Wilayah Adat

Dusun Kure

 Teregistrasi

Nama Komunitas Engkulun, Kerabat, Mongko(Kancikng), Melayu
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota SEKADAU
Kecamatan Nanga Taman
Desa Nanga Engkulun
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Dusun Kure
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran
Batas Barat Iloh
Batas Selatan Cenayan
Batas Timur Leban Para
Batas Utara Leminang

Kependudukan

Jumlah KK 127
Jumlah Laki-laki 238
Jumlah Perempuan 241
Mata Pencaharian utama berladang & menoreh karet

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Diperkirakan sejak ratusan tahun yang lalu menurut sejarah orang yang pertama kali datang ke daerah ini yang bernama Kakek Cakap. Kakek Cakap ini yang pertama kali mulai menduduki atau membuka daerah Sungai Engkulun dengan istri nya yang bernama Suma, Kekek Cakap ini berasal dari Batu Buil Daerah Sungai Cemoni (Rebayu) setelah itu pindah Ke Nanga Seluak (sungai Koman) setelah itu pindah lagi kekampung Panokng sekarang terletak dihilir Kampung Perayun sesudah itu orang tua cakap pindah lagi ke Batu Laut (sungai ronsan meliyau tetapi oleh keluarga nya di ajak tinggal di Setanggui bersama mereka, lama kelamaan di situ oleh keluarga nya di suruh membikin pondak di Nanga Sungai Kure. Setelah berapa puluh tahun lamanya mereka menetap tinggal di situ dan jumlah penduduk mereka pun makin bertambah banyak, sehingga merekapun memisahkan diri dari kampung Setanggui. Karena mereka tinggal di Nanga Sungai Kure maka kampung ini di sebut Kampung Kure. Dengan suku dan adat mereka yaitu Adat Engkulun sesuai dengan Kampung Setanggui.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Ladang, kebun karet, rimba, tembawang, pemukiman & kuburan 
Penguasaan dan pengelolaan wilayah secara turun temurun(keluarga)kolektif dan individu  

Kelembagaan Adat

Nama Ketemenggungan Nanga Engkulun
Struktur Temenggung, Ketua Adat, RT
Temenggung : menyelesaikan adat yg tidak selesai di tingkat kampung/dusun(dari sekati 5 ke bawah)
Ketua Adat : menyelesaikan perkara adat di kampung/dusun( dari 8 laksa 8 poku kebawah)
RT (dari 16 poku kebawah)
 
Perkara yang terjadi diselesaikan di tingkat RT dahulu atau sesuai tingkat kesalahan, jika tidak dapat diselesaikan di tingkat ketua adat perkara di naikkan lagi ke tingkat temenggung desa. 

Hukum Adat

Adat berladang, panen, membuka hutan, menebang pohon, dll 
Adat pertunangan, adat perkawinan, adat kelahiran, adat kematian, adat salah basa, perkelahian, gawai adat, dll 
Adat Angkat Ber angkat
Angkat Dewasa
a. Angkat Ponuh
Adatnya : 16 poku mangkok
1 ekor babi
1 ekor ayam
1 tempayan tuak
1 buah tempayan
1 buah parang
1 pulut + tepung + pisang keribang
Kain pengamare (pakaian)
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Ekosistem Darat Alami
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi