Wilayah Adat

Kemangkuan Adat Tanak Sembalun

 Teregistrasi

Nama Komunitas Kemangkuan Adat Tanak Sembalun
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK TIMUR
Kecamatan Sembalun
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 10.797 Ha
Satuan Kemangkuan Adat Tanak Sembalun
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan
Batas Barat Gunung Sangkareang, Danau Segara Anak Gunung Rinjani
Batas Selatan Olor Omba, Turunan Propok
Batas Timur Urat Suleman, Blukus Puteq
Batas Utara Pergansingan, Tanak Abang, Lokoq Mati, Track Rinjani

Kependudukan

Jumlah KK 4234
Jumlah Laki-laki 5732
Jumlah Perempuan 7346
Mata Pencaharian utama Pertanian dan Perkebunan

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Pada abad ke 13 masehi ada perkampungan adat yang terdiri dari 7 buah rumah yang diberi nama “desa beleq” artinya perkampungan tertua. Tujuh buah rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi (melambangkan ashabul kahfi / cerita al qur’an), jika masyarakat bertambah karena ada kelahiran dan pertambaha penduduk dari luar, maka harus membuat perkampungan baru.
Pada abad ke 14 masyarakat asli sudah berkembang dan pendatang dari luar sudah banyak bermukim di perkampungan baru. Sehingga lambat laun masyarakat menyebar dan membuat komunitas masing-masing dengan aturan/awik awik sendiri yang disesuaikan dengan perkampungan induk ataupun yang dibuat sendiri sesuai dengan daerah tempat yang baru.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Bagi montong, bagi lendang, dan bagi lembah dengan peruntukan tanah ulayat, tanah hutan adatnya, tanah pecatu, tanah pribadi, dan tanah kelompok warga. 
Menggunakan sistem aguman (bagi-bagi wilayah yang diperuntukkan bagi wilayah tanah kelola). 

Kelembagaan Adat

Nama Kemangkuan Adat Tanak Sembalun
Struktur Pengulu, Pemangku, dan Pemekel.
Pengulu, merupakan orang yang paling dituakan dan berperan sebagai.
Pemangku, merupakan seorang pimpinan yang mengelola alam adat.
Pemekel, merupakan pemimpin yang mengurus manusia (pemerintahan).
 
Menggunakan gundem adat yang dipimpin oleh pemangku adat sesuai permasalahan masing-masing. 

Hukum Adat

Mangku Gumi, mengatur/mengelola tata ruang dan tata letak dimana lokasi yang harus dijadikan pemukiman, persawahan, perkebunan, hutan rakyat, perkuburan, dan lain-lain.
Mangku gawar, mengatur/mengelola khusus hutan (bagaimana harus masuk hutan, aturan memotong kayu, berburu, melakukan ritual di gunung rinjani, mengukur kekuatan benda pusaka di telaga air panas danau segara anak, kewajiban menanam bagi setiap orang yang menebang kayu, dan lain-lain.
Mangku makem, bertugas mengelola, memelihara konservasi mata air dan sumber-sumber air.
Mangku gunung, bertugas mengawasi pegunungan yang ada di daerah sembalun, khususnya di daerah seperti gunung pergansingan, tanak papat, batua, aik semperonan, dan tempat tempat yang memiliki legenda di sekitar wilayah sembalun.
Mangku rantemas, bertugas menjaga dan memelihara serta mengawasi cagar alam dan hutan adat.
Mangku majapahit, bertugas untuk memelihara dan merawat serta melestarikan cagar budaya yang ada.
 
Pernah terjadi perkawinan salak basa (orang yang nikah keluarga deket dan dianggap tidak boleh menikah), hukuamannya adalah dimusyawarahkan oleh masyarakat adat, sehingga harus dipisahkan, dan jika tidak mau dipisahkan maka akan diusir.
Jika dalam musyawarah adat disepakati seluruh masyarakat adat diwajibkan menyumbang atau mengeluarkan sesuatu, dan ada orang yang tidak mau melaksankan kewajiban tersebut, maka akan dikeluarkan atau dikenakan sanksi sosial yaitu tidak pernah mendapatkan pelayanan adat dari masyarakat adat.
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Ekosistem Perairan
Sumber  
Sumber Pangan Padi, ubi, kacang-kacangan, kedelai dan Jagung
Sumber Kesehatan & Kecantikan Lekok (Sirih), Buak (pinang), laos, jahe, kunyit, jeringo.
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Suren, Gaharu, dan Bambu
Sumber Sandang Pelepah Pisang, Kulit Kayu
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Kayu Manis, Laos, kunyit, sere, cabe, terong, tomat dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi Kopi, Kakao, Cengkeh,