu
adalah Syamsudin H.Untung, dia beragama
Kristen Protestan. Selama menjabat ± 4 tahun
Syamsudin H. Untung selaku kepala desa
Persiapan akhirnya menjadi sebuah desa sejak
Januari 2010 dan kedudukan sebagai Kepala
Desa digantikan oleh Budianto sampai sekarang.
Nama Desa Tumbang Hatung di ambil dari nama
Sungai Hatung Anak Sungai Manyoi yang
sekarang ini berada disamping desa.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

- Himba Buang, Hutan perawan
- Bahu Himba , Tempat bertadang 5 kali berturut­
turut
- Malik Uwak (Bahu Himba) 5 Tahun;
- Himba Baliang kawasan hutan berusia ± 30
tahun;
- Taja Lahkao kawasan hutan berusia ± 20 tahun
keatas;
- Taja Okko di tandai dengan tanaman kebun
buah buahan seperti durian dan pohon lainnya;
- Taja Bio semak belukar yang sudah berusia ± 15
tahun;
- Taja Himba semak belukar yang sudah berusia
± 5 - 10 tahun;
- Kabun Kihta (Karet);
- Ummo (Iadang);
- Lowu (kampong);
- Kolohkak Lowu (BekasKampung);
- Kolohkak Dukuh (Bekas dukuh); 
Status kepemilikan lahan yang dimiliki masyarakat desa Tumbang Masukih adalah
tanah pemberian atau warisan/ NBagln A;w'~
masyarakat suku Ot Danum dl hulu sungal, pola
kepemllikan mereka diatur dalam kehldupan
seharl-hari dengan saling mempercayai dan
mengetahui diantara komunitas tersebut. Dalam
pola kepemllikan lahan ditandai dengan adanya
jenis tanaman seperti durian, tengkawang,
karet,rotan dan lain lain, berada di kawasan
Himba Baliang dan Taja lahkao. Tetapi di Himba
Buang merupakan mllik bersama yang belum
dibagi di lowu Tumbang Hatung.
Dan ada juga wilayah peninggalan nenek moyang
atau orang terdahulu mereka yang merupakan
kebun buah-buahan, seperti kebun durian
wilayah ini juga dikeramatkan oleh masyarakat
lowu Tumbang Hatung, Rangan Hiran,Harowu
dan Masukih, berdasarkan peraturan adat
setempat daerah ini tidak diperbolehkan untuk
dimiliki oleh individu. seperti Puruk Ruap dan
Puruk Sendukui. 

Kelembagaan Adat

Nama Kerapatan Mantir Adat
Struktur Mantir Adat 3 (liga) orang
Penerapan Hukum Adat yang dusah disepakati
berdasarkan Hasil Kesepakatan Tumbang Anoi
seperti : .Acara perkawinan, .Perkelahian,
.Perceraian dan Sengketa Tanah serta lain lain 
Kerapatan mantir adat 

Hukum Adat

1.Nyari Unuk Ummo (Memeriksa lahan yang
2.Monahti (Membersi hkan lahan untuk
berladang) memotong ayam/Patei Manuk
3.Nowong (Menepang pohon dilokasi rencana
berladang)
4.Ngihang Dowa(Menunggu kayu dan rumput
kering)
5.Nyaha Dowa (Membakar kayu dan rumput
yang kering)
6.Nukan Ummo (Menunggal Padi) memotong
babi dan ayam (Patei Urak dan Manuk)
7.Ngomwou UmmoIrnemberslhan rumput disela
padi)
8.Ngohtom Paroi (Panen padi)
Sistem berladang masih menggunakan gotong
royong atau "Handop" menggunakan ritual adat
menampa kolotoi/eka pondok potuat bonyi
(membuat pondok benih/padi).
Tidak tahu membuat membuat ritual adat
menampa koloti/eka pondok potuat bonyi kalau
memaksa harus mematei aruk.
 
Wilayah yang dikelola oleh masyarakat Lowu
Tumbang Hatung, beberapa upacara yang masih
dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Tiwah/Nyorat : adalah sebuah acara kematian,
tiwah dilaksanakan terakhir di desa Tumbang
Masukih
pada tahun 2009, diperkirakan sekitar -1- kali
Tiwah dari muJaiterbentuknya desa Masukih,
adapun prosesnya antara lain
- Membuat balai
- Pengantung tiwah
- Pamuhun gandang garantung
- Urunan/patungan membeli babi & ayam
- Mendirikan sandung
- Tiwah dilaksanakan
2. Adat Bayar Hajat
3. Adat Kelahiran bergotong royong dan
memalas Bidan/manahunan.
4. Adat kesembuhan : dengan cara sangiang
kepada arwah leluhur untuk minta kesembuhan
pada pemyakit yang di derita
5. Adat Harobuh : hanya bersipat gotong royong
masyarakat setempat.
6. Adat perkawinan : kejujuran / Palaku 1 Jipen =
Rp 100.000,- palaku buat penganten
kena 52 Jipen atau 500 Kg;
6. Halunuk, yaitu upacara syukuran bila menaiki
atau mendiami rumah baru 
1. Perkelahlan ,kena denda jlpen 15/1500.000 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan Padi, umbi-umbian, Jagung, kacang panjang, kacang tanah, lombok, sayuran (Ucau, Paku undang, Paku Banu),Singkah Diwung, Singkah Janan,Singkah Rua, Singkah Nango, Singkah Umbut, Paku Poit, Bantal Kajang), Daun Sopang, Daun Papan, Daun Beken, Bua Aai, Singkah Upon , buah buahan, Kulat Bitak, Kulat Kulang, Kulat Puti, Kulat Torok, Kulat Diwung,Kulat Bango, Kulat lowu, Kulat Korup, Kulat Maharu, Kulat Sipa, Kulat Nyamuk, Kulat Katoluh, Kulat Karamu, Kulat Buhok, dan Kulat Jalawi
Sumber Kesehatan & Kecantikan Pasak bumi,tabat barito/kaju otak,tiang siow,kaju bahenda,kaju burow,pangalit ot,saluang bolom,kumis kucing,bajakah bahenda,iru bahandang,ir ba'putf,uhat panahan,burut maong. Opak Beken,bajakah bahenda,bunga dapak,pudak,kalanis.
Papan dan Bahan Infrastruktur Dadap, albasia, afrika, mahoni, meranti manglin, kayu huru, cangkalak, batang tambutan,palepek,tabalien,lendang humbung,lendang bitik,mahadirang,majau kalapis.
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Jeruping,sukai,putuk,suduru,sudarai duruh,luwah,sadurai himba. Jahe, kunyit, kencur, sereh, lengkuas, temulawak, lada
Sumber Pendapatan Ekonomi Mendulang Emas,Perkebunan, berladang,mencari ikan (Ngucin),berburu(Ngandop)