Wilayah Adat

Wet Pengorong Amor-amor

 Teregistrasi

Nama Komunitas Pengorong Amor-amor
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK BARAT
Kecamatan Kayangan
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 7.462 Ha
Satuan Wet Pengorong Amor-amor
Kondisi Fisik Pegunungan,Dataran,Pesisir
Batas Barat Muara Menanga, Ambon-Ambong, Enjol-enjol, Cutakan Reba, Gegurik Melepah, Kebalwan, Batu Tambun, Tempos Belimbing, Lokok Pineng Lolo, Dilok Topat, Lokok Pansor, Koloh Pansor Daya, Koloh Tenggoron, Lokok Asan, Lokok Mendong, Gunung Tempos Bawak, Gunung Jambu, Aik Menyer / Song Sejimba, Gunung Malang dan Gunung Cemara Siu
Batas Selatan G. Cemara Siu, G. Batu Ijo, G. Selandir,
Batas Timur Lokok padek, Lokok Mandi, Tangga, G. Sampurarung, G. Batu Geretek
Batas Utara Segara lauk (Laut Jawa)

Kependudukan

Jumlah KK 1067
Jumlah Laki-laki 1458
Jumlah Perempuan 2382
Mata Pencaharian utama Bertani, Berladang, Beternak, Nelayan, dan Industri Jasa

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pawang , Kebon, Bangket, Gubuk, dan Oma 
Ngagum/aguman (pembatasan tanah adat untuk dibagi-bagi oleh tetua adat/pemangku berdasarkan hasil musyawarah bersama, setelah dibagi-bagi dengan anggota masyarakat sebagai hak milik pribadi maka tanah tersebut tidak boleh diganggu gugat lagi dan menjadi hak milik individu yang sah.
Merau, mengagum, menandai.
 

Kelembagaan Adat

Nama Tau Lokak Lima
Struktur Tau Lokak Empat (Mangku, Pengulu, Raden, Turun/toaq lokak, pembekel)
Mangku :seorang mangku adat yang memegang kekuasaan bagaimana mengelola tanah adat yang dimiliki bersama.
Penghulu : memegang fungsi sebagai pimpinan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan/kepercayaan dengan Tuhan YME. (penghulu, lebe, ketip, mudim, santri)
Raden : bertugas menghitankan anak (calak).
Turun : mempunyai tugas menyelesaikan permasalah di bidang hukum permasalahan. Sebagai tangan kanan dari pembekel. Desa belek, gumantar, dan selengen.
Pembekel :bertugas memutuskan permasalahan yang sudah ditangani oleh turun.
 
Gundem 

Hukum Adat

Mengoma (memelihara wilayah hutan adat dengan menanam kembali setiap penebangan pohon di hutan adat), dan Menyaok (denda yang diberikan kepada orang yang menebang pohon di wilayah hutan adat). 
Upa, Umasala, Umapaka, Ubayana, Jayaparusa ,\
Ilenpati (menikah dengan darah daging), Selaksa, rombong batu satak
 
Jika ada warga yang Bero (Kawin dengan satu Darah/Muhrim) di Denda dan diasingkan selama tiga tahun berturut-turut. 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Perairan
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, air kunyiran, kunyit, laos
Papan dan Bahan Infrastruktur Rotan, Gaharu, dan Bambu
Sumber Sandang Kulit kayu tatar, pohon pisang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Laos, kunyit, sere, cabe, terong, dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi kopi, kakao, kelapa, cengkeh