Wilayah Adat

Wet Sokong

 Teregistrasi

Nama Komunitas Komunitas Adat Sokong
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK BARAT
Kecamatan Tanjung
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.258 Ha
Satuan Wet Sokong
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran,Lahan Basah,Pesisir
Batas Barat Gunung Murpayung, Lokok Rangsot, Mur Puputan, Jalan Rangsot, Jalan Medana, Mur Medana
Batas Selatan Hutan tutupan
Batas Timur Kali Sokong
Batas Utara Segara Lauk (Laut Jawa)

Kependudukan

Jumlah KK 7748
Jumlah Laki-laki 8240
Jumlah Perempuan 8530
Mata Pencaharian utama Meramu, Bertani, Berladang, Beternak, Nelayan, Industri dan Jasa

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Penetapan nama desa Sokong, Nama sokong yang awalnya bernama SUKUN, setelah pase pengembangannya pada abad ke-13, seiring datangnya Empu Nala (kerajaan Majapahit) dikenal nama sukun berubah menjadi nama SOKONG. Sebenarnya nama Sokong adalah sebuah kedatuan, Ketika Laksamana angkatan laut Majapahit Empu Nala datang tahun 1343M untuk melakukan expedisi lewat Lombok utara yang dilanjutkan dengan inspeksi ke bagian timur termasuk Sumbawa sesudah itu dilanjutkan inspeksi kemudian ketika pemerintahan Ratu Ramadha wardani (Majapahit). Gajah Mada Dikirim untuk pelaksanaan sumpah palapa dari abad ke 14 kemudian dilanjutkan oleh Maha Patih Gajah Mada untuk melakukan inspeksi pada tahun 1352M (sumber : Piagam Manggala). Sokong juga dikenal di tengah (Lombok Tengah). Kemudian Gajah Mada melanjutkan perjalanan dari Akar-akar (Labuhan Carik)  bayan Penjor dan dilanjutkan ke barat lewat darat kemudian singgah. Setelah itulah dibentuk beberapa kedatuan di Lombok Utara, antara lain :
• Kedatuan bayan
• Kedatuan Sokong,

Sokong dulu bukan di sini dan pusatnya di Dusun Selelos (Desa Gangga) Kemudian mendirikan kerajaan Sokong yang berpusat di Selelos (sekarang menjadi hutan) dan ada ritual adat setiap tahun dipetilasan Bebekek (bebengkek atau Blengkek). Kemudian dilanjutkan perjalanan ke barat yaitu ke keluak (sungai Keluak di desa sokong sekarang), Ampenan, Perigi (Gerung), sedau (narmada), Teros (Lombok timur), P. Sumbawa (tercatat dalam kitab Kertagama ). Sepanjang perjalanan Gajah Mada membuat kedatuan-kedatuan :
• Kedatuan Selaparang
• Ketaro
• Batu Dendeng
• Teros
• Sumbawa

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pawang (hutan tutupan),
Kebon (Kebun),
Bangket (Sawah),
Gubuk (Pemukiman) dan
Lendang (tanah kosong yang digarap musiman).
 
Ngagum/aguman (pembatasan tanah adat untuk dibagi-bagi oleh tetua adat/pemangku berdasarkan hasil musyawarah bersama, setelah dibagi-bagi dengan anggota masyarakat sebagai hak milik pribadi maka tanah tersebut tidak boleh diganggu gugat lagi dan menjadi hak milik individu yang sah. 

Kelembagaan Adat

Nama Kemangkuan Adat Sokong
Struktur Pemangku (Gumi dan Alas), Pemusungan, Kiayi, Inan-inan
1. Mangku gumi (berfungsi mengurus segala hal yang berkaitan dengan bercocok tanam)
2. Mangku alas (bertugas mengatur hutan/alam)
3. Pemusungan (Kepala Desa/urusan pemerintahan)
4. Inan-inan (bertugas mengatur acara-acara adat)
5. Kiayi (bertugas mengatur urusan keagamaan)
 
Gundem : suatu metode penyelesaian permasalahan dengan cara dimusyawarahkan secara bersama yg dipimpin oleh tau lokak empat sebagai pemimpin tertinggi di msyarakat adat. 

Hukum Adat

Taek Lauk (musyawarah penentuan buka lahan).
Jango Bangar (survey kawasan yang akan digunakan sebagai lahan atau pemukiman yang selanjutnya di bangar atau di adakan ritual oleh pemuka adat).
Rentetan ritual selanjutnya terdiri dari Bukak Tanak (Mengolah lahan/Menanam), Aji Makam (ziarah makam leluhur, biasanya ke makam bayan), Aji Lawat (membaca al-quran semalam suntuk di mesigid lokak).
 
Dosa Seketi (Dosa besar seperti Membunuh, Kawin Semuhrim, Menyetubuhi Istri Orang), Hukuman untuk ini dinamakan Ilen Pati (Hukuman Mati dengan cara dibatu labuin atau dibuang ditengah laut dengan kaki diikat batu atau bisa juga diganti dengan denda materi seperti kambing/kerbau serta diasingkan selama tiga tahun berturut-turut)
Gila Bibir (Memfitnah), Hukumannya berupa denda beras serombong dan satu ekor ayam atau kambing tergantung besar kecilnya kesalahan.
Gila Mampak (Memukul orang lain tanpa ada kesalahan) Hukumannya sama dengan hukuman Gila Bibir.
Ngembetin (Menghamili gadis diluar nikah), Hukumannya dinikahkan dan didenda Nyaok/Periri Gubuk (membersihkan kampung)
Ngerucak (menggoda/merayu istri orang lain) hukumannya sama dengan hukuman dosa seketi
Dosa Pituk (denda adat husus untuk perkawinan / Pemulangan).
 
Menyowok : denda/sanksi yang diberikan ketika seseorang melakukan pelanggaran adat, seperti menikah di bulan puasa, berkelahi, menebang pohon di hutan adat. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, kacang-kacangan, kedelai dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, pinang, Kunyit, Lengkuas, Daun Kelor, Daun Kemangi.
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Rotan, Gaharu, dan Bambu
Sumber Sandang Kapas, Kulit Kayu Tatar, Pelepah Pisang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengkeh, laos, kunyit, sere, cabe, terong, tomat dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi kopi, kakao, kelapa, cengkeh dan tembakau