Wilayah Adat

Wet Pemaru

 Teregistrasi

Nama Komunitas Pemaru
Propinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten/Kota LOMBOK BARAT
Kecamatan Gangga
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 3.567 Ha
Satuan Wet Pemaru
Kondisi Fisik Pegunungan,Perbukitan,Dataran,Pesisir
Batas Barat Telabah Orong
Batas Selatan Mur Pandan
Batas Timur Lokok Bengkok
Batas Utara Laut (Arungan)

Kependudukan

Jumlah KK 2740
Jumlah Laki-laki 2523
Jumlah Perempuan 4120
Mata Pencaharian utama Meramu, Bertani, Berladang, Beternak, Nelayan, Industri dan Jasa

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Asal usul terbentuknya komunitas pemaru berawal dari adanya dendaun yang menjadi pembatas antara komunitas bebekek dengan komunitas pemaru. Adanya perbedaan dan perselisihan yang terjadi antara komunitas bebekek dengan komunitas pemaru mengakibatkan para leluhur (orang yang di tuakan) mengambil jalan tengah untuk pisah. Perpisahan ini dilakukan dengan membagi wilayah utara dan selatan. Leluhur yang pindah ke utara ini membuat pemukiman baru bernama pemaru. Pemukiman leluhur di pemaru lambat laun karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat leluhur pemaru tidak betah, sehingga pindah ke tempat yang bernama melekit. Namun karena di melekit juga banyak rayap yang memakan rumah, maka leluhur pindah ke tempat yang lebih bawah yang bernama baru murmas dan sampai saat ini mereka mendiami tempat tersebut, bahkan meluas dan semakin bertambah sampai dengan daerah kalipucak, orong luk, lenek, karang lendang, dan buani.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Pawang (hutan tutupan),
Kebon (Kebun),
Bangket (Sawah),
Gubuk (Pemukiman) dan
Lendang (tanah kosong yang digarap musiman).
 
Ngagum/aguman (pembatasan tanah adat untuk dibagi-bagi oleh tetua adat/pemangku berdasarkan hasil musyawarah bersama, setelah dibagi-bagi dengan anggota masyarakat sebagai hak milik pribadi maka tanah tersebut tidak boleh diganggu gugat lagi dan menjadi hak milik individu yang sah. 

Kelembagaan Adat

Nama Majelis Krama Adat Pemaru
Struktur Pemangku
1. Mangku Pengulu berfungsi sebagai pemimpin dari mangku yang lain.
2. Belian berfungsi sebagai orang yang menyampaikan do’a.
3. Mangku Pesalin berfungsi untuk menyalini tempat leluhur. Mangku Tunang Tekang berfungsi sebagai orang yang menyabuki gantungan, mengatur aturan sanggar, onyat sanggar.
4. Mangku Tulup berfungsi sebagai pelengkap tarian.
5. Tuak Loka Belimbing berfungsi sebagai pengatur di dapur adat dan sebagai pemimpin mangku Murmas.
6. Tuak Loka Lonang befungsi sebagai pemimpin lonang dalam acara menyempang lonang.
7. Tuak Loka Satan berfungsi sebagai mangku sumur Buani, untuk mencari hari baik memuja (ritual adat).
8. Pembekel berfungsi sebagai tempat gundem.
9. Inan Serujeng berfungsi sebagai peniup serune.
10. Jerujeng berfungsi sebagai penabuh gambelan 
Gundem : suatu metode penyelesaian permasalahan dengan cara dimusyawarahkan secara bersama yg dipimpin oleh pemangku adat sebagai pemimpin tertinggi di msyarakat adat. 

Hukum Adat

1. Taek Lauk (musyawarah penentuan buka lahan).
2. Jango Bangar (survey kawasan yang akan digunakan sebagai lahan atau pemukiman yang selanjutnya di bangar atau di adakan ritual oleh pemuka adat).
3. Rentetan ritual selanjutnya terdiri dari Bukak Tanak (Mengolah lahan/Menanam), Aji Makam (ziarah makam leluhur, biasanya ke makam bayan), Aji Lawat (membaca al-quran semalam suntuk di mesigid lokak). 
Hukum adat tapsila yang mengatur tentang etika atau tata cara bergaul dan sopan santun dengan sesama masyarakat adat pemaru.
Hukum adat krama seperti ngilen pati (mengambil istri orang), ngawek pati (menuduh orang tanpa bukti), bibir awal, bibir imit, luput ling tanga, bodo krama.
Hukum adat luir game merupakan aturan adat yang bersendika atau berdasarkan agama.
 
Jika ada warga yang Bero (Kawin dengan satu Darah/Muhrim) di Denda dan diasingkan selama tiga tahun berturut-turut 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Perairan
Ekosistem Suksesi
Sumber  
Sumber Pangan Jagung, Ubi, Pisang, Kacang Tanah, Kacang Hijau, dan Kacang Panjang
Sumber Kesehatan & Kecantikan Sirih, Pinang, lengkuas, jahe, dan Laos
Papan dan Bahan Infrastruktur Jati, Sengon, Mahoni, Suren, dan Bambu
Sumber Sandang Kulit Kayu Tatar, Pelepah Pisang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu Cengkeh, laos, kunyit, sere, cabe, terong, tomat dan sekur.
Sumber Pendapatan Ekonomi Mutiara, kopi, kakao, kelapa, cengkeh dan tembakau